BOGOR – Menanggapi insiden tewasnya seorang remaja Bobotoh berinisial ARK (16) yang diduga menjadi korban pembacokan dan penghadangan di Jalan Raya Jakarta-Bogor usai menonton laga Persib Bandung, pihak Kepolisian Resor (Polres) Bogor mengambil sikap tegas dengan langsung menerjunkan tim untuk melakukan penyelidikan intensif, mengumpulkan bukti di lapangan, serta mengimbau masyarakat agar tidak terprovokasi.
Sat Reskrim Polres Bogor bersama unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) tengah bergerak di lapangan untuk mendalami kronologi pasti peristiwa dan memburu pelaku. Seluruh informasi disaring secara cermat agar pengungkapan kasus berbasis pada bukti hukum yang sah.
Pihak kepolisian aktif mengumpulkan keterangan dari para saksi di lokasi kejadian, terutama di titik yang diduga menjadi lokasi penghadangan rombongan suporter arah Ciapus (sekitar depan Vivo Mall).
Kapolres Bogor AKBP Arfan Zulkan Sipayung menegaskan bahwa polisi berkomitmen menangani perkara ini secara profesional, objektif, transparan, dan akuntabel sesuai hukum yang berlaku.
Sebagai bentuk perhatian, Kapolres Bogor bersama Bupati Bogor Rudy Susmanto langsung mendatangi RSUD Cibinong sejak dini hari untuk mengecek kondisi korban sekaligus menyampaikan rasa belasungkawa mendalam secara langsung kepada pihak keluarga.
Kepolisian meminta seluruh elemen masyarakat, khususnya para suporter, untuk tetap tenang, menahan diri, dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi (hoaks) yang dapat memicu konflik antarsuporter lebih luas.
Polisi juga membuka ruang bagi warga yang memiliki informasi sekecil apa pun terkait kejadian ini untuk segera melapor guna mempercepat proses hukum.
Diketahui, korban ARK merupakan seorang pelajar yang masih duduk di bangku kelas 1 SMA dan bertempat tinggal di kawasan Ciapus, Bogor.
Peristiwa ini terjadi pada Minggu, 25 Oktober 2026 malam. Sebelum kejadian, ARK diketahui pergi untuk menyaksikan pertandingan tim kesayangannya, Persib Bandung, melawan Garudayaksa FC di Stadion Pakansari, Cibinong, Kabupaten Bogor.
Setelah laga selesai, Arief ditemukan terkapar tidak berdaya dalam kondisi bersimbah darah di pinggir Jalan Raya Jakarta-Bogor, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor. Korban sempat dievakuasi ke RSUD untuk mendapatkan penanganan medis namun nyawanya tidak tertolong.
Muncul narasi dan spekulasi kuat di media sosial bahwa Arief menjadi korban penyerangan oleh oknum suporter rival. Kesaksian dari sopir ambulans serta saksi di lapangan juga menduga kuat bahwa luka-luka akibat benda tajam di tubuh korban bukan disebabkan oleh kecelakaan lalu lintas biasa.
Polres Bogor telah turun tangan langsung melakukan penyelidikan, memeriksa saksi-saksi, serta mengautopsi jenazah korban guna memastikan penyebab pasti serta mengejar terduga pelaku di balik kematian remaja tersebut.
Kematian ARK mendatangkan gelombang duka yang mendalam bagi kalangan komunitas Bobotoh serta memicu ucapan belasungkawa, termasuk dari Pj Bupati Bogor.***

