Selasa, September 15, 2026
spot_img

Kepala SPPG di Karanganyar Muntah Usai Cicipi Ayam Menu MBG

KARANGANYAR – Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk 94 siswa SDN 2 Jati, Kecamatan Jaten, Karanganyar, batal dibagikan pada Rabu (12/8/2026).

Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Jati menarik makanan setelah menemukan indikasi sebagian menu ayam rempah bermasalah saat proses pemasakan.

Kepala SPPG Jati, Abra Yodara, mengatakan temuan tersebut muncul pada batch kedua proses produksi. Sebelumnya, proses pemasakan batch pertama berjalan aman berdasarkan pemeriksaan internal SPPG.

Menurut Abra, proses batch kedua dimulai sekitar pukul 05.00 WIB. Saat pengolahan berlangsung, staf bersama ahli gizi melaporkan adanya masakan ayam yang aroma dan rasanya dinilai tidak seperti biasanya.

“Saya langsung ke dapur, saya kroscek. Saya cicipi yang terindikasi tidak layak itu,” kata Abra, dilansir dari VIVA Jogja, Rabu (12/8/2026).

Abra mengaku ikut mencicipi makanan tersebut untuk memastikan laporan dari staf dan ahli gizi. Setelah mencicipinya, ia mengalami muntah.

“Saya cicipi sendiri dan rekan-rekan juga mencicipi, tapi yang berdampak ke saya, muntah saja,” ujarnya.

Abra menegaskan dirinya tidak mengalami diare. Keluhan yang dirasakannya setelah mencicipi makanan tersebut hanya muntah.

Menu yang diperiksa itu merupakan ayam rempah. Abra mengatakan pada pemeriksaan awal saat bahan diterima, kondisi ayam masih baik. Namun, ketika masuk dalam proses pemasakan batch kedua, muncul indikasi adanya bagian ayam yang bermasalah.

Berita Lainnya  Askun : "BTN Tak Perlu Kebakaran Jenggot, karena yang Diburu Kejaksaan Adalah Oknum yang Rugikan Negara"

Ia memperkirakan sekitar 10 persen bahan ayam mengalami kondisi tersebut. Namun, Abra menegaskan angka itu masih merupakan perkiraan berdasarkan pemeriksaan internal SPPG.

“Baru perkiraan kami, karena memang saya cek itu ada dua baskom yang bermasalah. Itu tidak semuanya rusak, tapi saya takut ada apa-apa,” jelasnya.

Setelah mendapatkan laporan tersebut, Abra memutuskan makanan dari batch kedua tidak didistribusikan.

“Saya langsung ambil langkah. Daripada ada apa-apa, makanan untuk batch kedua tidak didistribusikan,” katanya.

Makanan yang tidak jadi didistribusikan tersebut kemudian dimusnahkan oleh pihak SPPG.

Penarikan dilakukan cepat

Abra menjelaskan, setelah menerima laporan dari staf dan ahli gizi, ia langsung mengambil tindakan. Ia menyebut sekitar pukul 07.00 WIB dirinya menerima laporan mengenai kondisi makanan tersebut.

Setelah melakukan pemeriksaan, Abra mengatakan pada sekitar pukul 08.01 WIB keputusan penarikan langsung dilakukan.

Satu menit kemudian, sekitar pukul 08.02 WIB, ia memerintahkan tim untuk menghubungi seluruh penanggung jawab atau PIC serta pengemudi agar makanan yang sudah dalam proses pengiriman segera ditarik.

“Jam 08.01 saya langsung terasa, 08.02 langsung saya perintahkan, hubungi seluruh PIC, hubungi driver langsung untuk menarik semuanya,” ujar Abra.

Laporan mengenai kejadian tersebut, kata dia, disampaikan secara berjenjang kepada pihak terkait, mulai dari koordinator wilayah hingga pihak berikutnya dalam struktur pelaporan.

Berita Lainnya  Soal Ceceran Oil Spill di Pantai Cemara Jaya, Bupati dan Kapolresta Tegas Minta PHE ONWJ Cek Fasilitas Operasional

Abra mengatakan kejadian tersebut merupakan pengalaman pertama bagi SPPG Jati.

Bahan ayam yang digunakan untuk menu tersebut berasal dari pemasok di wilayah sekitar. Setelah kejadian itu, SPPG Jati akan memperketat pemeriksaan bahan baku, termasuk proses pemilihan pemasok.

“Yang jelas kami akan memperketat lagi yang namanya pemilihan supplier,” katanya.

