Kamis, Oktober 8, 2026
Google search engine

Untuk Penuhi Gaya Hidup, Mahasiswa ini Berpura-pura Diculik, Minta Uang Tebusan Rp 90 Juta ke Orang Tua

MAKASSAR – Polisi menangkap seorang mahasiswa berinisial EE (23) usai diduga berpura-pura diculik dan disekap hingga meminta uang tebusan Rp 90 juta ke orang tuanya (ortu). Pelaku melakukan rekayasa agar dapat uang dari ortunya.

Kanit Jatanras Satreskrim Polrestabes Makassar, AKP Sangkala mengatakan, kasus ini berawal dari orang tua korban melaporkan kasus pengancaman tersebut pada Jumat (7/8). Awalnya pihak orang tua mahasiswa ini hilang kontak dan mendapatkan pesan dari seseorang yang mengaku menyekap anaknya.

“Berawal dari adanya pengaduan masyarakat di Polrestabes Makassar ke Jatanras tentang adanya peristiwa di mana anaknya yang seorang mahasiswa hilang kontak dengan orang tuanya,” ujar AKP Sangkala, pada Rabu (12/8/2026).

Berita Lainnya  Satgas Premanisme Polda Jabar Tertibkan Jukir Liar, Calo hingga Penjual Miras

Orang tua pelaku ini kemudian mendapat informasi bahwa anaknya disebut memiliki utang puluhan juta. Mereka diminta segera membayar uang tersebut karena anaknya diklaim sedang disekap dan diancam akan dibunuh jika permintaan tidak dipenuhi.

“Kemudian orang tua yang dimaksud dihubungi oleh seseorang dengan mengatakan bahwa anaknya ini memiliki sangkutan uang sekitar Rp 90 juta dan diminta kepada orang tua segera menebus. Anaknya sementara dalam penguasaan pemilik uang dan disekap, bahkan akan dibunuh apabila tidak segera menyelesaikan sangkutan uang itu,” kata Sangkala.

Berita Lainnya  Rumah di Kompleks TNI Cijantung Digerebek Polisi, 11 Operator Judi Online Diamankan

Tim URC Jatanras Polrestabes Makassar melakukan penyelidikan dengan mengumpulkan sejumlah bukti. Polisi akhirnya menemukan keberadaan EE di sebuah rumah kos di kawasan Tamalanrea, Makassar, pada Rabu (12/8) pagi.

“Namun setelah dilakukan pendalaman, ditemukan fakta bahwa yang melakukan pengancaman bahwa anak itu diculik dan sebagainya adalah merupakan korban itu sendiri dengan membuat suatu sandiwara dengan alasan untuk bisa mendapatkan uang dari orang tuanya,” ungkap Sangkala.

Berdasarkan hasil interogasi, uang yang diminta dari orang tuanya rencananya digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan gaya hidup pelaku. EE kemudian memilih membuat skenario seolah-olah dirinya diculik dan disekap untuk mendapatkan uang dari orang tuanya.

Berita Lainnya  Memilukan! Pembunuhan Sekeluarga di Lampung, Anak Korban Ijab Kabul Pernikahan di Samping Jenazah Kedua Orang Tua dan Adiknya

“Dengan kebutuhan sehari-hari, kehidupan hedon, sehingga muncul pemikiran untuk mendapatkan uang dari orang tuanya dengan cara memeras orang tuanya dengan berpura-pura bahwa dia sementara diculik dan disekap,” jelasnya.***

Sumber : detikSulsel

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>
SourceSUMBER :

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Rumah di Kompleks TNI Cijantung Digerebek Polisi, 11 Operator Judi Online Diamankan

Aparat menggerebek kepolisian menggerebek sebuah rumah di Kompleks Perumahan Angkatan Darat (KPAD) Cijantung, Jakarta Timur, yang diduga dijadikan markas operator judi online pada Minggu,...

Dikonfirmasi Persoalan Sewa Alat Berat, Kadis DLH Bekasi Lecehkan Wartawan : “Kau Jelek, Bau Sekali Badanmu”

BEKASI - Polemik dugaan perlakuan tidak pantas Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bekasi, Syafri Donny Sirait, terhadap seorang wartawan terus menuai perhatian kalangan...

Wapres Gibran : “Kalau Saya Gak Lulus SMA, Gak Mungkin Saya Bisa Kuliah”

Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menyatakan bahwa tidak mungkin dirinya bisa melanjutkan kuliah hingga tingkat sarjana (S1) jika tidak lulus sekolah menengah atas (SMA). Pernyataan...

MK Tolak Gugatan Keabsahan Syarat Pendidikan Wapres Gibran

Mahkamah Konstitusi (MK) menyatakan permohonan gugatan terkait keabsahan syarat pendidikan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka tidak dapat diterima. Sidang putusan tersebut dipimpin oleh Ketua MK...

Memilukan! Pembunuhan Sekeluarga di Lampung, Anak Korban Ijab Kabul Pernikahan di Samping Jenazah Kedua Orang Tua dan Adiknya

Seorang anak korban pembunuhan satu keluarga di Kampung Purwa Jaya, Kecamatan Banjar Margo, Kabupaten Tulang Bawang, Lampung, melangsungkan prosesi ijab kabul pernikahan di hadapan...

Hukum

MK Tolak Gugatan Keabsahan Syarat Pendidikan Wapres Gibran

Mahkamah Konstitusi (MK) menyatakan permohonan gugatan terkait keabsahan syarat pendidikan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka tidak dapat diterima. Sidang putusan tersebut dipimpin oleh Ketua MK...

CAPTURE

Berita Pilihan

Peristiwa

Kriminal

Politik

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan