Kamis, September 24, 2026
Google search engine

Ghozali Center Apresiasi Kebijakan Bupati Aep Soal LKS Gratis, Tapi…?

KARAWANG – Ghozali Center Research & Consulting memberikan apresiasi terhadap kebijakan Bupati Karawang, H. Aep Syaepuloh, yang meluncurkan program buku LKS gratis bagi siswa SD dan SMP.

GC menyampaikan beberapa fikiran terkait langkah Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) dan Bupati Karawang yang menggratiskan modul belajar bagi siswa SD dan SMP tersebut.

Direktur Ghozali Center, Lili Gozali, S.Pd.I., mengatakan masyarakat Karawang sekaligus subyek dan obyek pembangunan patut berbahagia, karena kebijakan Bupati Karawang yang menggratiskan LKS ini merupakan kabar gembira yang tidak sekedar pemenuhan janji politik saat pilkada. Melainkan patut dimaknai sebagai keberpihakan terhadap kepentingan rakyat banyak.

Berita Lainnya  20 Sekolah di Bekasi Ikuti Penilaian Adiwiyata Tahun 2026

Jika pun ada pihak guru atau sekolah yang merasa dirugikan oleh kebijakan tersebut, maka Bupati tidak perlu terlaly serius menanggapinya.

“Abaikan saja, respon pro kontra soal kebijakan adalah hal biasa, yang penting landasannya adalah regulasi dan kepentingan rakyat. Selama tidak ada pelanggaran, GC berharap Bupati dan Disdik tetap teguh pada keputusan, jangan tolah-toleh,” tuturnya, Senin (10/8/2026).

Disampaikannya, bicara pendidikan berarti bicara tentang kebutuhan segenap rakyat, tidak hanya sisi penyelenggara pendidikan, tetapi juga amanat konstitusi yang mewajibkan negara memberikan pendidikan layak bagi warganya.

Berita Lainnya  Kadisdikbud Wawan : "300 Ribu Siswa Sudah Terima Modul Ajar Gratis, Masih Belum Sempurna"

Namun ada sisi lain yang tetap harus dikritisi untuk pembenahan ke depannya. Yaitu dimana polemik bisnis LKS selalu muncul hampir setiap tahun. Padahal LKS hanya sekedar perangkat ajar tambahan, bukan alat utama.

“GC berharap untuk ke depan, kebijakan Bupati mesti diterbitkan jauh-jauh hari sebelum pelaksanaan PPDB. Sehingga modus-modus bisnis yang dilakukan oleh penerbit, toko buku ataupun oknum guru bisa ditutup dari awal,” katanya.

“Hal lainnya yang perlu dicarikan solusi adalah penanganan terhadap orang tua siswa yang sudah terlanjur beli LKS karena arahan dari sekolah. Semoga Bupati dan Disdik memiliki skema sesuai harapan orang tua siswa,” timpal Lili.

Berita Lainnya  Gedung Baru SDN Pasirkaliki 1 Diresmikan, Kadisdikbud Wawan : "Pemkab Terus Dorong Mutu Pendidikan"

Terakhir, GC juga berharap publik merespon langkah Bupati dengan bijak dan utuh. Yaitu dengan cara memberikan dukungan terhadap langkah-langkah baik.

“Hindari berpolemik diluar esensi, semisal kenapa menggratiskan modul ajar, bukan LKS. Padahal jelas-jelas modul ajar itu substitusi dari LKS. Jadi secara otomatis menutup praktik bisnis LKS. Jika ditemukan pelanggaran atas intruksi Bupati tersebut, rakyat harus berani melaporkannya,” tandasnya.***

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Muncul Spekulasi Publik Jika WBP yang Kepergok di Fasilitas Mewah Lapas Cibinong Adalah Tersangka Korupsi Jimmy Masrin

ENTAH mana yang harus dipercaya, temuan sidak Ombudsman RI atau pernyataan klarifikasi dari Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Kanwil Jabar. Yang pasti temuan fasilitas mewah...

4 Guru SDN 58 Lengkese Alami Gatal-gatal Mulut Setelah Cicipi MBG Sebelum Dibagikan ke Siswa, Terbukti Mengantuk Boraks

Menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dikirim ke UPT SD Negeri 58 Lengkese, Kecamatan Mangarabombang, Kabupaten Takalar, batal dibagikan kepada siswa setelah sejumlah guru...

Gak Terima Diputusin, Pria ini Ancam Pacarnya Pakai Badik, Bakal Terima Diputusin Kalau Si Cewek Ngasih Duit Rp 200 Ribu

Pemuda berinisial F (22) di Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), diamankan polisi setelah diduga mengancam mantan pacarnya, AR (19), menggunakan senjata tajam jenis badik. Pelaku...

Pimpinan Ponpes Abul Barokat Bantah Pelecehan Santriwati, Bakal Laporkan Media BBC Indonesia

Pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes) Abul Barokat Wannafahat, Kecamatan Jonggat, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), Ahmad Imanuddin Sumar alias AIS atau Abah, menyatakan mundur...

Tanggapi Pernyataan Prabowo, Mahfud MD : “Banyak juga Presiden yang Goblok”

Mahfud MD menilai pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menyebut pakar atau profesor "saking pintarnya jadi goblok" tidak etis disampaikan oleh seorang kepala negara. Mahfud MD...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

Peristiwa

Kriminal

Politik

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan