Jumat, Oktober 16, 2026
Google search engine

Dewan Pakar KAHMI Desak Mendiktisaintek Copot Rektor UNSIKA

KARAWANG – Dewan Pakar Majelis Daerah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (MD KAHMI) Karawang, Lukman N. Iraz, mendesak Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) mengevaluasi kepemimpinan Universitas Singaperbangsa Karawang (UNSIKA), menyusul kasus dugaan pengeroyokan terhadap kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) yang menyeret dua mahasiswa UNSIKA ke ranah hukum.

Lukman menilai peristiwa tersebut harus menjadi momentum untuk mengevaluasi secara menyeluruh tata kelola kampus, khususnya dalam memberikan perlindungan, rasa aman, dan kebebasan berorganisasi kepada seluruh mahasiswa.

“Kampus seharusnya menjadi rumah bagi tumbuhnya gagasan, perbedaan pemikiran, dan tradisi intelektual. Bukan justru menjadi tempat berkembangnya intimidasi dan kekerasan. Jika pimpinan universitas tidak mampu menjamin rasa aman bagi mahasiswanya, maka sudah selayaknya kepemimpinannya dievaluasi secara serius,” tutur Lukman, Selas (29/9/2026).

Berita Lainnya  Ayah Hamili Anak Kandung hingga Melahirkan, karena Malu - Bayi Dibuang di Mushola

Menurutnya, rektor sebagai pemimpin tertinggi universitas memiliki tanggung jawab kelembagaan untuk memastikan sistem pengawasan, pembinaan kemahasiswaan, dan pencegahan kekerasan berjalan secara efektif.

“Kami mendesak Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi mengevaluasi secara menyeluruh kepemimpinan UNSIKA. Apabila ditemukan kelalaian serius atau pembiaran terhadap kekerasan, copot rektornya! Jangan biarkan kampus kehilangan marwahnya sebagai institusi pendidikan,” ujarnya.

Menurutnya, evaluasi tidak cukup dilakukan terhadap mahasiswa yang diduga terlibat. Kementerian juga perlu memeriksa efektivitas sistem pembinaan organisasi kemahasiswaan, mekanisme penyelesaian konflik, serta tanggung jawab jajaran pimpinan universitas dalam mencegah kekerasan.

Berita Lainnya  KIIC Salurkan Bantuan Program CSR Beasiswa Pendidikan hingga Fasilitas Sekolah

“Jangan sampai perguruan tinggi yang seharusnya melahirkan generasi kritis dan berintegritas justru gagal memberikan perlindungan kepada mahasiswanya. Kebebasan berpikir dan berorganisasi harus dijamin, bukan dibayangi ketakutan,” katanya.

Ia meminta pihak UNSIKA memberikan perlindungan kepada korban dan saksi, menjamin keberlanjutan pendidikan mereka, serta bersikap kooperatif dalam proses penyelidikan.

KAHMI Karawang, lanjut Lukman, akan terus mengawal proses hukum dengan tetap menghormati asas praduga tak bersalah dan mendorong evaluasi kelembagaan yang objektif serta transparan.

Berita Lainnya  Ditetapkan Tersangka Korupsi, Bupati Gowa Melawan, Laporkan Penyidik ke Propam

“Jangan sampai mahasiswa takut datang ke kampusnya sendiri. Jika terbukti ada pembiaran atau kegagalan serius dalam melindungi mahasiswa, pergantian rektor harus menjadi bagian dari langkah pembenahan. UNSIKA membutuhkan lingkungan akademik yang aman, bermartabat, dan bebas dari kekerasan,” pungkasnya.***

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Produksi Capai 160 Ton per Hari, Menteri ESDM Bahlil Resmikan Kilang LPG Cilamaya

KARAWANG - Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi/Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Dr. Bahlil Lahadalia, S.E., M.Si., meresmikan Kilang LPG Cilamaya...

KPK Terima Pengembalian Uang Rp 800 Juta dari Hercules, Terkait Korupsi Kementerian ATR/BPN – PT. Summarecon

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyiya uang senilai Rp800 juta dari Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Rakyat Indonesia Baru (GRIB) Jaya Hercules...

Diduga Cabuli 2 Anak Kandung, Mantan Kepala KUA Ditangkap Polisi Setelah Selesai Jadi Imam Salat Berjamaah

SOLOK - Seorang pria berinisial AH (66 tahun) yang merupakan pensiunan PNS Kementerian Agama (mantan Kepala KUA) sekaligus imam masjid ditangkap oleh Satreskrim Polres...

Viral Video Pria Dicambuk Meringis Kesakitan di KPPG Bogor, Polisi Lakukan Penyelidikan

BOGOR - Pihak kepolisian melakukan penyelidikan terkait rekaman video yang memperlihatkan pria dicambuk yang dinarasikan terjadi di Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Bogor. "Ya kita...

RDP Soroti Kebakaran Kantor ATR/BPN Karawang, Murni Konsleting atau Sabotase Data Tanah Rakyat

KARAWANG - Anggota Komisi XIII DPR RI, Rieke Diah Pitaloka (RDP) mengaku kaget atas insiden kebakaran kantor ATR/BPN Karawang yang terjadi pada Rabu (14/10/2026),...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

Peristiwa

Kriminal

Politik

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan