Selasa, September 15, 2026
spot_img

Polda Metro Jaya akan Dalami Dugaan Keterlibatan GRIB Jaya dalam Kericuhan Demonstrasi

JAKARTA – Polda Metro Jaya masih mendalami dugaan keterlibatan sejumlah organisasi masyarakat (ormas) dalam kericuhan yang terjadi saat demonstrasi di depan Gedung DPR/MPR RI, Kamis (27/8/2026).

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan, pihaknya belum dapat memastikan keterlibatan ormas tertentu dalam kericuhan tersebut. Polisi masih mendalami dan membutuhkan verifikasi fakta sebelum menyampaikan informasi kepada publik.

“Kalau terkait tentang ormas, kami masih melakukan pendalaman terkait, karena fakta harus terverifikasi. Kami mohon waktu, ya,” kata Budi saat menjawab pertanyaan IDN Times dalam jumpa pers di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Jumat (28/8/2026).

Berita Lainnya  2 Anggota TNI Aniaya Warga di Depan Istri dan Anak Korban

Pernyataan tersebut disampaikan Budi saat ditanya mengenai informasi di media sosial yang menyebut adanya massa yang turun menggunakan truk, dan diduga merupakan anak buah Hercules dari Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB) Jaya.

Budi menegaskan, polisi tidak ingin terburu-buru menyimpulkan informasi yang beredar di media sosial. Menurutnya, banyak unggahan terkait aksi maupun peristiwa di lapangan yang belum tentu menggambarkan kejadian sebenarnya.

Ia mengatakan informasi yang beredar di media sosial dapat berupa disinformasi, provokasi, hingga hoaks. Karena itu, setiap informasi mengenai dugaan mobilisasi massa maupun keterlibatan kelompok tertentu harus terlebih dahulu diverifikasi.

Berita Lainnya  Tidak Terafiliasi dengan Ormas, Polisi Ungkap Motif 3 Pelaku Pengeroyokan Bambang Setiawan

“Teman-teman harus memahami banyak unggahan di media sosial yang disinformasi, provokasi, dan hoaks,” ujarnya.

Budi kemudian memberikan sejumlah contoh informasi yang pernah beredar di media sosial, tetapi tidak sesuai dengan konteks waktu kejadian. Salah satunya unggahan yang menampilkan kerumunan masyarakat pada pesta rakyat 17 Agustus, tetapi kemudian diklaim sebagai kondisi terkini pada dini hari.

Menurutnya, terdapat pula video atau foto mobilisasi masyarakat saat arus mudik Lebaran, yang dapat kembali beredar dan dikaitkan dengan peristiwa berbeda.

“Nah, ini harus kita menjelaskan kepada teman-teman, kepada masyarakat, informasi ini harus valid. Makanya saya tadi bilang ‘katanya’. Saya tidak mau kalau pertanyaan itu ‘katanya’. Karena pertanyaannya salah pasti saya jawab juga ambigu,” kata Budi.

Berita Lainnya  Ceceran Oil Spill Cemari Pantai Cemara Jaya, PHE ONWJ Sebut Tidak Ada Kebocoran Fasilitas Operasi

Karena itu, Polda Metro Jaya masih melakukan pendalaman untuk memastikan apakah benar terdapat ormas tertentu yang terlibat dalam kericuhan aksi di sekitar Gedung DPR/MPR RI.

Polisi meminta masyarakat maupun media memastikan kebenaran informasi sebelum menyebarkannya, terutama informasi yang berkaitan dengan mobilisasi massa dan dugaan keterlibatan kelompok tertentu dalam kericuhan.***

Sumber : IDN Times

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Ramai Fenomena Planet Venus Berdekatan dengan Bulan Sabit, ini Penjelasan BRIN

JAKARTA - Fenomena langit malam berupa bulan sabit yang tampak berdampingan dengan sebuah titik cahaya terang di langit pada Senin (14/9/2026) malam, akhirnya terjawab....

Purbaya Dicopot dari Jabatannya Saat Rapat Bersama Komite IV DPD RI, Digantikan Suahasil Nazara

JAKARTA - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mendapat panggilan telepon penting dari Istana dan meninggalkan ruang rapat gabungan di Kompleks Parlemen pada Senin, 14...

KPK Tangkap 17 Orang Terkait Pengurusan HGB di Kabupaten Bogor

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap 17 orang dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) di wilayah Jabodetabek, pada Senin (14/9/2026). Beberapa di antaranya ada Direktur...

Mantan Bupati Bekasi Divonis 6 Tahun Penjara, Bayar Rp 10,4 Miliar, Hak Politik Dicabut 10 Tahun

BANDUNG - Bupati Bekasi nonaktif Ade Kuswara Kunang divonis enam tahun penjara dalam perkara tindak pidana korupsi. Putusan dibacakan Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Bandung...

Setelah Aksi Tanam Pohon Pisang di Jalan Badami-Loji, Warga Karawang Selatan Demo Dedi Mulyadi

KARAWANG - Setelah sebelumnya melakukan aksi tanam pohon pisang di Jalan Badami-Loji, kini warga Karawang Selatan melakukan aksi demonstrasi terhadap Gubernur Jawa Barat, Kang...

Hukum

KPK Tangkap 17 Orang Terkait Pengurusan HGB di Kabupaten Bogor

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap 17 orang dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) di wilayah Jabodetabek, pada Senin (14/9/2026). Beberapa di antaranya ada Direktur...

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan