MAKASSAR – Polisi menangkap seorang mahasiswa berinisial EE (23) usai diduga berpura-pura diculik dan disekap hingga meminta uang tebusan Rp 90 juta ke orang tuanya (ortu). Pelaku melakukan rekayasa agar dapat uang dari ortunya.
Kanit Jatanras Satreskrim Polrestabes Makassar, AKP Sangkala mengatakan, kasus ini berawal dari orang tua korban melaporkan kasus pengancaman tersebut pada Jumat (7/8). Awalnya pihak orang tua mahasiswa ini hilang kontak dan mendapatkan pesan dari seseorang yang mengaku menyekap anaknya.
“Berawal dari adanya pengaduan masyarakat di Polrestabes Makassar ke Jatanras tentang adanya peristiwa di mana anaknya yang seorang mahasiswa hilang kontak dengan orang tuanya,” ujar AKP Sangkala, pada Rabu (12/8/2026).
Orang tua pelaku ini kemudian mendapat informasi bahwa anaknya disebut memiliki utang puluhan juta. Mereka diminta segera membayar uang tersebut karena anaknya diklaim sedang disekap dan diancam akan dibunuh jika permintaan tidak dipenuhi.
“Kemudian orang tua yang dimaksud dihubungi oleh seseorang dengan mengatakan bahwa anaknya ini memiliki sangkutan uang sekitar Rp 90 juta dan diminta kepada orang tua segera menebus. Anaknya sementara dalam penguasaan pemilik uang dan disekap, bahkan akan dibunuh apabila tidak segera menyelesaikan sangkutan uang itu,” kata Sangkala.
Tim URC Jatanras Polrestabes Makassar melakukan penyelidikan dengan mengumpulkan sejumlah bukti. Polisi akhirnya menemukan keberadaan EE di sebuah rumah kos di kawasan Tamalanrea, Makassar, pada Rabu (12/8) pagi.
“Namun setelah dilakukan pendalaman, ditemukan fakta bahwa yang melakukan pengancaman bahwa anak itu diculik dan sebagainya adalah merupakan korban itu sendiri dengan membuat suatu sandiwara dengan alasan untuk bisa mendapatkan uang dari orang tuanya,” ungkap Sangkala.
Berdasarkan hasil interogasi, uang yang diminta dari orang tuanya rencananya digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan gaya hidup pelaku. EE kemudian memilih membuat skenario seolah-olah dirinya diculik dan disekap untuk mendapatkan uang dari orang tuanya.
“Dengan kebutuhan sehari-hari, kehidupan hedon, sehingga muncul pemikiran untuk mendapatkan uang dari orang tuanya dengan cara memeras orang tuanya dengan berpura-pura bahwa dia sementara diculik dan disekap,” jelasnya.***
Sumber : detikSulsel