Selain pemeriksaan bahan, briefing internal juga akan diperkuat. Abra mengatakan tim akan mendapat pengarahan secara berkala, termasuk sebelum proses pemasakan dan setelah pemorsian.

Ia menjelaskan, pengaturan waktu produksi juga menjadi bagian dari briefing tim agar setiap tahapan dapat dipantau dengan lebih ketat.

Untuk distribusi berikutnya, Abra memastikan SPPG Jati tetap akan menjalankan produksi seperti biasa. Tidak ada rencana menggandakan jumlah makanan sebagai pengganti makanan yang tidak didistribusikan pada hari tersebut.

Menurut Abra, kejadian pada batch kedua tidak mengubah rencana produksi untuk hari berikutnya. SPPG akan kembali memasak sesuai jumlah yang telah ditentukan.

Makanan sempat tiba di SDN 2 Jati

Sementara itu, Guru SDN 2 Jati, Roni, membenarkan makanan MBG sempat tiba di sekolah sekitar pukul 08.00 WIB.

Namun, makanan belum sempat diturunkan dari kendaraan ketika pihak sekolah menerima informasi dari SPPG mengenai penarikan tersebut.

Berita Lainnya  Massa Demo Tandingan AMPB Pakai Masker, Diteriaki 'Demo Bayaran'

“Mobilnya datang, terus belum sampai diturunkan sudah langsung kembali lagi,” kata Roni.

Roni mengatakan makanan memang sempat masuk ke lingkungan sekolah, tetapi tidak sampai diturunkan maupun dibagikan kepada siswa.

Sebanyak 94 siswa di SDN 2 Jati seharusnya menerima MBG pada hari tersebut. Setelah mendapatkan pemberitahuan dari SPPG, pihak sekolah kemudian menyampaikan kepada siswa bahwa makanan tidak jadi dibagikan.

Menurut Roni, informasi dari SPPG menyebutkan sebagian kecil menu ayam dinilai kurang layak konsumsi sehingga distribusi untuk hari itu dihentikan.

Pemberitahuan tersebut disampaikan kepada siswa karena mereka biasanya menunggu pembagian MBG setelah waktu istirahat.

“Terus diinfokan ke siswa, soalnya biasanya siswa menunggu. Habis istirahat makan, kok MBG-nya belum datang,” ujar Roni.

Roni mengatakan informasi yang diterima sekolah menyebut penghentian distribusi hanya berlaku pada hari itu. Mengenai apakah MBG kembali dibagikan pada hari berikutnya, pihak sekolah belum menerima informasi lanjutannya.

Makanan MBG yang sempat tiba di SDN 2 Jati akhirnya kembali dibawa oleh kendaraan pengantar sebelum sempat diturunkan dan dibagikan kepada 94 siswa.***

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Ramai Fenomena Planet Venus Berdekatan dengan Bulan Sabit, ini Penjelasan BRIN

JAKARTA - Fenomena langit malam berupa bulan sabit yang tampak berdampingan dengan sebuah titik cahaya terang di langit pada Senin (14/9/2026) malam, akhirnya terjawab....

Purbaya Dicopot dari Jabatannya Saat Rapat Bersama Komite IV DPD RI, Digantikan Suahasil Nazara

JAKARTA - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mendapat panggilan telepon penting dari Istana dan meninggalkan ruang rapat gabungan di Kompleks Parlemen pada Senin, 14...

KPK Tangkap 17 Orang Terkait Pengurusan HGB di Kabupaten Bogor

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap 17 orang dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) di wilayah Jabodetabek, pada Senin (14/9/2026). Beberapa di antaranya ada Direktur...

Mantan Bupati Bekasi Divonis 6 Tahun Penjara, Bayar Rp 10,4 Miliar, Hak Politik Dicabut 10 Tahun

BANDUNG - Bupati Bekasi nonaktif Ade Kuswara Kunang divonis enam tahun penjara dalam perkara tindak pidana korupsi. Putusan dibacakan Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Bandung...

Setelah Aksi Tanam Pohon Pisang di Jalan Badami-Loji, Warga Karawang Selatan Demo Dedi Mulyadi

KARAWANG - Setelah sebelumnya melakukan aksi tanam pohon pisang di Jalan Badami-Loji, kini warga Karawang Selatan melakukan aksi demonstrasi terhadap Gubernur Jawa Barat, Kang...

Hukum

KPK Tangkap 17 Orang Terkait Pengurusan HGB di Kabupaten Bogor

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap 17 orang dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) di wilayah Jabodetabek, pada Senin (14/9/2026). Beberapa di antaranya ada Direktur...

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan