Minggu, November 8, 2026
Google search engine

Anggaran Rp 6,6 Miliar, Jalan Butut Viral Kemiri – Jayamakmur Akhirnya Diperbaiki Pemkab Karawang

KARAWANG – Masih ingatkah kita dengan ‘jalan butut’ ini, jalan pengubung Desa Kemiri – Jayamakmur yang sempat viral dilalui siswa Sekolah Dasar (SD) bernama Sultan, pada Juni 2026 lalu.

Sesuai dengan janjinya, kini Pemkab Karawang melalui Dinas PUPR Karawang tengah memperbaiki jalan yang menjadi akses utama Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) di Kecamatan Jayakerta tersebut.

Perbaikan jalan ini dinilai penting, karena selain menjadi menjadi akses TPST, tetapi juga menjadi akses aktivitas ekonomi warga khususnya bagi para petani, serta banyak dilalui siswa sekolah.

Berita Lainnya  Dinilai Provokatif, Para Sesepuh Ormas/LSM di Karawang Mengecam Keras Pernyataan H. Toha Sugiarto

Kabid Jalan dan Jembatan Dinas PUPR Karawang, Dani mengatakan, dengan nilai kontrak Rp 6,6 miliar lebih, perbaikan jalan sepanjang 2.328 meter dengan lebar 5 meter tersebut dikerjakan selama 120 hari kerja.

Disampaikannya, perbaikan jalan ini dikerjakan CV. Aspirasi Luhur yang ditarget selesai pada 23 November 2026.

“Pembangunan proyek pembangunan jalan ini dibiayai dari APBD yang salah satunya bersumber dari pajak daerah yang dibayarkan oleh masyarakat. Intinya dari masyarakat untuk masyarakat,” tutur Dani, saat dikonfirmasi Redaksi Opiniplus.com.

Sebelumnya diberitakan, desakan untuk membangun dan memperbaiki jalan rusak di perbatasan Desa Kemiri dan Desa Jayamakmur, Kecamatan Jayakerta, muncul pasca ramai video siswa sekolah dasar (SD) inspiratif yang harus berjalan kaki sepanjang 5 kilo meter di ‘pagi buta’ untuk pergi ke sekolah.

Berita Lainnya  Demo Sumpah Pemuda dan 2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, Mahasiswa Saling Dorong dengan Aparat

Desakan ini muncul dari Forum Karawang Utara Bergerak (Forum KUB) yang meminta pemkab melalui Dinas PUPR Karawang untuk segera memperbaiki ‘jalan butut’ tersebut.

Ketua Fotum KUB, Angga Dhe Raka mengatakan, di tengah klaim Karawang sebagai Kota Industri, paradoks pembangunan justru sedang terjadi. Yaitu dimana kondisi jalan di willayah pekotaan yang terus ‘dipercantik’, tetapi masih banyak jalan rusak di pedesaan khususnya di wilayah Karawang Utara yang masih terus dibiarkan pemerintah.

Berita Lainnya  LBH Cakra Indonesia Tuding Ratusan Proyek RKB 'Acak-acakan', Kadisdikbud Janji Evaluasi Tambah Konsultan

Sehingga menurutnya, jalan rusak di perbatasan Desa Kemiri dan Desa Jayamakmur ini menjadi salah satu potret masih adanya ketimpangan pembangunan. Padahal sejatinya, kata Angga, setiap masyarakat memiliki hak yang sama untuk merasakan hasil pembangunan.***

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Bahlil Bantah Terlibat Kasus Penyadapan Ilegal HP Presiden

MALUKU - Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, dengan tegas membantah tudingan yang menyebutkan dirinya terlibat...

Aksi Women’s March Jakarta Sampaikan 9 Tuntutan, Sempat Dorong-dorongan dengan Polisi

JAKARTA - Aksi unjuk rasa Women's March Jakarta (WMJ) 2026 yang digelar hari ini, Sabtu, 7 November 2026, sempat diwarnai ketegangan berupa aksi saling...

Terbakar Api Cemburu, Pria ini Injak-injak Kekasihnya hingga Meninggal Dunia

KARAWANG - Polresta Karawang telah menangkap seorang pemuda berinisial RHT atau RH (20) setelah diduga melakukan penganiayaan brutal terhadap kekasihnya, AAP (22), hingga meninggal...

Tahanan Perempuan Hamil di Dalam Sel, Kapolsek Dompu Dicopot, Anggotanya Diperiksa Propam Polda NTB

DOMPU - Kapolsek Dompu, Ipda Sarbani, mendadak dicopot dari jabatannya. Pencopotan terjadi ketika viral isu mengenai seorang tahanan perempuan yang dikabarkan hamil di dalam...

Jokowi Marah di Persidangan, Karena Dokter Tifa Sempat Datangi Makam Orang Tuanya

JAKARTA - Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) mengaku sangat tersinggung dan marah ketika hadir sebagai saksi pelapor dalam sidang kasus dugaan ijazah palsu...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

Peristiwa

Kriminal

Politik

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan