KARAWANG – Penyegelan dan penutupan sementara operasional pertambangan PT. Jui Shin Indonesia (PT. JSI) di Karawang Selatan oleh Pemprov Jawa Barat, dinilai hanya sekadar formalitas.
Faktanya, warga dan aktivis lingkungan masih mendapati truk PT. JSI lalu-lalang di Jalan Badami-Loji.
Diberitakan sebelumnya, Sekda Jabar, Herman Suryatman bersama Sekda Karawang, H. Asep Aang Rahmatullah dan jajaran telah melakukan penyegelan operasional tambang PT. JSI pada 15 September 2026 lalu.
Penyegelan ini menyusul aksi protes demonstrasi yang dilakukan aktivis dan warga Karawang Selatan pada 14 September 2026, saat digelar rapat paripurna DPRD Karawang dalam rangkaian Hari Jadi Kabupaten Karawang ke-393 tahun yang dihadiri langsung oleh Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi (KDM).

Esok harinya pada 16 September 2026 di Kabupaten Bekasi, KDM memanggil manajemen PT. JSI yang juga dihadiri oleh Bupati Karawang, H. Aep Syaepuloh dan Plt Bupati Bekasi, dr. Asep Surya Atmaja.
Melalui pertemuan tersebut, KDM memberikan dua opsi yang ditawarkan yaitu pertama, PT. Jui Shin membangun jalan sendiri khusus untuk truk operasional pengangkut semen perusahaan.
Opsi kedua, PT. Jui Shin Indonesia bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat membangun jalan level nasional. Pemprov Jabar juga akan membangun jembatan khusus untuk kendaraan industri.

Tetapi faktanya di lapangan, sebelum solusi atas dua opsi dari KDM tersebut direalisasikan, warga dan aktivis mendapati truk tambang PT. JSI sudah kembali beroperasi.
“PT JSI masih dikenakan sanksi dan sudah ada kesepakatan untuk menunggu jalur khusus tambang. Tetapi kenyataannya, armada mereka masih melintas di jalur Badami-Loji,” ujar Koordinator Solidaritas Akar dari Warga Karawang Selatan, Mohammad Alda, Senin (21/9/2026).***

