KARAWANG – Jamiyyah Nahdatul Ulama (JNU) mendesak agar Bupati Karawang, H. Aep Syaepuloh segera menutup total Tempat Hiburan Malam (THM) yang diduga menjadi sarang kegiatan maksiat, khususnya Theatre Night Mart di Jalan Tuparev yang belakang viral video diduga muda-mudi LGBT yang tengah asik berjoget.
Ketua JNU, KH. Ahmad Ruhyat Hasbi (Kiyai Uyan) mendesak agar Bupati Karawang dan aparat terkait (kepolisian, red) segera menutup Theatre Night Mart yang disinyalir menjadi tempat maksikat para generasi penerus bangsa.
“Sudah viral video di media sosial bahwa tempat tersebut menjadi sarangnya tempat LGBT, Kaum Nabi Luth. Sebelum murka Allah turun, pak bupati harus turun tangan menutup tempat tersebut,” tutur Kiyai Uyan, Senin (8/6/2026).
Pimpinan Pondok Pesantren Attarbiyyah, Ciwulan – Telagasari ini juga mengaku akan menggelar rapat konsolidasi bersama para tokoh ulama, tokoh agama hingga santri pada Selasa (9/6/2026), untuk mebahas rencana aksi besar-besaran ke kantor Bupati Karawang.
“Kami santri di Karawang akan melakukan demo besar-besaran, sampai dengan tempat tersebut benar-benar ditutup,” tegas mantan Ketua PCNU Karawang tersebut.
Sebelumnya diberitakan, Kepala Bidang Penegakan Peraturan Perundang-undangan Daerah (PPUD) Satpol PP Karawang, DA Prasetya Wirabrata, membenarkan bahwa pihaknya telah mengidentifikasi tempat hiburan malam yang terekam dalam video amatir tersebut.
“Kami sudah mendapatkan informasi terkait video itu dan langsung melayangkan surat pemanggilan kepada pihak pengelola tempat hiburan yang bersangkutan,” ujar Prasetya saat dikonfirmasi, Minggu (7/6/2026) malam.
Prasetya menjelaskan bahwa langkah awal yang diambil oleh Satpol PP adalah meminta klarifikasi resmi dari manajemen atau perngelola tempat hiburan tersebut.
Hal ini dilakukan untuk menguji kebenaran narasi yang beredar di media sosial dan memastikan fakta riil di lapangan.
“Secepatnya pengelola akan kami mintai klarifikasi. Setelah itu kami akan menjalankan prosedur sesuai dengan SOP yang berlaku,” tegasnya.***










