Rabu, Oktober 28, 2026
Google search engine

Wilayah Pesisir Minim PJU, Wajar Jika Rawan Begal, Garda Bangsa Sindir Pemkab

KARAWANG – Di saat APBD Kabupaten Karawang menembus angka fantastis Rp5,86 rriliun, fakta di lapangan justru berbanding terbalik. Warga pesisir Karawang setiap hari harus mempertaruhkan nyawa di jalanan yang gelap gulita, tanpa Penerangan Jalan Umum (PJU) yang layak.

Mulai dari jalur Pakisjaya, Batujaya, Tirtajaya hingga Cibuaya, kegelapan bukan lagi pemandangan baru. Ketika malam tiba, jalanan pesisir berubah menjadi zona berbahaya. Minim lampu, minim patroli, rawan begal. Warga yang pulang bekerja sebagai nelayan, petani tambak, hingga buruh pabrik harus melintas dengan rasa was-was.

“Ini ironi yang menyakitkan. APBD kita triliunan, tapi untuk menyalakan lampu di jalan rakyat saja pemkab tidak mampu. Kalau APBD 5,86 T tidak bisa menjamin warga pulang dengan selamat, lalu untuk apa anggaran sebesar itu?. Nyawa warga pesisir hari ini jadi taruhan karena Pemkab abai,” sindir Bagus Darmawan, SH., Sekretaris DKC Garda Bangsa Karawang, Selasa (27/10/2026).

Berita Lainnya  Capaian Pendapatan Bapenda Diapresiasi, Bupati Diminta Tahan TPP 'Pejabat OPD Pemalas'

Menurut Bagus, pembangunan di Karawang selama ini tidak berkeadilan. Pusat kota dan kawasan industri mendapat perhatian penuh dengan jalan mulus dan terang benderang, sementara wilayah pesisir yang menjadi penopang pangan dan perikanan Karawang justru dibiarkan dalam kegelapan.

“Jangan salahkan begal yang merajalela, salahkan lampu yang tidak pernah dinyalakan. Gelap adalah teman terbaik kejahatan. Kalau Pemkab serius menjaga rakyat, pertama-tama terangi dulu jalannya,” ujarnya.

Banyak laporan warga pesisir yang hampir menjadi korban pembegalan karena jalan gelap dan sepi. Beberapa titik bahkan tidak memiliki PJU sama sekali dalam jarak berkilo-kilo meter.

Berita Lainnya  Khidmat dan Penuh Haru, Siswa SMAK Santo Aloysius Nyanyikan Lagu 'Ibu Pertiwi' di Tengah Kabut Pekat Karhutla

“Ini bukan lagi soal infrastruktur, ini soal keselamatan dan nyawa manusia. Jangan tunggu ada warga pesisir yang mati dibegal baru Pemkab bergerak,” katanya.

Oleh karena itu, DKC Garda Bangsa Karawang menyampaikan 2 tuntutan terkait persoalan ini.

Pertama, mendesak Pemkab Karawang untuk segera menerangi jalur pesisir dengan Penerangan Jalan Umum (PJU) yang layak dan merata. APBD 5,86 T harus dirasakan rakyat pesisir, bukan hanya di atas kertas.

Kedua, mendesak Polresta Karawang untuk melakukan patroli nyata di jam rawan pukul 20.00 – 03.00 WIB di seluruh jalur rawan wilayah pesisir Karawang. Karena keamanan tidak boleh hanya slogan.

Berita Lainnya  Tak Ada Lagi Dualisme KADIN Karawang, Rafiudin Firdaus Kepemimpinan yang Sah

“Pemkab Karawang gagal menjaga rakyat jika jalan pesisir masih dibiarkan gelap. Kami tagih janji itu. Terangi jalan pesisir, atau akui bahwa Pemkab telah abai terhadap warganya sendiri,” tutup Bagus.***

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Sudaryono Usul MBG Jadi Mata Pelajaran Wajib di Sekolah Seperti Penjaskes

JAKARTA - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tak hanya diarahkan untuk memenuhi kebutuhan gizi siswa. Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono, mengusulkan agar program...

481 Siswa SMP di Dramaga – Bogor Alami Keracunan MBG

BOGOR - Sebanyak 481 siswa SMP di Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor, diduga mengalami keracunan menu Makan Bergizi Gratis (MBG). Atas peristiwa ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab)...

Polisi Sebut Pelaku Pembacokan Bobotoh di Bogor Bukan Suporter Sepak Bola

BOGOR - Polisi mengatakan MR sebagai pelaku utama pembacokan ARK (16), seorang bobotoh yang ditemukan tewas di di Jalan Raya Jakarta-Bogor. MR ditangkap pada Senin...

Korupsi hingga TPPU, Mantan Bupati Gowa Resmi Ditahan

GOWA - Mantan Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang, resmi ditahan oleh penyidik Subdit III Tipidkor Polda Sulawesi Selatan pada Senin, 26 Oktober 2026. Setelah menjalani...

PSSI Kecam Keras Penyerangan yang Tewaskan Bobotoh di Bogor, Minta Polisi Tindak Tegas Pelaku

JAKARTA - Ketua Umum PSSI sekaligus Menpora, Erick Thohir, mengecam keras insiden penyerangan yang menewaskan seorang suporter Persib Bandung (Bobotoh) berinisial ARK (16 tahun)...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

Peristiwa

Kriminal

Politik

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan