Selasa, September 15, 2026
spot_img

Prabowo Klaim Respon Cepat Pemerintah Terhadap Bencana Gempa NTT

BALI – Presiden Prabowo Subianto mengeklaim respons pemerintah terhadap gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) berlangsung cepat dan masif.

Namun, sejumlah laporan dari lapangan menunjukkan masih ada warga yang mengaku kesulitan mendapatkan bantuan dasar setelah gempa mengguncang Flores pada 15 Agustus 2026.

Pernyataan Prabowo disampaikan saat peluncuran dan groundbreaking Program Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) 100 GWp di Jembrana, Bali, Selasa (25/8/2026).

“Di NTT reaksi kita sangat cepat, sangat masif. Di mana-mana negara kita hadir,” ujar Prabowo.

Di lapangan, persoalan distribusi bantuan masih menjadi sorotan. Enam hari setelah gempa, warga di lima anak kampung di Desa Golo Mangung, Manggarai Timur, mengaku belum menerima bantuan pemerintah. Mereka masih bertahan di tenda darurat dengan perlengkapan seadanya karena khawatir terhadap gempa susulan.

Berita Lainnya  Jawa Barat Target 2029 Tidak Ada Lagi Anak Muda Menganggur

Keluhan serupa muncul di Nangahure Lembah, Kabupaten Sikka. Sejumlah warga mengaku hingga hari keenam pascagempa belum menerima bantuan apa pun. Kondisi tersebut disebut berbeda dengan pengungsi yang berada di lokasi terpusat dan lebih rutin menerima bantuan.

Kondisi pengungsian juga menjadi perhatian setelah seorang balita berusia dua tahun, Mario Calviano Guru, meninggal dunia pada 20 Agustus 2026. Balita asal Nagekeo itu sebelumnya berada di Posko Pengungsian Bukit Puta. Laporan dari lokasi menyebut persediaan selimut dan air bersih terbatas, sementara warga harus bertahan menghadapi suhu dingin pada malam hari.

Berita Lainnya  Purbaya Dicopot dari Jabatannya Saat Rapat Bersama Komite IV DPD RI, Digantikan Suahasil Nazara

Persoalan distribusi bantuan bahkan memicu ketegangan antara Camat Lamba Leda Utara, Manggarai Timur, Agustinus Supratman, dan seorang pejabat BNPB pada Jumat (21/8/2026). Agustinus memprotes jumlah bantuan yang menurutnya tidak sebanding dengan kebutuhan masyarakat di wilayahnya.

Ia mengatakan bantuan harus dibagi kepada 21.171 warga yang tersebar di 11 desa. Agustinus juga mempersoalkan laporan yang menyebut bantuan yang disalurkan ke wilayah tersebut dalam jumlah besar, sementara kondisi yang diterima di posko menurutnya tidak demikian.

Berita Lainnya  Wagub Erwan Minta Warga Jabar Tak ke Jakarta Ikut Demo

Rangkaian laporan tersebut menunjukkan bahwa meski pemerintah mengeklaim telah bergerak cepat dan masif, persoalan pemerataan bantuan masih menjadi pekerjaan di sejumlah wilayah terdampak. Bagi warga yang masih bertahan di tenda, kecepatan penanganan tidak hanya diukur dari jumlah personel atau logistik yang dikerahkan, tetapi juga dari apakah kebutuhan dasar benar-benar telah sampai kepada mereka.***

Sumber : Radar Solo

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Ramai Fenomena Planet Venus Berdekatan dengan Bulan Sabit, ini Penjelasan BRIN

JAKARTA - Fenomena langit malam berupa bulan sabit yang tampak berdampingan dengan sebuah titik cahaya terang di langit pada Senin (14/9/2026) malam, akhirnya terjawab....

Purbaya Dicopot dari Jabatannya Saat Rapat Bersama Komite IV DPD RI, Digantikan Suahasil Nazara

JAKARTA - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mendapat panggilan telepon penting dari Istana dan meninggalkan ruang rapat gabungan di Kompleks Parlemen pada Senin, 14...

KPK Tangkap 17 Orang Terkait Pengurusan HGB di Kabupaten Bogor

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap 17 orang dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) di wilayah Jabodetabek, pada Senin (14/9/2026). Beberapa di antaranya ada Direktur...

Mantan Bupati Bekasi Divonis 6 Tahun Penjara, Bayar Rp 10,4 Miliar, Hak Politik Dicabut 10 Tahun

BANDUNG - Bupati Bekasi nonaktif Ade Kuswara Kunang divonis enam tahun penjara dalam perkara tindak pidana korupsi. Putusan dibacakan Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Bandung...

Setelah Aksi Tanam Pohon Pisang di Jalan Badami-Loji, Warga Karawang Selatan Demo Dedi Mulyadi

KARAWANG - Setelah sebelumnya melakukan aksi tanam pohon pisang di Jalan Badami-Loji, kini warga Karawang Selatan melakukan aksi demonstrasi terhadap Gubernur Jawa Barat, Kang...

Hukum

KPK Tangkap 17 Orang Terkait Pengurusan HGB di Kabupaten Bogor

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap 17 orang dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) di wilayah Jabodetabek, pada Senin (14/9/2026). Beberapa di antaranya ada Direktur...

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan