Selasa, September 15, 2026
spot_img

Untuk Penuhi Gaya Hidup, Mahasiswa ini Berpura-pura Diculik, Minta Uang Tebusan Rp 90 Juta ke Orang Tua

MAKASSAR – Polisi menangkap seorang mahasiswa berinisial EE (23) usai diduga berpura-pura diculik dan disekap hingga meminta uang tebusan Rp 90 juta ke orang tuanya (ortu). Pelaku melakukan rekayasa agar dapat uang dari ortunya.

Kanit Jatanras Satreskrim Polrestabes Makassar, AKP Sangkala mengatakan, kasus ini berawal dari orang tua korban melaporkan kasus pengancaman tersebut pada Jumat (7/8). Awalnya pihak orang tua mahasiswa ini hilang kontak dan mendapatkan pesan dari seseorang yang mengaku menyekap anaknya.

“Berawal dari adanya pengaduan masyarakat di Polrestabes Makassar ke Jatanras tentang adanya peristiwa di mana anaknya yang seorang mahasiswa hilang kontak dengan orang tuanya,” ujar AKP Sangkala, pada Rabu (12/8/2026).

Berita Lainnya  Polisi Amankan Seorang Pria di Bekasi yang Posting Narasi Provokatif Ajakan 'Kepung DPR'

Orang tua pelaku ini kemudian mendapat informasi bahwa anaknya disebut memiliki utang puluhan juta. Mereka diminta segera membayar uang tersebut karena anaknya diklaim sedang disekap dan diancam akan dibunuh jika permintaan tidak dipenuhi.

“Kemudian orang tua yang dimaksud dihubungi oleh seseorang dengan mengatakan bahwa anaknya ini memiliki sangkutan uang sekitar Rp 90 juta dan diminta kepada orang tua segera menebus. Anaknya sementara dalam penguasaan pemilik uang dan disekap, bahkan akan dibunuh apabila tidak segera menyelesaikan sangkutan uang itu,” kata Sangkala.

Berita Lainnya  Pria Asal Jakarta Diamankan Polisi, Setelah Diduga Curi Sejumlah Rok Ajak SD

Tim URC Jatanras Polrestabes Makassar melakukan penyelidikan dengan mengumpulkan sejumlah bukti. Polisi akhirnya menemukan keberadaan EE di sebuah rumah kos di kawasan Tamalanrea, Makassar, pada Rabu (12/8) pagi.

“Namun setelah dilakukan pendalaman, ditemukan fakta bahwa yang melakukan pengancaman bahwa anak itu diculik dan sebagainya adalah merupakan korban itu sendiri dengan membuat suatu sandiwara dengan alasan untuk bisa mendapatkan uang dari orang tuanya,” ungkap Sangkala.

Berdasarkan hasil interogasi, uang yang diminta dari orang tuanya rencananya digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan gaya hidup pelaku. EE kemudian memilih membuat skenario seolah-olah dirinya diculik dan disekap untuk mendapatkan uang dari orang tuanya.

Berita Lainnya  Beli Rokok Tapi Duitnya Kurang, Preman Kampung ini Ancam Gadis Pemilik Warung, Berakhir Diciduk Polisi

“Dengan kebutuhan sehari-hari, kehidupan hedon, sehingga muncul pemikiran untuk mendapatkan uang dari orang tuanya dengan cara memeras orang tuanya dengan berpura-pura bahwa dia sementara diculik dan disekap,” jelasnya.***

Sumber : detikSulsel

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>
SourceSUMBER :

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Ramai Fenomena Planet Venus Berdekatan dengan Bulan Sabit, ini Penjelasan BRIN

JAKARTA - Fenomena langit malam berupa bulan sabit yang tampak berdampingan dengan sebuah titik cahaya terang di langit pada Senin (14/9/2026) malam, akhirnya terjawab....

Purbaya Dicopot dari Jabatannya Saat Rapat Bersama Komite IV DPD RI, Digantikan Suahasil Nazara

JAKARTA - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mendapat panggilan telepon penting dari Istana dan meninggalkan ruang rapat gabungan di Kompleks Parlemen pada Senin, 14...

KPK Tangkap 17 Orang Terkait Pengurusan HGB di Kabupaten Bogor

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap 17 orang dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) di wilayah Jabodetabek, pada Senin (14/9/2026). Beberapa di antaranya ada Direktur...

Mantan Bupati Bekasi Divonis 6 Tahun Penjara, Bayar Rp 10,4 Miliar, Hak Politik Dicabut 10 Tahun

BANDUNG - Bupati Bekasi nonaktif Ade Kuswara Kunang divonis enam tahun penjara dalam perkara tindak pidana korupsi. Putusan dibacakan Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Bandung...

Setelah Aksi Tanam Pohon Pisang di Jalan Badami-Loji, Warga Karawang Selatan Demo Dedi Mulyadi

KARAWANG - Setelah sebelumnya melakukan aksi tanam pohon pisang di Jalan Badami-Loji, kini warga Karawang Selatan melakukan aksi demonstrasi terhadap Gubernur Jawa Barat, Kang...

Hukum

KPK Tangkap 17 Orang Terkait Pengurusan HGB di Kabupaten Bogor

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap 17 orang dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) di wilayah Jabodetabek, pada Senin (14/9/2026). Beberapa di antaranya ada Direktur...

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan