Selasa, September 15, 2026
spot_img

Gegara Program LKS Gratis, Bupati Aep ‘Dimusuhin’ Anak Buahnya Sendiri

KARAWANG – Lantaran program buku LKS gratis bagi siswa SD dan SMP, Bupati Karawang, H. Aep Syaepuloh mengaku sampai dimusuhin beberapa orang, khususnya beberapa oknum guru atau tenaga pendidik di sekolah.

Kondisi ini diungkapkan langsung Bupati Aep, saat melantik dan mengambil sumpah jabatan Pejabat Administrator serta Pejabat Fungsional di lingkungan Pemerintah Kabupaten Karawang, bertempat di Plaza Pemda, pada Senin (3/8/2026) lalu.

“LKS Alhamdulillah (gratis). Walaupun ada yang tidak suka, benci sama saya,” ungkap Bupati Aep.

Bahkan saking bencinya, Bupati Aep mengungkap jika orang tersebut sampai ‘buang muka’ ketika berpapasan dengannya.

Berita Lainnya  Kejagung Pamerkan Tumpukan Duit Rp 1 Triliun Lebih Korupsi Pemanfaatan Kawasan Hutan Lampung

“Ketemu papasan ngabalieus (buang muka). Mungkin saking bencinya sama saya,” ungkapnya lagi.

Bupati Aep menjelaskan, jika saat ini Pemkab Karawang tengah fokus terhadap beberapa program prioritas. Selain LKS gratis, ada juga Universal Health Coverage (UHC) hingga penataan wilayah Cikampek dan Rengasdengklok.

Namun demikian, Bupati Aep mengaku tetap bersyukur karena ia masih dikelilingi  para ASN hebat, berdedikasi dan memiliki semangat tinggi untuk memberikan pelayanan terbaik ke masyarakat.

Berita Lainnya  Tunjukan Bukti Surat Penghentian Praktik Joki, Kuasa Hukum Tersangka VY Bantah 'Mensrea'

“Saya yakin dengan kebersamaan dan kolaborasi yang kuat, kita mampu menghadirkan pemerintahan yang semakin responsif, profesional dan memberikan manfaat nyata bagi seluruh warga Karawang,” kata Bupati Aep, melalui akun Instagram pribadinya.

Di kesempatan berbeda, kepada Redaksi Opiniplus.com, Bupati Aep membenarkan adanya kabar sebagian oknum tenaga pendidik yang membencinya pasca diluncurkan program LKS gratis.

Namun demikian, Bupati Aep tidak terlalu ‘ambil pusing’ dengan kondisi tersebut. Ia menggap hal tersebut merupakan resiko dari sebuah kebijakan yang diambilnya.

Berita Lainnya  Rekening Bank untuk 200 Juta Warga, Sulit Lawan Prabowo di Pemilu 2029

“Kalau memang ada gak apa-apa, itu resiko kebijakan, pasti ada yang suka dan tidak, yang jelas kita bekerja buat masyarakat,” tutur Bupati Aep.

Bupati Aep menegaskan, agar setiap orang tua atau wali murid melaporkan ke nomor hotline Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Karawang, apabila masih menemukan sekolah yang melakukan praktek jual-beli LKS.**”

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Ramai Fenomena Planet Venus Berdekatan dengan Bulan Sabit, ini Penjelasan BRIN

JAKARTA - Fenomena langit malam berupa bulan sabit yang tampak berdampingan dengan sebuah titik cahaya terang di langit pada Senin (14/9/2026) malam, akhirnya terjawab....

Purbaya Dicopot dari Jabatannya Saat Rapat Bersama Komite IV DPD RI, Digantikan Suahasil Nazara

JAKARTA - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mendapat panggilan telepon penting dari Istana dan meninggalkan ruang rapat gabungan di Kompleks Parlemen pada Senin, 14...

KPK Tangkap 17 Orang Terkait Pengurusan HGB di Kabupaten Bogor

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap 17 orang dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) di wilayah Jabodetabek, pada Senin (14/9/2026). Beberapa di antaranya ada Direktur...

Mantan Bupati Bekasi Divonis 6 Tahun Penjara, Bayar Rp 10,4 Miliar, Hak Politik Dicabut 10 Tahun

BANDUNG - Bupati Bekasi nonaktif Ade Kuswara Kunang divonis enam tahun penjara dalam perkara tindak pidana korupsi. Putusan dibacakan Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Bandung...

Setelah Aksi Tanam Pohon Pisang di Jalan Badami-Loji, Warga Karawang Selatan Demo Dedi Mulyadi

KARAWANG - Setelah sebelumnya melakukan aksi tanam pohon pisang di Jalan Badami-Loji, kini warga Karawang Selatan melakukan aksi demonstrasi terhadap Gubernur Jawa Barat, Kang...

Hukum

KPK Tangkap 17 Orang Terkait Pengurusan HGB di Kabupaten Bogor

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap 17 orang dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) di wilayah Jabodetabek, pada Senin (14/9/2026). Beberapa di antaranya ada Direktur...

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan