Jumat, September 25, 2026
Google search engine

Bentuk Protes Harga Telur Terus Anjlok, Peternak di Yogyakarta Bagikan Ribuan Ekor Ayam

JOGJA – Ratusan peternak di DIY mendatangi kantor DPRD DIY, Senin (10/08/2026). Sebelum masuk ke gedung wakil rakyat tersebut, mereka terlebih dahulu membagi-bagikan ayam petelur gratis di Kawasan Malioboro.

Ada sekitar 1.600 ekor ayam yang dibagikan sebagai bentuk protes terhadap harga telur dan ayam afkir yang anjlok. Di satu sisi, Harga pakan masih relatif tinggi.

Tergabung dalam Paguyuban Peternak Petelur Yogyakarta (P3Y), mereka adalah peternak petelur dari Kabupaten Bantul, Sleman, Gunungkidul dan Kulon Progo. Mereka tiba di Kantor DPRD DIY menggunakan beberapa mobil bak terbuka yang berisi ribuan ayam petelur untuk selanjutnya dibagikan kepada masyarakat.

Berita Lainnya  Anak Buahnya Kena OTT KPK, Petani Karawang Sempat Demo Minta Prabowo Copot Nusron Wahid

Bahkan sejumlah penumpang Trans Jogja juga ikut kecipratan mendapatkan ayam dari peternak tersebut.

Andry Patra selaku perwakilan peternak DIY mengatakan, kedatangan mereka ke DPRD DIY ini dalam rangka ‘wadul’ ke pemerintah terkait harga pakan. “Sekaligus sebagai bentuk sedekah kepada masyarakat,” ujarnya.

Dalam kesempatan ini, peternak juga ingin agar masyarakat tahu. Kalau mereka sedang mengeluh, sedih dan mengalami kerugian cukup besar. Untuk itu, mereka sengaja memilih Malioboro sebagai tempat untuk membagi-bagikan ayam.

Lebih lanjut Andry mengungkapkan, jika sejak tiga bulan terakhir harga telur di pasaran sedang tidak stabil. Saat ini harga telur berada di kisaran Rp 22.000 per kilogram. Harga tersebut masih jauh di bawah harga ideal bagi peternak di kisaran Rp 24.000 – Rp 25.000 per kilogram.

Berita Lainnya  Diduga Terlibat Korupsi, Kiyai NU ini Minta KPK Segera Tangkap Nusron Wahid

Untuk kerugiannya bisa jutaan, ratusan bahkan milyar rupiah. Tergantung populasi peternak masing-masing. Namun, rata-rata per hari dipastikan peternak itu merugi antara Rp 4.000 hingga Rp 5.000 per kilogram. Tinggal dikalikan berapa jumlah telur yang mereka produksi dan populasi ternaknya.

Tak hanya harga telur, peternak juga mengeluhkan turunnya harga ayam afkir. Untuk itu, peternak meminta kepada pemerintah untuk membantu penyerapannya.

Di saat yang bersamaan, peternak masih dihadapkan dengan tingginya harga pakan. Bahkan naik hingga 30-40 persen.

Berita Lainnya  Ketua DPRD Kota Malang Sepakat Hentikan dan Evaluasi Total Program MBG

Saat ini, harga pakan konsentrat sekitar Rp 480.000 atau Rp 8.000 per kilogram setelah jadi pakan. Disaat, sudah bertelur justru harga telurnya turun. Imbasnya peternak jadi merugi.***

Sumber : Akurat.co

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>
SourceSUMBER :

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Muncul Spekulasi Publik Jika WBP yang Kepergok di Fasilitas Mewah Lapas Cibinong Adalah Tersangka Korupsi Jimmy Masrin

ENTAH mana yang harus dipercaya, temuan sidak Ombudsman RI atau pernyataan klarifikasi dari Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Kanwil Jabar. Yang pasti temuan fasilitas mewah...

4 Guru SDN 58 Lengkese Alami Gatal-gatal Mulut Setelah Cicipi MBG Sebelum Dibagikan ke Siswa, Terbukti Mengantuk Boraks

Menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dikirim ke UPT SD Negeri 58 Lengkese, Kecamatan Mangarabombang, Kabupaten Takalar, batal dibagikan kepada siswa setelah sejumlah guru...

Gak Terima Diputusin, Pria ini Ancam Pacarnya Pakai Badik, Bakal Terima Diputusin Kalau Si Cewek Ngasih Duit Rp 200 Ribu

Pemuda berinisial F (22) di Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), diamankan polisi setelah diduga mengancam mantan pacarnya, AR (19), menggunakan senjata tajam jenis badik. Pelaku...

Pimpinan Ponpes Abul Barokat Bantah Pelecehan Santriwati, Bakal Laporkan Media BBC Indonesia

Pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes) Abul Barokat Wannafahat, Kecamatan Jonggat, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), Ahmad Imanuddin Sumar alias AIS atau Abah, menyatakan mundur...

Tanggapi Pernyataan Prabowo, Mahfud MD : “Banyak juga Presiden yang Goblok”

Mahfud MD menilai pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menyebut pakar atau profesor "saking pintarnya jadi goblok" tidak etis disampaikan oleh seorang kepala negara. Mahfud MD...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

Peristiwa

Kriminal

Politik

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan