Mahfud MD menilai pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menyebut pakar atau profesor “saking pintarnya jadi goblok” tidak etis disampaikan oleh seorang kepala negara.
Mahfud MD menyatakan bahwa memang ada profesor atau pakar yang berada di bawah standar atau tidak kompeten, sehingga maksud adanya profesor yang tidak sesuai standar itu bisa saja ada.
Meski demikian, Mahfud menilai kata-kata kasar atau melabeli pakar sebagai “goblok” tidak layak diucapkan oleh seorang presiden karena dinilai menyerang dan tidak etis.
Mahfud juga menambahkan bahwa tidak hanya profesor yang bisa di bawah standar, seorang presiden pun terkadang ada yang tidak memenuhi kompetensi atau standar ideal.
Di sisi lain, Mahfud memandang bahwa Prabowo Subianto sendiri merupakan sosok yang pandai dan tidak bodoh.
Sebelumnya, pernyataan kontroversial tersebut disampaikan oleh Presiden Prabowo Subianto saat menghadiri perayaan HUT ke-28 Partai Amanat Nasional (PAN).***

