Rabu, September 23, 2026
Google search engine

Penyegelan Hanya Formalitas, Truk Tambang PT. Jui Shin Indonesia Ketahuan Masih Beroperasi

KARAWANG – Penyegelan dan penutupan sementara operasional pertambangan PT. Jui Shin Indonesia (PT. JSI) di Karawang Selatan oleh Pemprov Jawa Barat, dinilai hanya sekadar formalitas.

Faktanya, warga dan aktivis lingkungan masih mendapati truk PT. JSI lalu-lalang di Jalan Badami-Loji.

Diberitakan sebelumnya, Sekda Jabar, Herman Suryatman bersama Sekda Karawang, H. Asep Aang Rahmatullah dan jajaran telah melakukan penyegelan operasional tambang PT. JSI pada 15 September 2026 lalu.

Penyegelan ini menyusul aksi protes demonstrasi yang dilakukan aktivis dan warga Karawang Selatan pada 14 September 2026, saat digelar rapat paripurna DPRD Karawang dalam rangkaian Hari Jadi Kabupaten Karawang ke-393 tahun yang dihadiri langsung oleh Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi (KDM).

Berita Lainnya  Jelang Kontra Persija, Polda Jabar Imbau Seluruh Pendukung Persib Tak Datang ke Jakarta
Sekda Jabar, Herman Suryatman, saat menyegel aktivitas pertambangan PT. JSI.

Esok harinya pada 16 September 2026 di Kabupaten Bekasi, KDM memanggil manajemen PT. JSI yang juga dihadiri oleh Bupati Karawang, H. Aep Syaepuloh dan Plt Bupati Bekasi, dr. Asep Surya Atmaja.

Melalui pertemuan tersebut, KDM memberikan dua opsi yang ditawarkan yaitu pertama, PT. Jui Shin membangun jalan sendiri khusus untuk truk operasional pengangkut semen perusahaan.

Opsi kedua, PT. Jui Shin Indonesia bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat membangun jalan level nasional. Pemprov Jabar juga akan membangun jembatan khusus untuk kendaraan industri.

Berita Lainnya  Apresiasi Kinerja Kasi Pidsus, Pengamat Desak Kejaksaan Bongkar Keterlibatan BTN
KDM didampingi Bupati Karawang dan Plt Bupati Bekasi, saat memanggil manajemen PT. JSI.

Tetapi faktanya di lapangan, sebelum solusi atas dua opsi dari KDM tersebut direalisasikan, warga dan aktivis mendapati truk tambang PT. JSI sudah kembali beroperasi.

“PT JSI masih dikenakan sanksi dan sudah ada kesepakatan untuk menunggu jalur khusus tambang. Tetapi kenyataannya, armada mereka masih melintas di jalur Badami-Loji,” ujar Koordinator Solidaritas Akar dari Warga Karawang Selatan, Mohammad Alda, Senin (21/9/2026).***

Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

KPK Diminta Bongkar Dugaan Gratifikasi Pencaplokan Lahan Hutan Jadi Kawasan Industri di Karawang

KARAWANG - Menjelang aksi demonstrasi yang akan digelar Serikat Tani Karawang (SETAKAR) ke kantor ATR/BPN Karawang, pada Kamis (24/9/2026), Praktisi Hukum dan Pengamat Kebijakan,...

KPK Tetapkan Bupati Bolmut sebagai Tersangka Kasus Pemerasan Proyek Pemerintahan

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Bupati Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), Sirajudin Lasena sebagai tersangka terkait kasus dugaan pemerasan proyek-proyek di Pemkab Bolmut, pada Selasa...

Siswa SD di Lampung Tengah Meninggal Usai Tersedak Kelengkeng Menu MBG

Seorang siswa sekolah dasar (SD) di Kabupaten Lampung Tengah meninggal dunia setelah tersedak buah kelengkeng. Buah tersebut merupakan bagian dari menu program Makan Bergizi...

Dedi Mulyadi Disandingkan dengan Gibran untuk Pilpres 2029?

Nama Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi atau KDM mulai ramai dikaitkan dengan Pemilihan Presiden 2029. Wacana tersebut salah satunya...

Satir Tajam Ketika Guru Disuruh Mencium Bau MBG : “Guru Berubah Fungsi Jadi Anjing Pelacak”

Guru bernama Desy Idayanti viral setelah melontarkan satir tajam yang menyebut guru kini seperti anjing pelacak, karena harus mencium dan memeriksa makanan program Makan...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

Peristiwa

Kriminal

Politik

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan