BONTANG – Kasus menghebohkan terjadi di Kelurahan Loktuan, Bontang Utara, Kota Bontang, Kalimantan Timur. Yaitu dimana jasad seorang bayi berubah menjadi bantal guling saat dimakamkan.
Usut punya usut, ternyata peristiwa ini merupakan sebuah cerita yang direkayasa oleh sepasang suami istri berinisial AR dan DN. Kejadian ini murni merupakan skenario palsu untuk menutupi kebohongan terkait kehamilan.
Sang istri (AR) sebelumnya mengaku hamil kepada pihak keluarga suaminya. Kebohongan ini terus berlanjut hingga tiba waktu yang diklaim sebagai momen persalinan.
Rabu (28/10/2026), kabar duka palsu dari pasangan suami istri ini mengabarkan kepada pihak keluarga bahwa AR telah melahirkan di RS Yabis Bontang, namun bayinya dinyatakan meninggal dunia.
Untuk meyakinkan orang-olah di sekitarnya, mereka membawa sebuah bungkusan yang dibalut kain kafan menyerupai jenazah bayi. Mereka juga berpesan kepada keluarga bahwa pihak rumah sakit melarang keras bungkusan tersebut dibuka sebelum tiba di liang lahat untuk dimakamkan.
Saat warga dan pihak keluarga berkumpul di Kelurahan Loktuan untuk membantu proses pemakaman, warga yang mengurus jenazah merasa ada kejanggalan pada bobot bungkusan tersebut yang terasa tidak wajar untuk ukuran jasad bayi.
Karena penasaran dan curiga, warga akhirnya memutuskan untuk membuka bungkusan kain kafan tersebut sebelum dimasukkan ke liang lahat. Alih-alih jasad bayi, mereka justru mendapati sebuah guling atau bantal berwarna merah muda di dalamnya. Kejadian ini sempat direkam dan videonya langsung viral di media sosial.
Polres Bontang segera turun tangan dan melakukan penelusuran ke RS Yabis Bontang. Hasil rekam medis menyatakan bahwa AR tidak pernah tercatat melakukan pemeriksaan kehamilan maupun menjalani proses persalinan di rumah sakit tersebut.
Dari hasil pemeriksaan psikologis dan mediasi, pasutri tersebut mengaku nekat melakukan rekayasa karena merasa tertekan dan takut dianggap tidak bisa memberikan keturunan, terutama oleh pihak keluarga mertua yang sudah lama mendambakan kehadiran seorang cucu. (***Dari berbagai sumber)

