JAKARTA – Massa yang menamakan diri sebagai Kader dan Elemen KPK Nahdlatul Ulama (KPK NU) menggelar aksi unjuk rasa serta Istigasah Kubro di depan Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, untuk mendesak KPK segera menangkap dan mengadili Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid.
Aksi tersebut dimotori oleh kelompok yang mengatasnamakan KPK NU (dipimpin Muhammad Sholihin) dan melibatkan kiai kampung. Aksi ini merupakan kali kedua mereka mendatangi Gedung KPK RI, dengan momen terbaru berlangsung sekitar 23 Oktober 2026 bertepatan dengan rangkaian Hari Santri Nasional.
Massa mendesak agar KPK tidak takut dan segera menangkap serta mengadili Nusron Wahid bersama pihak terkait lainnya.
Massa menuding Nusron Wahid bertanggung jawab atas dugaan penggunaan uang atau praktik politik uang (money politic) dalam penyelenggaraan Muktamar ke-35 NU di Jombang, Jawa Timur.
Kelompok ini juga mengaitkan nama Nusron Wahid dengan perkara dugaan suap pengurusan Hak Guna Bangunan (HGB) serta temuan uang sitaan dalam penanganan kasus di KPK.
Massa mempertanyakan langkah Nusron yang sempat bepergian ke luar negeri ketika dipanggil oleh penyidik KPK sebagai saksi.
Sementara, mengenai isu aliran dana atau politik uang dalam Muktamar NU sebelumnya telah dibantah dan dikecam oleh pengurus PBNU (seperti Saifullah Yusuf / Gus Ipul), yang memastikan tidak ada aliran dana ratusan miliar rupiah seperti yang dituduhkan, serta menyatakan akan menempuh langkah hukum jika tuduhan tersebut tidak terbukti.
Adapun terkait Nusron Wahid yang dua kali mangkir dari panggilan KPK, pihak KPK sempat membuka opsi jemput paksa atau mengevaluasi alasan ketidakhadiran Nusron sebelum menerbitkan surat perintah membawa.
Namun laporan terbaru menunjukkan Nusron tetap melakukan aktivitas kedinasan, seperti menghadiri sidang kabinet.***

