Minggu, November 8, 2026
Google search engine

Pimpinan Ponpes Abul Barokat Bantah Pelecehan Santriwati, Bakal Laporkan Media BBC Indonesia

Pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes) Abul Barokat Wannafahat, Kecamatan Jonggat, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), Ahmad Imanuddin Sumar alias AIS atau Abah, menyatakan mundur dari jabatannya sebagai pengasuh.

Keputusan itu diambil agar kegiatan belajar-mengajar di ponpes tetap berjalan normal di tengah polemik yang muncul belakangan ini. Imanuddin sendiri telah dilaporkan ke polisi atas kasus dugaan pelecehan terhadap santriwati di ponpes itu.

“Guna merespons situasi yang saat ini berkembang dan telah menjadi perhatian publik, serta demi menjamin seluruh aktivitas belajar-mengajar di pondok pesantren tetap berjalan normal tanpa gangguan, saya mengambil sikap dengan hati yang ikhlas untuk mundur dan melepaskan seluruh jabatan yang saya emban di Pondok Pesantren Abul Barokat Wannafahat, maupun di ponpes-ponpes yang lain,” katanya saat konferensi pers di salah satu hotel di Mataram, Rabu (23/9/2026) malam.

Berita Lainnya  Gagal Dapat Pinjaman Rp3,4 Triliun, Dedi Mulyadi Siapkan Opsi Tunda Bayar Proyek Pembangunan

Abah menegaskan persoalan yang tengah dihadapinya merupakan masalah pribadi dan tidak berkaitan dengan ponpes. Dia juga memastikan kegiatan pendidikan para santri tidak boleh terganggu akibat polemik tersebut.

“Saya kembali menegaskan bahwa persoalan yang saya hadapi saat ini merupakan persoalan pribadi dan tidak ada kaitannya dengan Pondok Pesantren Abul Barokat Wanafahat yang saya pimpin,” tegasnya.

Dia mengaku tak rela jika ponpes yang telah dibangunnya ikut terdampak akibat tuduhan yang disebutnya tidak mendasar.

“Saya sangat tidak rela jika kegiatan proses pendidikan di Abul Barokat Wanafahat berhenti atau terganggu gara-gara fitnah dan tuduhan yang tidak mendasar sama sekali,” katanya.

Berita Lainnya  'Gercep' Tangkap Pelaku Pencabulan, Bupati Aep Apresiasi Polresta Karawang

Imanuddin kemudian membantah seluruh tuduhan yang ditujukan kepadanya. Dia menyebut pihaknya tengah mempersiapkan surat pengaduan untuk melaporkan mantan santrinya, Yusron, ke polisi karena dinilai telah mencemarkan nama baiknya.

“Atas tuduhan tidak benar yang merugikan nama baik saya, saya menyatakan akan mengambil langkah hukum dan melaporkan saudara Yusron kepada pihak berwajib,” imbuhnya.

Menurut Imanuddin, Yusron telah menyebarkan draf teks secara sepihak dengan tuduhan dirinya melakukan pelecehan seksual terhadap santriwatinya. Dia menyebut Yusron tak pernah menanyakan hal tersebut secara langsung kepadanya.

“Yang bersangkutan tanpa mengikuti proses tabayyun terlebih dahulu dengan saya, melainkan langsung menyebarkan isu yang belum terbukti kebenarannya,” katanya.

Berita Lainnya  Prabowo : "Saya Tidak Mau Jadi Presiden, Rakyat Saya Miskin Terus, Malu Saya"

Selain Yusron, Imanuddin mengatakan akan melaporkan BBC Indonesia. Dia menilai pemberitaan yang dipublikasi media tersebut telah merugikannya.

“Keputusan tersebut saya ambil karena saya menilai pemberitaan tersebut bersifat sepihak dan tidak memberikan ruang yang memadai bagi saya untuk menyampaikan klarifikasi secara berimbang. Pemberitaan tersebut juga telah menimbulkan kerugian, baik secara materiil maupun immateriil, bagi saya dan keluarga,” tuturnya.

Imanuddin mengatakan pemberitaan tersebut juga berdampak pada kondisi psikologis dirinya dan keluarga.

“Kondisi psikologis saya dan keluarga besar saya turut terganggu akibat tuduhan-tuduhan yang saya nyatakan tidak benar tersebut,” pungkasnya.**

Sumber : Detikcom

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Bahlil Bantah Terlibat Kasus Penyadapan Ilegal HP Presiden

MALUKU - Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, dengan tegas membantah tudingan yang menyebutkan dirinya terlibat...

Aksi Women’s March Jakarta Sampaikan 9 Tuntutan, Sempat Dorong-dorongan dengan Polisi

JAKARTA - Aksi unjuk rasa Women's March Jakarta (WMJ) 2026 yang digelar hari ini, Sabtu, 7 November 2026, sempat diwarnai ketegangan berupa aksi saling...

Terbakar Api Cemburu, Pria ini Injak-injak Kekasihnya hingga Meninggal Dunia

KARAWANG - Polresta Karawang telah menangkap seorang pemuda berinisial RHT atau RH (20) setelah diduga melakukan penganiayaan brutal terhadap kekasihnya, AAP (22), hingga meninggal...

Tahanan Perempuan Hamil di Dalam Sel, Kapolsek Dompu Dicopot, Anggotanya Diperiksa Propam Polda NTB

DOMPU - Kapolsek Dompu, Ipda Sarbani, mendadak dicopot dari jabatannya. Pencopotan terjadi ketika viral isu mengenai seorang tahanan perempuan yang dikabarkan hamil di dalam...

Jokowi Marah di Persidangan, Karena Dokter Tifa Sempat Datangi Makam Orang Tuanya

JAKARTA - Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) mengaku sangat tersinggung dan marah ketika hadir sebagai saksi pelapor dalam sidang kasus dugaan ijazah palsu...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

Peristiwa

Kriminal

Politik

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan