Sabtu, November 7, 2026
Google search engine

Tanggapi Pernyataan Prabowo, Mahfud MD : “Banyak juga Presiden yang Goblok”

Mahfud MD menilai pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menyebut pakar atau profesor “saking pintarnya jadi goblok” tidak etis disampaikan oleh seorang kepala negara.

Mahfud MD menyatakan bahwa memang ada profesor atau pakar yang berada di bawah standar atau tidak kompeten, sehingga maksud adanya profesor yang tidak sesuai standar itu bisa saja ada.

Meski demikian, Mahfud menilai kata-kata kasar atau melabeli pakar sebagai “goblok” tidak layak diucapkan oleh seorang presiden karena dinilai menyerang dan tidak etis.

Berita Lainnya  Prabowo Tegur Seskab Teddy yang Minta Pidatonya Diakhiri : "Gue nih Presiden, Ted"

Mahfud juga menambahkan bahwa tidak hanya profesor yang bisa di bawah standar, seorang presiden pun terkadang ada yang tidak memenuhi kompetensi atau standar ideal.

Di sisi lain, Mahfud memandang bahwa Prabowo Subianto sendiri merupakan sosok yang pandai dan tidak bodoh.

Sebelumnya, pernyataan kontroversial tersebut disampaikan oleh Presiden Prabowo Subianto saat menghadiri perayaan HUT ke-28 Partai Amanat Nasional (PAN).***

Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Terbakar Api Cemburu, Pria ini Injak-injak Kekasihnya hingga Meninggal Dunia

KARAWANG - Polresta Karawang telah menangkap seorang pemuda berinisial RHT atau RH (20) setelah diduga melakukan penganiayaan brutal terhadap kekasihnya, AAP (22), hingga meninggal...

Tahanan Perempuan Hamil di Dalam Sel, Kapolsek Dompu Dicopot, Anggotanya Diperiksa Propam Polda NTB

DOMPU - Kapolsek Dompu, Ipda Sarbani, mendadak dicopot dari jabatannya. Pencopotan terjadi ketika viral isu mengenai seorang tahanan perempuan yang dikabarkan hamil di dalam...

Jokowi Marah di Persidangan, Karena Dokter Tifa Sempat Datangi Makam Orang Tuanya

JAKARTA - Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) mengaku sangat tersinggung dan marah ketika hadir sebagai saksi pelapor dalam sidang kasus dugaan ijazah palsu...

Tiga Jari Putus Setelah Alami Kecelakaan Kerja, Karyawati di Bekasi Dipaksa Tetap Bekerja, Disodori Surat Perjanjian Tak Menuntut

BEKASI - Nasib pilu kasus kecelakaan kerja dialami oleh Rindi Natasya (22 tahun), karyawati PT Daehyun Bobbin Indonesia yang berlokasi di kawasan Industri Jababeka...

Rp58,7 Miliar Dana CSR Bantu Pembangunan, Kang Jimmy : “Saya Akui Bupati Aep Visioner”

KARAWANG - Berdasarkan data laporan tahun 2025, sekitar Rp58,7 miliar dana bantuan perusahaan/industri melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan (TJSLP) atau Corporate Social...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

Peristiwa

Kriminal

Politik

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan