Minggu, November 8, 2026
Google search engine

Terindikasi Tumpang Tindih dengan Kawasan Hutan, Aktivis Tani Minta Pabrik di KIIC Segera Dibongkar

KARAWANG – Puluhan masyarakat yang mengatasnamakan Paguyuban Pemuda Tani Karawang (PPTK) dan Serikat Tani Karawang (SETAKAR) melakukan aksi demonstrasi di depan gerbang kantor Bupati Karawang, Kamis (24/9/2026).

Bertepatan dengan Hari Tani Nasional ini, pendemo menyampaikan dua tuntutan. Pertama, menuntut Pemkab Karawang agar segera menyelesaikan persoalan kekeringan ribuan lahan pertanian yang tersebar di beberapa kecamatan seperti di Cibuaya, Pakisjaya, Batujaya, Tirtajaya hingga Pedes.

Kedua, pendemo menuntut agar ATR/BPN Karawang tidak memperpanjang (Sertifikat Hak Guna Bangunan) lahan kawasan hutan yang disinyalir tumpang tindih dengan lahan industri di Karawang International Industrial City (KIIC).

Berita Lainnya  Kang AIS : "Sikap Haji Toha Rugikan Suku Madura yang Hidup Harmonis di Karawang"

Terlebih, pada pendemo mengaku sudah mendapatkan informasi bahwa pihak ATR/BPN Karawang sudah mengakui telah terjadi indikasi tumpang tindih ratusan lahan kawasan hutan yang digarap petani yang hari ini telah berubah menjadi pabrik atau kawasan industri.

“Kita menunggu pernyataan resmi BPN. Karena kemarin beliau sudah berjanji akan menunggu pernyataan resminya, terkait tumpang tindih lahan kawasan hutan dengan industri,” tutur Ketua SETAKAR, Deden Sofian, dalam orasinya.

Deden menyampaikan, para petani menuntut agar kantor ATR/BPN Karawang segera mencabut HGB pabrik atau kawasan industri yang disinyalir menggunakan lahan kawasan hutan. Sehingga para petani penggarap bisa kembali mendapatkan haknya yang telah dirampas oleh korporasi.

Berita Lainnya  Terlihat Keren Saat Gelar Deklarasi Sumpah Pemuda Bareng Raffi Ahmad, Eh...! Ternyata Mahasiswa Bayaran

“Kami juga menuntut kepada pemerintah, agar bangunan-bangunan pabrik itu segera dibongkar, agar lahannya kembali kepada para petani,” tegasnya.

Terpantau, sekitar pukul 10.15 WIB, perwakilan dari kantor ATR/BPN Karawang, Praba, akhirnya menemui massa pendemo.

Melalui kesempatan tersebut, Praba mengamini telah terjadi indikasi tumpang tindih lahan kawasan hutan dengan industri di KIIC.

Atas persoalan tersebut, kantor ATR/BPN Karawang berjanji tidak akan memproses segala bentuk kepengurusan pertanahan di lokasi tersebut. Termasuk tidak akan memperpanjang SHBG yang masanya akan habis.***

Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Bahlil Bantah Terlibat Kasus Penyadapan Ilegal HP Presiden

MALUKU - Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, dengan tegas membantah tudingan yang menyebutkan dirinya terlibat...

Aksi Women’s March Jakarta Sampaikan 9 Tuntutan, Sempat Dorong-dorongan dengan Polisi

JAKARTA - Aksi unjuk rasa Women's March Jakarta (WMJ) 2026 yang digelar hari ini, Sabtu, 7 November 2026, sempat diwarnai ketegangan berupa aksi saling...

Terbakar Api Cemburu, Pria ini Injak-injak Kekasihnya hingga Meninggal Dunia

KARAWANG - Polresta Karawang telah menangkap seorang pemuda berinisial RHT atau RH (20) setelah diduga melakukan penganiayaan brutal terhadap kekasihnya, AAP (22), hingga meninggal...

Tahanan Perempuan Hamil di Dalam Sel, Kapolsek Dompu Dicopot, Anggotanya Diperiksa Propam Polda NTB

DOMPU - Kapolsek Dompu, Ipda Sarbani, mendadak dicopot dari jabatannya. Pencopotan terjadi ketika viral isu mengenai seorang tahanan perempuan yang dikabarkan hamil di dalam...

Jokowi Marah di Persidangan, Karena Dokter Tifa Sempat Datangi Makam Orang Tuanya

JAKARTA - Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) mengaku sangat tersinggung dan marah ketika hadir sebagai saksi pelapor dalam sidang kasus dugaan ijazah palsu...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

Peristiwa

Kriminal

Politik

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan