Minggu, November 8, 2026
Google search engine

4 Guru SDN 58 Lengkese Alami Gatal-gatal Mulut Setelah Cicipi MBG Sebelum Dibagikan ke Siswa, Terbukti Mengantuk Boraks

Menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dikirim ke UPT SD Negeri 58 Lengkese, Kecamatan Mangarabombang, Kabupaten Takalar, batal dibagikan kepada siswa setelah sejumlah guru yang lebih dulu mencicipi makanan tersebut mengeluhkan rasa gatal di mulut.

Belakangan, hasil pemeriksaan Dinas Kesehatan Kabupaten Takalar menunjukkan salah satu sampel makanan mengandung boraks.

Peristiwa itu terjadi pada Senin (21/9/2026). Sebelum makanan dibagikan kepada siswa penerima manfaat, pihak sekolah melakukan pengecekan dengan mencicipi menu yang dikirim Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Topejawa.

Kepala UPT SD Negeri 58 Lengkese, Supriadi, mengatakan empat guru yang mencicipi makanan mengalami sensasi gatal di mulut. Mereka juga menilai rasa makanan yang disajikan berbeda dari biasanya.

“Kami coba makanannya bersama teman-teman guru sebelum dibagikan. Setelah dicicipi, ada empat guru yang mengalami gatal di mulut dan rasanya juga berbeda,” ujar Supriadi.

Berita Lainnya  Geger Penemuan Benda Logam Misterius di Perkebunan Kelapa Sawit, Diduga Serpihan Roket Pembawa Satelit Milik China

Khawatir terjadi sesuatu pada siswa, pihak sekolah memutuskan tidak membagikan makanan tersebut. Sebanyak 86 siswa penerima manfaat MBG di sekolah itu akhirnya tidak mengonsumsi menu yang telah dikirim.

Supriadi menegaskan tidak ada siswa yang mengalami gangguan kesehatan karena makanan tersebut belum sempat dibagikan.

“Setelah dicicipi, ada empat guru yang mengalami gatal pada bagian mulut. Karena khawatir terjadi sesuatu terhadap anak-anak, makanan tersebut tidak kami bagikan,” katanya.

Penjelasan Pihak SPPG

Menanggapi kejadian tersebut, Kepala SPPG Topejawa, Muhammad Alwi memberikan klarifikasi terkait penarikan makanan dari sekolah. Menurutnya, makanan tersebut bukan dikembalikan atau ditolak pihak sekolah.

Ia menjelaskan, staf SPPG berinisiatif menarik kembali ompreng makanan setelah menerima laporan dari guru yang melakukan pengujian organoleptik terhadap sampel makanan.

“Menu makanan bukan dikembalikan atau ditolak sekolah. Staf kami sendiri yang berinisiatif menarik ompreng tersebut setelah menerima masukan saat pengujian sampel organoleptik oleh guru PIC,” kata Alwi dalam keterangan tertulisnya.

Berita Lainnya  Lagi, Gas Kaustik PT. Pindo Deli 2 Bocor, Puluhan Warga Dilarikan ke Rumah Sakit

Alwi mengatakan keluhan yang dialami empat guru berupa sensasi gatal ringan pada rongga mulut dan lidah. Namun, pihaknya belum dapat menyimpulkan penyebab keluhan tersebut.

Ia juga mengungkapkan menu yang sama didistribusikan kepada 1.761 penerima manfaat yang tersebar di 11 sekolah dan 11 posyandu. Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.757 orang disebut mengonsumsi makanan tanpa laporan gangguan kesehatan.

Mengandung Boraks

Kasus tersebut kemudian ditindaklanjuti Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Takalar. Atas instruksi Ketua Satgas, tim kesehatan turun ke lapangan untuk melakukan inspeksi kesehatan lingkungan (IKL) sekaligus mengambil sampel makanan untuk diperiksa.

Kepala Dinas Kesehatan Takalar, dr. Nilal Fauziah, mengatakan hasil sementara pemeriksaan menunjukkan adanya kandungan boraks pada salah satu dari dua sampel makanan yang diuji.

Berita Lainnya  Terlihat Keren Saat Gelar Deklarasi Sumpah Pemuda Bareng Raffi Ahmad, Eh...! Ternyata Mahasiswa Bayaran

“Dari dua sampel yang diperiksa, salah satu makanan memang ditemukan mengandung boraks,” ujar Nilal, Rabu (23/9/2026).

Meski demikian, Dinkes Takalar masih melakukan pendalaman untuk memastikan jenis makanan yang mengandung boraks serta menelusuri sumber kandungan tersebut, mulai dari bahan baku, proses pengolahan, hingga distribusi makanan.

Nilal menegaskan pihaknya belum dapat menghubungkan langsung temuan tersebut dengan keluhan yang dialami para guru.

Menurutnya, gejala gatal maupun pembengkakan yang dilaporkan masih dapat disebabkan faktor lain, termasuk reaksi alergi terhadap bahan makanan tertentu.

“Gatal-gatal dan bengkak yang dialami guru dan kepala sekolah merupakan salah satu gejala alergi, tetapi belum diketahui penyebabnya, apakah dari tahu atau ayam,” jelasnya.***

Sumber : Liputan6

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Bahlil Bantah Terlibat Kasus Penyadapan Ilegal HP Presiden

MALUKU - Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, dengan tegas membantah tudingan yang menyebutkan dirinya terlibat...

Aksi Women’s March Jakarta Sampaikan 9 Tuntutan, Sempat Dorong-dorongan dengan Polisi

JAKARTA - Aksi unjuk rasa Women's March Jakarta (WMJ) 2026 yang digelar hari ini, Sabtu, 7 November 2026, sempat diwarnai ketegangan berupa aksi saling...

Terbakar Api Cemburu, Pria ini Injak-injak Kekasihnya hingga Meninggal Dunia

KARAWANG - Polresta Karawang telah menangkap seorang pemuda berinisial RHT atau RH (20) setelah diduga melakukan penganiayaan brutal terhadap kekasihnya, AAP (22), hingga meninggal...

Tahanan Perempuan Hamil di Dalam Sel, Kapolsek Dompu Dicopot, Anggotanya Diperiksa Propam Polda NTB

DOMPU - Kapolsek Dompu, Ipda Sarbani, mendadak dicopot dari jabatannya. Pencopotan terjadi ketika viral isu mengenai seorang tahanan perempuan yang dikabarkan hamil di dalam...

Jokowi Marah di Persidangan, Karena Dokter Tifa Sempat Datangi Makam Orang Tuanya

JAKARTA - Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) mengaku sangat tersinggung dan marah ketika hadir sebagai saksi pelapor dalam sidang kasus dugaan ijazah palsu...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

Peristiwa

Kriminal

Politik

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan