Jumat, September 25, 2026
Google search engine

Diduga Korban Perampokan, Ibu dan Anak Tewas Tragis dalam Kondisi Terikat

LANDAK – Warga digegerkan oleh penemuan jasad seorang ibu dan anak balitanya di kawasan hutan Dusun Mamo, Desa Kedama, Kecamatan Kuala Behe, Kabupaten Landak, Kalimantan Barat. Tubuh kedua korban ditemukan dalam kondisi terikat.

Korban diketahui bernama Asniwati (39) dan anak perempuannya, Dina (3). Polisi menyelidiki dugaan pembunuhan yang diduga berkaitan dengan perampokan.

Informasi sementara menyebutkan hilangnya uang sekitar Rp 135 juta dan emas 30 gram.

Berita Lainnya  Muncul Spekulasi Publik Jika WBP yang Kepergok di Fasilitas Mewah Lapas Cibinong Adalah Tersangka Korupsi Jimmy Masrin

“Setelah dilakukan pencarian, korban pertama yang ditemukan adalah anaknya terlebih dahulu dalam keadaan terikat. Kemudian berjarak kurang lebih 20 meter dari lokasi anak, ditemukan sang ibu dengan kondisi yang sama, terikat dengan karet,” kata Kasat Reskrim Polres Landak AKP Kuswiyanto, Sabtu (8/8/2026).

Kasus ini terungkap setelah suami Asniwati mencari istri dan anaknya yang tidak ditemukan di pondok tempat mereka bekerja pada Jumat (7/8). Khawatir terjadi sesuatu, suami korban kemudian meminta bantuan warga untuk melakukan pencarian.

Berita Lainnya  Apes! Salah Sasaran Malah Palak Mantan Ajudan Dedi Mulyadi, Preman ini Berakhir Diciduk Polisi

Pencarian dilakukan secara berkelompok oleh warga Desa Angkanyar dan Desa Kedama mulai sekitar pukul 18.30 WIB. Pencarian mengarah ke kawasan hutan yang berada tidak jauh dari pondok korban.

Polisi kemudian mendatangi lokasi dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Dari pemeriksaan awal di lokasi, polisi menemukan kedua korban dalam kondisi terikat. Terdapat bekas jeratan karet atau beladar pada tubuh korban.

Hasil visum luar sementara juga menunjukkan adanya sejumlah luka pada tubuh korban.

Berita Lainnya  Dugaan Korupsi Rekrutmen Tenaga Honorer, Sekda Lampung Tengah Resmi Ditahan

“Kami menemukan sedikit luka luar pada tubuh korban serta bekas jeratan ban karet (beladar) yang digunakan untuk mengikat mereka,” jelas Kuswiyanto.***

Sumber : Detikcom

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>
SourceSUMBER :

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Muncul Spekulasi Publik Jika WBP yang Kepergok di Fasilitas Mewah Lapas Cibinong Adalah Tersangka Korupsi Jimmy Masrin

ENTAH mana yang harus dipercaya, temuan sidak Ombudsman RI atau pernyataan klarifikasi dari Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Kanwil Jabar. Yang pasti temuan fasilitas mewah...

4 Guru SDN 58 Lengkese Alami Gatal-gatal Mulut Setelah Cicipi MBG Sebelum Dibagikan ke Siswa, Terbukti Mengantuk Boraks

Menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dikirim ke UPT SD Negeri 58 Lengkese, Kecamatan Mangarabombang, Kabupaten Takalar, batal dibagikan kepada siswa setelah sejumlah guru...

Gak Terima Diputusin, Pria ini Ancam Pacarnya Pakai Badik, Bakal Terima Diputusin Kalau Si Cewek Ngasih Duit Rp 200 Ribu

Pemuda berinisial F (22) di Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), diamankan polisi setelah diduga mengancam mantan pacarnya, AR (19), menggunakan senjata tajam jenis badik. Pelaku...

Pimpinan Ponpes Abul Barokat Bantah Pelecehan Santriwati, Bakal Laporkan Media BBC Indonesia

Pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes) Abul Barokat Wannafahat, Kecamatan Jonggat, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), Ahmad Imanuddin Sumar alias AIS atau Abah, menyatakan mundur...

Tanggapi Pernyataan Prabowo, Mahfud MD : “Banyak juga Presiden yang Goblok”

Mahfud MD menilai pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menyebut pakar atau profesor "saking pintarnya jadi goblok" tidak etis disampaikan oleh seorang kepala negara. Mahfud MD...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

Peristiwa

Kriminal

Politik

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan