Rabu, Oktober 28, 2026
Google search engine

Rekening Bank untuk 200 Juta Warga, Sulit Lawan Prabowo di Pemilu 2029

JAKARTA – Lawan politik Presiden Prabowo Subianto perlu menyiapkan strategi baru bila ingin bertarung pada Pilpres 2029.

Pasalnya Prabowo baru saja mengeluarkan senjata terbaru dan teranyar yang lebih dahsyat dari Program Makan Bergizi (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).

“Prabowo akan membuatkan rekening bank untuk 200 juta warga,” kata Aktivis Media Sosial, Rosadi Jamani, dikutip Sabtu 12 September 2026.

Pemerintah Indonesia tengah menyiapkan kebijakan pembukaan rekening bank massal bagi sekitar 200 juta penduduk melalui Bank Rakyat Indonesia dan Bank Syariah Indonesia.

Berita Lainnya  Prabowo Tegur Seskab Teddy yang Minta Pidatonya Diakhiri : "Gue nih Presiden, Ted"

Anggarannya sekitar Rp11 triliun dari APBN. Saldo awalnya Rp50.000 hingga Rp80.000 per rekening dan uang tersebut bisa langsung ditarik.

Syaratnya juga keren. WNI berusia 17 tahun ke atas atau yang baru mendapatkan KTP akan otomatis memiliki rekening setelah data NIK dari Dukcapil dipadankan dengan sistem Bank Indonesia (BI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

“Bagi yang sudah punya rekening di bank lain, datanya akan dikonsolidasikan agar semuanya terintegrasi secara nasional,” kata Rosadi.

Berita Lainnya  Khidmat dan Penuh Haru, Siswa SMAK Santo Aloysius Nyanyikan Lagu 'Ibu Pertiwi' di Tengah Kabut Pekat Karhutla

Masalahnya, kondisi masyarakat memang sedang tidak sederhana. Harga kebutuhan pokok mahal, lapangan kerja susah, dan ekonomi belum kunjung terasa membaik.

Belum lagi kepuasan publik terhadap Presiden Prabowo Subianto juga anjlok. Poltracking mencatat 78,1 persen pada Oktober 2025, lalu menjadi 55,1 persen pada Agustus 2026. ASI pada Juli 2026 mencatat 57,6 persen, Tempo Data Science 37 persen, dan SMRC 51,1 persen.

“Rakyat sebenarnya tidak hanya membutuhkan rekening. Rakyat membutuhkan pekerjaan, penghasilan, harga kebutuhan masuk akal, dan ekonomi benar-benar terasa membaik,” pungkas Rosadi.***

Berita Lainnya  KDM dan Bupati Aep Soroti Dugaan Calo Tenaga Kerja di Industri yang Lakukan Pungli Rp 3 - 15 Juta

Sumber : rmol.id

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Sudaryono Usul MBG Jadi Mata Pelajaran Wajib di Sekolah Seperti Penjaskes

JAKARTA - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tak hanya diarahkan untuk memenuhi kebutuhan gizi siswa. Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono, mengusulkan agar program...

481 Siswa SMP di Dramaga – Bogor Alami Keracunan MBG

BOGOR - Sebanyak 481 siswa SMP di Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor, diduga mengalami keracunan menu Makan Bergizi Gratis (MBG). Atas peristiwa ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab)...

Polisi Sebut Pelaku Pembacokan Bobotoh di Bogor Bukan Suporter Sepak Bola

BOGOR - Polisi mengatakan MR sebagai pelaku utama pembacokan ARK (16), seorang bobotoh yang ditemukan tewas di di Jalan Raya Jakarta-Bogor. MR ditangkap pada Senin...

Korupsi hingga TPPU, Mantan Bupati Gowa Resmi Ditahan

GOWA - Mantan Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang, resmi ditahan oleh penyidik Subdit III Tipidkor Polda Sulawesi Selatan pada Senin, 26 Oktober 2026. Setelah menjalani...

PSSI Kecam Keras Penyerangan yang Tewaskan Bobotoh di Bogor, Minta Polisi Tindak Tegas Pelaku

JAKARTA - Ketua Umum PSSI sekaligus Menpora, Erick Thohir, mengecam keras insiden penyerangan yang menewaskan seorang suporter Persib Bandung (Bobotoh) berinisial ARK (16 tahun)...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

Peristiwa

Kriminal

Politik

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan