Jumat, November 6, 2026
Google search engine

Spektakuler! Survei LSI Sebut Tingkat Kepuasan Publik Atas Kinerja KDM Tembus 95,4%

BANDUNG – Kepemimpinan Dedi Mulyadi (KDM) sebagai Gubernur Jawa Barat mengukir pencapaian spektakuler. Hasil survei terbaru Lembaga Survei Indonesia (LSI) mencatat tingkat kepuasan publik terhadap kinerja KDM menembus angka fantastis, yakni 95,4 persen.

Menariknya, rekor kepuasan yang hampir sempurna ini diraih di tengah fakta bahwa tingkat pengenalan masyarakat terhadap program-program unggulan Pemprov Jabar seperti di bidang pendidikan masih tergolong rendah, yakni di bawah 50 persen.

Direktur Eksekutif LSI, Djayadi Hanan, memaparkan bahwa mayoritas warga Jawa Barat memberikan penilaian sangat positif terhadap sang Gubernur.

“Rinciannya, sebanyak 39,3 persen responden mengaku sangat puas dan 56,1 persen menyatakan cukup puas,” ungkap Djayadi saat memaparkan hasil survei, dilansir dari Antara.***

Berita Lainnya  Istri dan Anak Asal Bogor Dibunuh Suami Siri, Dicekik - Dibakar hingga Dimasukan ke Penggilingan Daging

Berdasarkan hasil rilis survei evaluasi kinerja Pemprov Jabar, dominasi persepsi positif warga ditopang oleh apresiasi tinggi pada pembangunan infrastruktur dan tata kelola pemerintahan yang dinilai responsif.

Djayadi menyimpulkan bahwa tingkat ketidakpuasan publik secara keseluruhan berada pada angka yang sangat marjinal, yakni hanya 3,8 persen.

Menurut dia, tingginya angka kepuasan masyarakat terhadap kepemimpinan KDM itu dipicu oleh tiga faktor utama, yakni penilaian positif pada penyelenggaraan pemerintahan (60,2 persen menilai baik), persepsi kondisi ekonomi yang cenderung stabil/moderat (44,3 persen), serta kinerja layanan publik dasar di lapangan.

Berita Lainnya  Prabowo Tegur Seskab Teddy yang Minta Pidatonya Diakhiri : "Gue nih Presiden, Ted"

“Aspek dengan apresiasi tertinggi adalah pembangunan infrastruktur dan layanan dasar, sedangkan sektor ekonomi masih menjadi tantangan utama pemerintah, meskipun lebih dari separuh responden tetap menyatakan puas terhadap kinerjanya,” ujar Djayadi.

Dia menjelaskan ada hal menarik dalam survei itu yaitu LSI memotret adanya celah komunikasi publik terkait deretan program strategis pendidikan seperti Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB), Sekolah Swasta Kerja Sama (SSK), hingga Sekolah Manusia Unggul (Maung) yang mayoritas didukung penuh oleh warga yang tahu, tetapi belum banyak dikenali secara merata.

Berita Lainnya  Rocky Gerung : ‎“Semua Pemain Bola Bagus dari Afrika karena MBG”

“Namun, tingkat pengenalan atau awareness masyarakat terhadap berbagai program itu masih tergolong rendah, yakni belum mencapai 50 persen,” ucapnya.

Survei LSI ini dilaksanakan pada periode 2-9 Juli 2026 di 27 kabupaten/kota se-Jawa Barat menggunakan metode multistage random sampling yang melibatkan 800 responden terdistribusi secara proporsional.***

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Tiga Jari Putus Setelah Alami Kecelakaan Kerja, Karyawati di Bekasi Dipaksa Tetap Bekerja, Disodori Surat Perjanjian Tak Menuntut

BEKASI - Nasib pilu kasus kecelakaan kerja dialami oleh Rindi Natasya (22 tahun), karyawati PT Daehyun Bobbin Indonesia yang berlokasi di kawasan Industri Jababeka...

Rp58,7 Miliar Dana CSR Bantu Pembangunan, Kang Jimmy : “Saya Akui Bupati Aep Visioner”

KARAWANG - Berdasarkan data laporan tahun 2025, sekitar Rp58,7 miliar dana bantuan perusahaan/industri melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan (TJSLP) atau Corporate Social...

Menghilang Setelah Penetapan Tersangka Listyo Sigit, Seskab Teddy Akhirnya Muncul Dampingi Prabowo

JAKARTA - Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya sempat menjadi perbincangan dan dicari publik karena tidak terlihat dalam beberapa agenda kepresidenan di tengah isu...

Roy Suryo Tertawa Saat Jokowi Tunjukkan Ijazah di Persidangan

JAKARTA - Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) menunjukkan ijazah S1 miliknya dari Universitas Gadjah Mada (UGM) saat menjadi saksi kasus fitnah ijazah palsu...

8 Anggota Polresta Karawang Diperiksa Propam Polda Jabar, Gegara Bebaskan Pengedar OKT

KARAWANG - Sebanyak delapan anggota Polresta Karawang saat ini diperiksa Bidang Propam Polda Jawa Barat (Jabar), setelah mereka membebaskan seorang pengedar obat keras tertentu...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

Peristiwa

Kriminal

Politik

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan