BANDUNG – Jawa Barat memasang target besar di bidang ketenagakerjaan. Pemerintah Provinsi Jawa Barat ingin memastikan semakin banyak anak muda memiliki akses terhadap pelatihan, pekerjaan, hingga permodalan sehingga angka pengangguran dapat ditekan. Bahkan, pemerintah daerah menargetkan pada 2029 tidak ada lagi anak muda di Jawa Barat yang menganggur.
Target tersebut mulai didorong melalui berbagai program peningkatan kompetensi, salah satunya Program SMK Go Global. Program ini menyasar lulusan SMA, SMK, dan MA yang dipersiapkan untuk memasuki dunia kerja, termasuk membuka peluang bekerja di pasar internasional.
Sebanyak 1.280 lulusan SMA, SMK, dan MA dari Jawa Barat telah lolos seleksi untuk mengikuti program tersebut. Mereka nantinya mendapatkan pelatihan di sejumlah lembaga vokasi dan perguruan tinggi dengan materi yang disesuaikan dengan kebutuhan industri.
Sekretaris Daerah Jawa Barat Herman Suryatman mengatakan, upaya tersebut tidak dapat dilakukan oleh pemerintah sendirian. Kolaborasi antara kementerian, pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan berbagai pihak dinilai penting untuk memperluas kesempatan kerja bagi generasi muda.
“Ini skema kolaborasi yang keren, di mana kementerian yang terkait dengan perguruan tinggi, pemerintah dan perguruan tinggi berkolaborasi untuk mempersiapkan anak-anak kita ikut di bursa kerja global melalui program SMK Global,” ujar Herman saat menghadiri Kick Off Pembukaan Program SMK Go Global di Universitas Teknologi Bandung (UTB), Kota Bandung, Rabu (26/8/2026).
Salah satu fokus utama dari strategi tersebut adalah memperluas jangkauan program hingga ke berbagai wilayah Jawa Barat. Pemerintah daerah tidak ingin pelatihan dan akses pekerjaan hanya terkonsentrasi di kota-kota tertentu.
Herman menyebut pemerintah akan melibatkan seluruh perguruan tinggi negeri maupun swasta untuk memperluas akses peningkatan keterampilan dan kesempatan kerja.
“Dan kita akan hajar terus, kita akan perluas bukan hanya beberapa perguruan tinggi. Kita akan dorong semua perguruan tinggi negeri dan swasta,” katanya.
Jaringan tersebut juga akan dikembangkan hingga tingkat kabupaten, kecamatan, serta desa dan kelurahan. Dengan cakupan wilayah yang lebih luas, pemerintah berharap semakin banyak anak muda yang mengetahui sekaligus dapat memanfaatkan program pengembangan keterampilan.***
Sumber : Vivacoid










