Sabtu, Oktober 24, 2026
Google search engine

Kyai Kampung Demo Desak KPK Segera Tangkap Nusron Wahid

JAKARTA – Massa yang menamakan diri sebagai Kader dan Elemen KPK Nahdlatul Ulama (KPK NU) menggelar aksi unjuk rasa serta Istigasah Kubro di depan Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, untuk mendesak KPK segera menangkap dan mengadili Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid.

Aksi tersebut dimotori oleh kelompok yang mengatasnamakan KPK NU (dipimpin Muhammad Sholihin) dan melibatkan kiai kampung. Aksi ini merupakan kali kedua mereka mendatangi Gedung KPK RI, dengan momen terbaru berlangsung sekitar 23 Oktober 2026 bertepatan dengan rangkaian Hari Santri Nasional.

Berita Lainnya  Dana Penanganan Bencana Saja Dikorupsi, KPK Amankan 14 Orang, Termasuk Sekretaris BNPB

Massa mendesak agar KPK tidak takut dan segera menangkap serta mengadili Nusron Wahid bersama pihak terkait lainnya.

Massa menuding Nusron Wahid bertanggung jawab atas dugaan penggunaan uang atau praktik politik uang (money politic) dalam penyelenggaraan Muktamar ke-35 NU di Jombang, Jawa Timur.

Kelompok ini juga mengaitkan nama Nusron Wahid dengan perkara dugaan suap pengurusan Hak Guna Bangunan (HGB) serta temuan uang sitaan dalam penanganan kasus di KPK.

Berita Lainnya  Prabowo : "Saya Tidak Mau Jadi Presiden, Rakyat Saya Miskin Terus, Malu Saya"

Massa mempertanyakan langkah Nusron yang sempat bepergian ke luar negeri ketika dipanggil oleh penyidik KPK sebagai saksi.

Sementara, mengenai isu aliran dana atau politik uang dalam Muktamar NU sebelumnya telah dibantah dan dikecam oleh pengurus PBNU (seperti Saifullah Yusuf / Gus Ipul), yang memastikan tidak ada aliran dana ratusan miliar rupiah seperti yang dituduhkan, serta menyatakan akan menempuh langkah hukum jika tuduhan tersebut tidak terbukti.

Adapun terkait Nusron Wahid yang dua kali mangkir dari panggilan KPK, pihak KPK sempat membuka opsi jemput paksa atau mengevaluasi alasan ketidakhadiran Nusron sebelum menerbitkan surat perintah membawa.

Berita Lainnya  Prabowo Cari Dedi Mulyadi yang Tidak Hadir dalam Rakornas TPAKD

Namun laporan terbaru menunjukkan Nusron tetap melakukan aktivitas kedinasan, seperti menghadiri sidang kabinet.***

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Prabowo : “Saya Tidak Mau Jadi Presiden, Rakyat Saya Miskin Terus, Malu Saya”

JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto menyatakan lebih baik tidak menjabat sebagai presiden, jika rakyat Indonesia terus hidup dalam kemiskinan. Pernyataan tersebut disampaikan saat membuka Rapat...

Ruko Gudang Makanan Ringan Terbakar, 1 Orang Tewas, Warga Malah Jarah Logistik

BENGKULU - Polresta Bengkulu langsung bergerak cepat mengamankan 12 warga yang diduga kuat melakukan penjarahan barang pascakebakaran maut. Aksi penjarahan logistik makanan ringan ini terjadi...

Anak Durhaka Aniaya Ibu Kandung Berakhir Diciduk Polisi, Menangis Saat Ditangkap di Kandang Ayam

PADANG - Tim Klewang Satreskrim Polresta Padang telah menangkap seorang pemuda berinisial L (24 tahun) atau LN di kawasan Arai Pinang, Kecamatan Lubuk Begalung,...

Anggota TNI ini Meminta Maaf Sambil Menangis Setelah Pukul Kepsek Kiyai Kultural NU

LAMONGAN - Sebuah video memperlihatkan seorang Anggota TNI aktif/Babinsa Koramil Glagah, Serma Mamat Syaifudin (MS), sedang bersimpuh dan menangis sambil memeluk M. Munir Thowil...

Prabowo Tegur Seskab Teddy yang Minta Pidatonya Diakhiri : “Gue nih Presiden, Ted”

JAKARTA - Momen Presiden Prabowo Subianto menegur Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya, terjadi dalam bentuk kelakar atau candaan saat menghadiri Rapat Koordinasi Nasional...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

Peristiwa

Kriminal

Politik

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan