Pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes) Abul Barokat Wannafahat, Kecamatan Jonggat, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), Ahmad Imanuddin Sumar alias AIS atau Abah, menyatakan mundur dari jabatannya sebagai pengasuh.
Keputusan itu diambil agar kegiatan belajar-mengajar di ponpes tetap berjalan normal di tengah polemik yang muncul belakangan ini. Imanuddin sendiri telah dilaporkan ke polisi atas kasus dugaan pelecehan terhadap santriwati di ponpes itu.
“Guna merespons situasi yang saat ini berkembang dan telah menjadi perhatian publik, serta demi menjamin seluruh aktivitas belajar-mengajar di pondok pesantren tetap berjalan normal tanpa gangguan, saya mengambil sikap dengan hati yang ikhlas untuk mundur dan melepaskan seluruh jabatan yang saya emban di Pondok Pesantren Abul Barokat Wannafahat, maupun di ponpes-ponpes yang lain,” katanya saat konferensi pers di salah satu hotel di Mataram, Rabu (23/9/2026) malam.
Abah menegaskan persoalan yang tengah dihadapinya merupakan masalah pribadi dan tidak berkaitan dengan ponpes. Dia juga memastikan kegiatan pendidikan para santri tidak boleh terganggu akibat polemik tersebut.
“Saya kembali menegaskan bahwa persoalan yang saya hadapi saat ini merupakan persoalan pribadi dan tidak ada kaitannya dengan Pondok Pesantren Abul Barokat Wanafahat yang saya pimpin,” tegasnya.
Dia mengaku tak rela jika ponpes yang telah dibangunnya ikut terdampak akibat tuduhan yang disebutnya tidak mendasar.
“Saya sangat tidak rela jika kegiatan proses pendidikan di Abul Barokat Wanafahat berhenti atau terganggu gara-gara fitnah dan tuduhan yang tidak mendasar sama sekali,” katanya.
Imanuddin kemudian membantah seluruh tuduhan yang ditujukan kepadanya. Dia menyebut pihaknya tengah mempersiapkan surat pengaduan untuk melaporkan mantan santrinya, Yusron, ke polisi karena dinilai telah mencemarkan nama baiknya.
“Atas tuduhan tidak benar yang merugikan nama baik saya, saya menyatakan akan mengambil langkah hukum dan melaporkan saudara Yusron kepada pihak berwajib,” imbuhnya.
Menurut Imanuddin, Yusron telah menyebarkan draf teks secara sepihak dengan tuduhan dirinya melakukan pelecehan seksual terhadap santriwatinya. Dia menyebut Yusron tak pernah menanyakan hal tersebut secara langsung kepadanya.
“Yang bersangkutan tanpa mengikuti proses tabayyun terlebih dahulu dengan saya, melainkan langsung menyebarkan isu yang belum terbukti kebenarannya,” katanya.
Selain Yusron, Imanuddin mengatakan akan melaporkan BBC Indonesia. Dia menilai pemberitaan yang dipublikasi media tersebut telah merugikannya.
“Keputusan tersebut saya ambil karena saya menilai pemberitaan tersebut bersifat sepihak dan tidak memberikan ruang yang memadai bagi saya untuk menyampaikan klarifikasi secara berimbang. Pemberitaan tersebut juga telah menimbulkan kerugian, baik secara materiil maupun immateriil, bagi saya dan keluarga,” tuturnya.
Imanuddin mengatakan pemberitaan tersebut juga berdampak pada kondisi psikologis dirinya dan keluarga.
“Kondisi psikologis saya dan keluarga besar saya turut terganggu akibat tuduhan-tuduhan yang saya nyatakan tidak benar tersebut,” pungkasnya.**
Sumber : Detikcom

