Kamis, Oktober 15, 2026
Google search engine

Dana Penanganan Bencana Saja Dikorupsi, KPK Amankan 14 Orang, Termasuk Sekretaris BNPB

JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengamankan 14 orang dalam operasi tangkap tangan (OTT) di lingkungan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Selasa, 13 Oktober 2026. Dalam operasi tersebut, KPK turut menyita uang tunai sekitar Rp 1,4 miliar serta logam mulia emas.

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan, pihak yang diamankan terdiri atas Sekretaris Utama (Sestama) BNPB, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), pegawai atau tenaga ahli di lingkungan BNPB, serta sejumlah pihak dari unsur swasta.

Adapun OTT tersebut berkaitan dengan dugaan tindak pidana korupsi dalam pengadaan barang dan jasa di lingkungan BNPB, termasuk pengadaan yang menggunakan dana siap pakai untuk kebencanaan.

Deputi Bidang Penindakan dan Eksekusi KPK Asep Guntur Rahayu mengonfirmasi bahwa tim KPK melakukan kegiatan tangkap tangan di lingkungan BNPB. Saat memberikan keterangan awal kepada wartawan, Asep menyebut proses penanganan perkara masih berlangsung.

“Memang benar bahwa hari ini kami melaksanakan kegiatan tangkap tangan di BNPB,” tutur Asep, dikutip Rabu (14/10/2026).

Berita Lainnya  Taklukan TC Viettel 1- 0, Maung Bandung Bertengger di Puncak Klasemen Grup E

Ia mengatakan, KPK masih melakukan pendalaman dan akan menggelar ekspose untuk membahas konstruksi perkara serta menentukan pihak-pihak yang terlibat.

Asep menegaskan, penjelasan lebih terperinci akan disampaikan setelah proses ekspose selesai dan keputusan diambil.

“Nanti akan dijelaskan lebih lanjut lebih jelas setelah kita melakukan ekspose dan nanti akan disampaikan secara resmi di konferensi pers,” jelas dia.

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengungkapkan bahwa tim KPK mengamankan 14 orang dalam operasi tersebut. Mereka berasal dari unsur BNPB dan swasta.

“Terkait dengan kegiatan penyelidikan yang KPK lakukan di lingkungan Badan Penanggulangan, Badan Nasional Penanggulangan Bencana atau BNPB, confirm bahwa telah terjadi peristiwa tertangkap tangan dugaan tindak pidana korupsi,” kata Budi.

“Di mana dalam peristiwa ini tim KPK mengamankan sejumlah 14 orang, di antaranya merupakan Sekretaris Utama atau Sestama, kemudian PPK dan juga pihak-pihak lain termasuk dari unsur swasta,” sambungnya.

Menurut Budi, seluruh pihak yang diamankan menjalani pemeriksaan intensif di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta. Pengamanan dilakukan di sejumlah lokasi di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek).

Berita Lainnya  Kecewa Di-PHK Sepihak, Ibu-ibu Geruduk SPPG dan Ungkap Dugaan Ayam Busuk untuk Diolah Menu MBG

“Untuk detil kronologi peristiwanya seperti apa, termasuk konstruksi perkaranya ini bagaimana, nanti kami akan sampaikan lebih lanjut,” ungkapnya.

Selain mengamankan 14 orang, KPK menyita barang bukti berupa uang tunai dan logam mulia emas. Berdasarkan penghitungan awal, uang tunai yang diamankan bernilai sekitar Rp 1,4 miliar.

Budi menjelaskan, emas yang diamankan terdiri atas emas batangan dan tabungan emas.

“Untuk logam mulia, beberapa dalam bentuk emas batangan, beberapa dalam bentuk tabungan emas. Untuk jumlahnya masih diproses tim,” ungkapnya.

Budi menyampaikan bahwa perkara yang melatarbelakangi OTT tersebut diduga berkaitan dengan pengadaan barang dan jasa di lingkungan BNPB. Bahkan, ia juga menyebut pengadaan yang menggunakan dana siap pakai untuk kebencanaan sebagai salah satu aspek yang didalami dalam penyelidikan.

“Ini masih kami akan dalami, bahwa kegiatan penyelidikan ini diduga berkaitan dengan pengadaan barang dan jasa di lingkungan BNPB. Di antaranya yang menggunakan dana siap pakai untuk kebencanaan,” ujarnya.

Berita Lainnya  Ghazali Center Soroti Tumpang Tindih Ratusan Hektar Lahan KIIC dengan Kawasan Hutan

Hanya saja, Budi belum memberikan penjelasan terperinci apakah perkara tersebut berkaitan dengan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), penanganan bencana di Sumatra, atau operasi modifikasi cuaca.

“Untuk detilnya, uang-uang ataupun pengadaan barang dan jasa tersebut untuk bencana apa, itu nanti kami akan sampaikan detilnya saat konferensi pers,” terang dia.

Pada Selasa malam, KPK menjadwalkan ekspose di tingkat pimpinan untuk menentukan status hukum dari peristiwa tangkap tangan tersebut.

Budi mengatakan, pembahasan itu juga akan menentukan konstruksi perkara dan pasal yang akan digunakan dalam penanganan kasus.

“Termasuk pasal yang nanti digunakan, nanti kita akan sampaikan lebih lanjut,” tutur Budi.***

Artikel ini telah tayang di Liputan6.com

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Korupsi Dana Siap Pakai Kebencanaan BNPB, KPK Tetapkan dan Tahan 5 Tersangka

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menetapkan dan menahan lima orang tersangka dalam kasus dugaan korupsi pengadaan barang dan jasa terkait Dana Siap...

Kantor ATR/BPN Karawang Mengamali Kebakaran Hebat, 5 Unit Damkar Dikerahkan

KARAWANG - Kantor Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Kabupaten Karawang yang berlokasi di Jalan Jenderal Ahmad Yani, mengalami kebakaran hebat pada Rabu...

Taklukan TC Viettel 1- 0, Maung Bandung Bertengger di Puncak Klasemen Grup E

BANDUNG - Persib Bandung berhasil menaklukan TC Viettel dalam laga lanjutan matchday 2 ACL Two 2026/27 pada Rabu (14/10/2026). Bertanding di Stadion Gelora Bandung Lautan...

Jika Divonis Bebas, Febrie Adriansyah Siap Kembali Bertugas Berantas Korupsi Besar

JAKARTA - Mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung, Febrie Adriansyah menyatakan siap kembali bertugas di Kejaksaan Agung jika dirinya dinyatakan...

Cuma Gegara ‘Curanrek’, 2 Remaja di Bekasi Duel Maut dengan Sajam hingga Tewas

BEKASI - Perkelahian maut menewaskan seorang remaja berinisial AM (15) di Sukatani, Kabupaten Bekasi, dipicu oleh perselisihan mengenai korek api (istilah tren: 'curanrek' atau...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

Peristiwa

Kriminal

Politik

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan