Pada Rabu, 16 September 2026, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kampar langsung turun ke lokasi untuk meninjau kondisi Kelas Jarak Jauh UPT SDN 007 Desa Sungai Agung, Kecamatan Tapung, setelah video yang direkam oleh guru bernama Ibu Romawati (atau Rahmawati) viral di media sosial.
Dalam video tersebut, Ibu Romawati memperlihatkan bangunan sekolah yang sangat memprihatinkan karena hanya berdinding triplek lapuk, tanpa plafon, serta minim fasilitas penunjang belajar-mengajar.
Sekolah darurat ini diketahui sudah beroperasi sejak Juli 2004 namun kondisinya tidak kunjung membaik.
Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Kampar berkomitmen untuk segera membangun dua ruang kelas baru yang permanen.
Pemerintah daerah menyatakan bahwa penanganan fasilitas sekolah yang rusak ini akan dimasukkan dan diprioritaskan melalui APBD Perubahan (APBD-P) Kabupaten Kampar.
Kunjungan ini juga menjadi perhatian instansi terkait karena sekolah tersebut dilaporkan hanya memiliki dua orang tenaga pengajar yang harus mengajar beberapa kelas sekaligus dalam satu ruangan.
Kondisi ini sempat memicu keprihatinan luas dari publik serta berbagai organisasi masyarakat, seperti Ikatan Keluarga Suku Toba (IKST), yang berharap kejadian ini menjadi alarm bagi pemerintah setempat untuk mempercepat pemerataan infrastruktur pendidikan di pelosok Kampar.***

