Kamis, September 24, 2026
Google search engine

Makam Dibongkar, Polisi Selidiki Tewasnya Bayi 1,5 Tahun

KARAWANG – Satuan Reserse Perlindungan Perempuan dan Anak serta Pemberantasan Perdagangan Orang Polres Karawang mempersiapkan langkah exhumasi (pembongkaran makam) untuk mengungkap kasus dugaan penganiayaan bayi hingga meninggal dunia di pesisir utara Kabupaten Karawang, Jabar.

Kasie Humas Polres Karawang, Ipda Cep Wildan menyampaikan, hingga kini pihaknya masih mendalami kasus dugaan penganiayaan bayi berusia 1,5 tahun hingga meninggal dunia di Desa Sukasari, Kecamatan Cibuaya, Karawang.

Ia menyampaikan, pihak kepolisian tengah melakukan penyelidikan setelah menerima informasi mengenai adanya luka-luka tidak wajar pada tubuh korban. Pada hari ini tahapannya naik menjadi penyidikan.

Berita Lainnya  Ratusan Pelajar di Cileungsi - Bogor Jadi Korban Konten Pornografi AI

Pihak kepolisian juga telah melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi, guna memperdalam proses penyidikan.

Selain itu, Satres Perlindungan Perempuan dan Anak serta Pemberantasan Perdagangan Orang Polres Karawang juga tengah mempersiapkan langkah pembongkaran makam.

Hal tersebut dilakukan untuk kepentingan penyidikan, sebagai bagian dari upaya mengungkap penyebab pasti kematian korban.

Sementara itu, kasus dugaan penganiayaan bayi itu terungkap ketika sang bayi menjalani perawatan di rumah sakit.

Sekitar sepekan lalu, bibi korban yang mewakili keluarga menerima telepon dari ibu kandung korban untuk segera datang ke Klinik Azahra. Setibanya di lokasi, kondisi korban dilaporkan sudah dalam keadaan kritis (kolaps).

Berita Lainnya  Kelabuhi Aparat, Pengedar Obat Keras di Bekasi Gunakan Mobil Keliling

Pihak klinik segera merujuk korban ke Rumah Sakit Hastien. Namun nahas, korban dinyatakan meninggal dunia dalam perjalanan.

Pihak keluarga, yakni bibi dan paman korban, menemukan sejumlah luka mencurigakan saat memeriksa jenazah korban.

Luka-luka tersebut meliputi luka memar di bagian dahi dan rahang kanan, bekas gigitan pada area rahang, serta menemukan luka memar menyerupai cubitan di bagian dada kiri dan paha kanan.

Kecurigaan keluarga semakin menguat lantaran ibu kandung korban cenderung bungkam dan memberikan jawaban tidak tahu saat ditanya mengenai penyebab luka-luka tersebut.

Berita Lainnya  Beli Rokok Tapi Duitnya Kurang, Preman Kampung ini Ancam Gadis Pemilik Warung, Berakhir Diciduk Polisi

Pihak keluarga korban telah menyatakan secara resmi akan menempuh jalur hukum agar pelaku penganiayaan mendapatkan hukuman yang setimpal sesuai undang-undang perlindungan anak yang berlaku.***

Sumber : AntaraNews

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Muncul Spekulasi Publik Jika WBP yang Kepergok di Fasilitas Mewah Lapas Cibinong Adalah Tersangka Korupsi Jimmy Masrin

ENTAH mana yang harus dipercaya, temuan sidak Ombudsman RI atau pernyataan klarifikasi dari Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Kanwil Jabar. Yang pasti temuan fasilitas mewah...

4 Guru SDN 58 Lengkese Alami Gatal-gatal Mulut Setelah Cicipi MBG Sebelum Dibagikan ke Siswa, Terbukti Mengantuk Boraks

Menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dikirim ke UPT SD Negeri 58 Lengkese, Kecamatan Mangarabombang, Kabupaten Takalar, batal dibagikan kepada siswa setelah sejumlah guru...

Gak Terima Diputusin, Pria ini Ancam Pacarnya Pakai Badik, Bakal Terima Diputusin Kalau Si Cewek Ngasih Duit Rp 200 Ribu

Pemuda berinisial F (22) di Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), diamankan polisi setelah diduga mengancam mantan pacarnya, AR (19), menggunakan senjata tajam jenis badik. Pelaku...

Pimpinan Ponpes Abul Barokat Bantah Pelecehan Santriwati, Bakal Laporkan Media BBC Indonesia

Pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes) Abul Barokat Wannafahat, Kecamatan Jonggat, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), Ahmad Imanuddin Sumar alias AIS atau Abah, menyatakan mundur...

Tanggapi Pernyataan Prabowo, Mahfud MD : “Banyak juga Presiden yang Goblok”

Mahfud MD menilai pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menyebut pakar atau profesor "saking pintarnya jadi goblok" tidak etis disampaikan oleh seorang kepala negara. Mahfud MD...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

Peristiwa

Kriminal

Politik

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan