PALANGKARAYA – Paduan suara siswa SMAK Santo Aloysius Palangka Raya menyanyikan lagu “Ibu Pertiwi” pada Jumat, 23 Oktober 2026, di tengah kabut asap pekat akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Mereka menyanyikan lagu “Ibu Pertiwi” dengan khidmat dan penuh haru, sambil membacakan puisi ajakan untuk menjaga kelestarian hutan.
Aksi di lingkungan SMAK Santo Aloysius Palangka Raya yang berada di Kompleks Catholic Center Keuskupan Palangka Raya, Jalan D.A. Tawa, Kecamatan Jekan Raya ini menjadi bentuk ungkapan keprihatinan dan doa para pelajar terhadap kondisi lingkungan di Kalimantan yang dilanda bencana karhutla dan kabut asap selama berbulan-bulan.
Diketahui, Pemerintah Kota Palangka Raya telah memperpanjang status tanggap darurat Karhutla hingga 9 November 2026 akibat ribuan hektare lahan terbakar, kualitas udara yang berbahaya, serta jarak pandang yang terbatas.***

