Rabu, Agustus 26, 2026
spot_img

Prabowo Klaim Respon Cepat Pemerintah Terhadap Bencana Gempa NTT

BALI – Presiden Prabowo Subianto mengeklaim respons pemerintah terhadap gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) berlangsung cepat dan masif.

Namun, sejumlah laporan dari lapangan menunjukkan masih ada warga yang mengaku kesulitan mendapatkan bantuan dasar setelah gempa mengguncang Flores pada 15 Agustus 2026.

Pernyataan Prabowo disampaikan saat peluncuran dan groundbreaking Program Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) 100 GWp di Jembrana, Bali, Selasa (25/8/2026).

“Di NTT reaksi kita sangat cepat, sangat masif. Di mana-mana negara kita hadir,” ujar Prabowo.

Di lapangan, persoalan distribusi bantuan masih menjadi sorotan. Enam hari setelah gempa, warga di lima anak kampung di Desa Golo Mangung, Manggarai Timur, mengaku belum menerima bantuan pemerintah. Mereka masih bertahan di tenda darurat dengan perlengkapan seadanya karena khawatir terhadap gempa susulan.

Berita Lainnya  Singgung Pembagian 'Fee' Saat Live di Medsos, Dedi Mulyadi Minta ASN di Bandung Barat Diberi Sanksi Tegas

Keluhan serupa muncul di Nangahure Lembah, Kabupaten Sikka. Sejumlah warga mengaku hingga hari keenam pascagempa belum menerima bantuan apa pun. Kondisi tersebut disebut berbeda dengan pengungsi yang berada di lokasi terpusat dan lebih rutin menerima bantuan.

Kondisi pengungsian juga menjadi perhatian setelah seorang balita berusia dua tahun, Mario Calviano Guru, meninggal dunia pada 20 Agustus 2026. Balita asal Nagekeo itu sebelumnya berada di Posko Pengungsian Bukit Puta. Laporan dari lokasi menyebut persediaan selimut dan air bersih terbatas, sementara warga harus bertahan menghadapi suhu dingin pada malam hari.

Berita Lainnya  Sekda Karawang Jadi Narasumber di Forum Smart City Jakarta

Persoalan distribusi bantuan bahkan memicu ketegangan antara Camat Lamba Leda Utara, Manggarai Timur, Agustinus Supratman, dan seorang pejabat BNPB pada Jumat (21/8/2026). Agustinus memprotes jumlah bantuan yang menurutnya tidak sebanding dengan kebutuhan masyarakat di wilayahnya.

Ia mengatakan bantuan harus dibagi kepada 21.171 warga yang tersebar di 11 desa. Agustinus juga mempersoalkan laporan yang menyebut bantuan yang disalurkan ke wilayah tersebut dalam jumlah besar, sementara kondisi yang diterima di posko menurutnya tidak demikian.

Berita Lainnya  Gegara Program LKS Gratis, Bupati Aep 'Dimusuhin' Anak Buahnya Sendiri

Rangkaian laporan tersebut menunjukkan bahwa meski pemerintah mengeklaim telah bergerak cepat dan masif, persoalan pemerataan bantuan masih menjadi pekerjaan di sejumlah wilayah terdampak. Bagi warga yang masih bertahan di tenda, kecepatan penanganan tidak hanya diukur dari jumlah personel atau logistik yang dikerahkan, tetapi juga dari apakah kebutuhan dasar benar-benar telah sampai kepada mereka.***

Sumber : Radar Solo

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Massa Demo Tandingan AMPB Pakai Masker, Diteriaki ‘Demo Bayaran’

JAKARTA - Massa tandingan Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) menggelar demo di Gedung DPR RI, Jakarta Pusat, Rabu (26/8/2026). Kelompok yang berjumlah puluhan orang yang...

Wagub Erwan Minta Warga Jabar Tak ke Jakarta Ikut Demo

BANDUNG - Rencana aksi demonstrasi sejumlah kelompok masyarakat di Jakarta pada 27 Agustus 2026 mendapat perhatian Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Wakil Gubernur Jabar Erwan Setiawan...

Viral Anak 5 Tahun Meninggal di Tenda Darurat, Kemenkes Bilang Bukan karena Trauma Akibat Gempa

Viral di media sosial seorang ibu yang menangis histeris melihat putrinya yang berusia 5 tahun meninggal dunia di RSUD Aeramo, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara...

Ceceran Oil Spill Cemari Pantai Cemara Jaya, PHE ONWJ Sebut Tidak Ada Kebocoran Fasilitas Operasi

KARAWANG - Pencemaran oil spill diduga kembali di pesisir Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Kali ini, ceceran material hitam kecokelatan berbentuk butiran ditemukan membentang di...

‘Ikan Kiamat’ Ditemukan Terdampar di Pantai Lombok Timur

LOMBOK - Seekor ikan oarfish yang dikenal sebagai ikan 'kiamat' ditemukan terdampar dalam kondisi mati di Pantai Pink, Desa Sekaroh, Kecamatan Jerowaru, Lombok Timur,...

Hukum

RUU Perampasan Aset Disahkan Paling Lambat Desember 2026

JAKARTA - Komisi III DPR RI bakal mempercepat penyusunan dan pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset, agar bisa disahkan paling lambat Desember 2026. Ketua Komisi...

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan