Minggu, Oktober 11, 2026
Google search engine

Prabowo Klaim Respon Cepat Pemerintah Terhadap Bencana Gempa NTT

BALI – Presiden Prabowo Subianto mengeklaim respons pemerintah terhadap gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) berlangsung cepat dan masif.

Namun, sejumlah laporan dari lapangan menunjukkan masih ada warga yang mengaku kesulitan mendapatkan bantuan dasar setelah gempa mengguncang Flores pada 15 Agustus 2026.

Pernyataan Prabowo disampaikan saat peluncuran dan groundbreaking Program Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) 100 GWp di Jembrana, Bali, Selasa (25/8/2026).

“Di NTT reaksi kita sangat cepat, sangat masif. Di mana-mana negara kita hadir,” ujar Prabowo.

Di lapangan, persoalan distribusi bantuan masih menjadi sorotan. Enam hari setelah gempa, warga di lima anak kampung di Desa Golo Mangung, Manggarai Timur, mengaku belum menerima bantuan pemerintah. Mereka masih bertahan di tenda darurat dengan perlengkapan seadanya karena khawatir terhadap gempa susulan.

Berita Lainnya  Nusron Wahid Dikejar dan Dicecar Pertanyaan oleh Wartawan : "Ini Saya Mau Pulang"

Keluhan serupa muncul di Nangahure Lembah, Kabupaten Sikka. Sejumlah warga mengaku hingga hari keenam pascagempa belum menerima bantuan apa pun. Kondisi tersebut disebut berbeda dengan pengungsi yang berada di lokasi terpusat dan lebih rutin menerima bantuan.

Kondisi pengungsian juga menjadi perhatian setelah seorang balita berusia dua tahun, Mario Calviano Guru, meninggal dunia pada 20 Agustus 2026. Balita asal Nagekeo itu sebelumnya berada di Posko Pengungsian Bukit Puta. Laporan dari lokasi menyebut persediaan selimut dan air bersih terbatas, sementara warga harus bertahan menghadapi suhu dingin pada malam hari.

Berita Lainnya  Kemarau Panjang, Pemkab Karawang Gelar Salat Istisqa Berharap Hujan Segera Turun

Persoalan distribusi bantuan bahkan memicu ketegangan antara Camat Lamba Leda Utara, Manggarai Timur, Agustinus Supratman, dan seorang pejabat BNPB pada Jumat (21/8/2026). Agustinus memprotes jumlah bantuan yang menurutnya tidak sebanding dengan kebutuhan masyarakat di wilayahnya.

Ia mengatakan bantuan harus dibagi kepada 21.171 warga yang tersebar di 11 desa. Agustinus juga mempersoalkan laporan yang menyebut bantuan yang disalurkan ke wilayah tersebut dalam jumlah besar, sementara kondisi yang diterima di posko menurutnya tidak demikian.

Berita Lainnya  Wapres Gibran : "Kalau Saya Gak Lulus SMA, Gak Mungkin Saya Bisa Kuliah"

Rangkaian laporan tersebut menunjukkan bahwa meski pemerintah mengeklaim telah bergerak cepat dan masif, persoalan pemerataan bantuan masih menjadi pekerjaan di sejumlah wilayah terdampak. Bagi warga yang masih bertahan di tenda, kecepatan penanganan tidak hanya diukur dari jumlah personel atau logistik yang dikerahkan, tetapi juga dari apakah kebutuhan dasar benar-benar telah sampai kepada mereka.***

Sumber : Radar Solo

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Diduga Sengaja Dibakar Setelah Rusuh Razia HP, Lapas Merauke Kebakaran, Sejumlah Narapidana Melarikan Diri

MERAUKE - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) II B Merauke, Papua Selatan, diduga dibakar hingga sejumlah narapidana atau warga binaan melarikan diri. Kebakaran diduga dipicu kerusuhan...

Cekcok dan Perkelahian Anak Punk di Karawang Berakhir 2 Orang Dikabarkan Hilang Tenggelam

KARAWANG - Dua orang pemuda yang diduga anak punk bernama Abdullah (asal Sukamandi, Subang) dan Rian (asal Bayur) dilaporkan hilang tenggelam di Saluran Irigasi...

Loncat dari Lantai 3 Gedung, Aksi Heroik Seorang Ibu Saat Selamatkan Bocah dari Kebakaran

JAKARTA - Kebakaran melanda sebuah rumah makan (RM) Padang di Rawamangun, Pulogadung, Jakarta Timur (Jaktim). Saat kebakaran terjadi, ada aksi heroik seorang wanita yang...

Diduga Jadi Markas Peredaran Narkoba, Polisi Gerebek Eks Prostitusi Saritem, 21 Orang Positif

BANDUNG - Eks lokalisasi prostitusi di Kota Bandung, Saritem digerebek jajaran Satuan Reserse Narkoba Polrestabes Bandung, karena diduga menjadi markas peredaran narkoba. Dalam penggerebekan itu...

Nusron Wahid Mangkir dari Panggilan Pemeriksaan KPK

Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid, mangkir atau tidak memenuhi panggilan pemeriksaan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Rabu, 7...

Hukum

Nusron Wahid Mangkir dari Panggilan Pemeriksaan KPK

Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid, mangkir atau tidak memenuhi panggilan pemeriksaan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Rabu, 7...

CAPTURE

Berita Pilihan

Peristiwa

Kriminal

Politik

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan