Selasa, September 15, 2026
spot_img

Ghozali Center Apresiasi Kebijakan Bupati Aep Soal LKS Gratis, Tapi…?

KARAWANG – Ghozali Center Research & Consulting memberikan apresiasi terhadap kebijakan Bupati Karawang, H. Aep Syaepuloh, yang meluncurkan program buku LKS gratis bagi siswa SD dan SMP.

GC menyampaikan beberapa fikiran terkait langkah Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) dan Bupati Karawang yang menggratiskan modul belajar bagi siswa SD dan SMP tersebut.

Direktur Ghozali Center, Lili Gozali, S.Pd.I., mengatakan masyarakat Karawang sekaligus subyek dan obyek pembangunan patut berbahagia, karena kebijakan Bupati Karawang yang menggratiskan LKS ini merupakan kabar gembira yang tidak sekedar pemenuhan janji politik saat pilkada. Melainkan patut dimaknai sebagai keberpihakan terhadap kepentingan rakyat banyak.

Berita Lainnya  Paradoks Penghargaan Bupati di Tengah Lambannya Realisasi Kebijakan 'Modul Ajar Karawang'

Jika pun ada pihak guru atau sekolah yang merasa dirugikan oleh kebijakan tersebut, maka Bupati tidak perlu terlaly serius menanggapinya.

“Abaikan saja, respon pro kontra soal kebijakan adalah hal biasa, yang penting landasannya adalah regulasi dan kepentingan rakyat. Selama tidak ada pelanggaran, GC berharap Bupati dan Disdik tetap teguh pada keputusan, jangan tolah-toleh,” tuturnya, Senin (10/8/2026).

Disampaikannya, bicara pendidikan berarti bicara tentang kebutuhan segenap rakyat, tidak hanya sisi penyelenggara pendidikan, tetapi juga amanat konstitusi yang mewajibkan negara memberikan pendidikan layak bagi warganya.

Berita Lainnya  20 Sekolah di Bekasi Ikuti Penilaian Adiwiyata Tahun 2026

Namun ada sisi lain yang tetap harus dikritisi untuk pembenahan ke depannya. Yaitu dimana polemik bisnis LKS selalu muncul hampir setiap tahun. Padahal LKS hanya sekedar perangkat ajar tambahan, bukan alat utama.

“GC berharap untuk ke depan, kebijakan Bupati mesti diterbitkan jauh-jauh hari sebelum pelaksanaan PPDB. Sehingga modus-modus bisnis yang dilakukan oleh penerbit, toko buku ataupun oknum guru bisa ditutup dari awal,” katanya.

“Hal lainnya yang perlu dicarikan solusi adalah penanganan terhadap orang tua siswa yang sudah terlanjur beli LKS karena arahan dari sekolah. Semoga Bupati dan Disdik memiliki skema sesuai harapan orang tua siswa,” timpal Lili.

Berita Lainnya  20 Sekolah di Bekasi Ikuti Penilaian Adiwiyata Tahun 2026

Terakhir, GC juga berharap publik merespon langkah Bupati dengan bijak dan utuh. Yaitu dengan cara memberikan dukungan terhadap langkah-langkah baik.

“Hindari berpolemik diluar esensi, semisal kenapa menggratiskan modul ajar, bukan LKS. Padahal jelas-jelas modul ajar itu substitusi dari LKS. Jadi secara otomatis menutup praktik bisnis LKS. Jika ditemukan pelanggaran atas intruksi Bupati tersebut, rakyat harus berani melaporkannya,” tandasnya.***

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Ramai Fenomena Planet Venus Berdekatan dengan Bulan Sabit, ini Penjelasan BRIN

JAKARTA - Fenomena langit malam berupa bulan sabit yang tampak berdampingan dengan sebuah titik cahaya terang di langit pada Senin (14/9/2026) malam, akhirnya terjawab....

Purbaya Dicopot dari Jabatannya Saat Rapat Bersama Komite IV DPD RI, Digantikan Suahasil Nazara

JAKARTA - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mendapat panggilan telepon penting dari Istana dan meninggalkan ruang rapat gabungan di Kompleks Parlemen pada Senin, 14...

KPK Tangkap 17 Orang Terkait Pengurusan HGB di Kabupaten Bogor

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap 17 orang dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) di wilayah Jabodetabek, pada Senin (14/9/2026). Beberapa di antaranya ada Direktur...

Mantan Bupati Bekasi Divonis 6 Tahun Penjara, Bayar Rp 10,4 Miliar, Hak Politik Dicabut 10 Tahun

BANDUNG - Bupati Bekasi nonaktif Ade Kuswara Kunang divonis enam tahun penjara dalam perkara tindak pidana korupsi. Putusan dibacakan Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Bandung...

Setelah Aksi Tanam Pohon Pisang di Jalan Badami-Loji, Warga Karawang Selatan Demo Dedi Mulyadi

KARAWANG - Setelah sebelumnya melakukan aksi tanam pohon pisang di Jalan Badami-Loji, kini warga Karawang Selatan melakukan aksi demonstrasi terhadap Gubernur Jawa Barat, Kang...

Hukum

KPK Tangkap 17 Orang Terkait Pengurusan HGB di Kabupaten Bogor

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap 17 orang dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) di wilayah Jabodetabek, pada Senin (14/9/2026). Beberapa di antaranya ada Direktur...

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan