Minggu, Oktober 11, 2026
Google search engine

Viral Anak 5 Tahun Meninggal di Tenda Darurat, Kemenkes Bilang Bukan karena Trauma Akibat Gempa

Viral di media sosial seorang ibu yang menangis histeris melihat putrinya yang berusia 5 tahun meninggal dunia di RSUD Aeramo, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT) beberapa hari lalu.

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menjelaskan penyebab pasien meninggal dunia di RSUD Aeramo tersebut.

Direktur Surveilans dan Karantina Kesehatan (SKK) Kemenkes, Dr. Sumarjaya, mengatakan pasien tersebut meninggal bukan karena trauma akibat gempa maupun keterlambatan penanganan petugas medis.

“Saya pastikan pasien ini meninggal bukan karena trauma, bukan tidak ditolong. Tapi memang sudah punya riwayat sebelumnya seperti kejang-kejang, demam kompleks dan hipoglikemia. Kami langsung dapat informasi dari dokter yang menanganinya,” kata Sumarjaya dikonfirmasi IDN Times, Selasa (25/8/2026).

Berita Lainnya  Siswa SD di Lampung Tengah Meninggal Usai Tersedak Kelengkeng Menu MBG

Berdasarkan laporan medis dari tim dokter RSUD Aeramo yang menangani, pasien sudah dalam kondisi kaku, kejang-kejang dan demam tinggi yang telah berlangsung selama dua hari. Berdasarkan keterangan orangtua pasien, anaknya sudah demam tinggi selama dua hari.

“Jadi makan minumnya juga berkurang ditambah lagi muntah, diare empat kali sejak pukul 18.00 itu. Informasi yang saya dapatkan dari rumah sakit, pasien dengan keluhan kejang berulang sejak pukul 18.00. Datangnya sudah dalam kondisi kaku, kejang-kejang dan langsung ditangani petugas medis,” jelasnya.

Sebenarnya, kata Sumarjaya, pasien memiliki riwayat lahir cukup bulan, berat badan lahir normal, serta mendapatkan ASI eksklusif dengan baik. Pasien tidak mengalami batuk maupun pilek. Begitu tiba di rumah sakit, tim medis langsung melakukan penanganan darurat, termasuk pemeriksaan fisik komprehensif dan pengambilan sampel darah di laboratorium.

Berita Lainnya  Lahan Bekas PT. Beesco Indonesia Berubah Fungsi Jadi Gudang, Benarkah Belum Lengkapi Perizinan?

“Pasien diperiksa secara fisik oleh dokter di sana tapi memang keadaannya sudah sakit berat ketika sampai di rumah sakit. Jadi memang posisinya sudah datang kritis. Tapi tetap dilakukan pengecekan semuanya termasuk pemeriksaan darah di laboratorium,” kata dia.

Sumarjaya menjelaskan bahwa pasien mengalami beberapa kondisi komplikasi serius. Hasil diagnosis, pasien dalam status epileptikus, sepsis, demam kompleks, dehidrasi berat akibat diare, serta hipoglikemia.

​Kondisi pasien yang sudah terlanjur kritis dan terlambat dibawa ke fasilitas kesehatan membuat nyawanya tidak dapat diselamatkan. Meskipun tindakan medis darurat telah dilakukan secara maksimal oleh tim medis RSUD Aeramo.

Berita Lainnya  Kecewa Di-PHK Sepihak, Ibu-ibu Geruduk SPPG dan Ungkap Dugaan Ayam Busuk untuk Diolah Menu MBG

​Dia mengimbau masyarakat untuk segera membawa anggota keluarga terutama anak-anak ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat jika mengalami demam tinggi dan kejang berulang agar mendapat penanganan sedini mungkin.

“Jadi penyebabnya bukan karena faktor trauma, bukan karena tidak dilayani, tapi terlambat datang dan orangtuanya baru memberitahu. Setelah ada kejang dibawa ke rumah saki cuma datangnya itu sudah posisi kritis, akhirnya nggak sempat tertolong lagi,” tandasnya.***

Sumber : IDN Times

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Diduga Sengaja Dibakar Setelah Rusuh Razia HP, Lapas Merauke Kebakaran, Sejumlah Narapidana Melarikan Diri

MERAUKE - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) II B Merauke, Papua Selatan, diduga dibakar hingga sejumlah narapidana atau warga binaan melarikan diri. Kebakaran diduga dipicu kerusuhan...

Cekcok dan Perkelahian Anak Punk di Karawang Berakhir 2 Orang Dikabarkan Hilang Tenggelam

KARAWANG - Dua orang pemuda yang diduga anak punk bernama Abdullah (asal Sukamandi, Subang) dan Rian (asal Bayur) dilaporkan hilang tenggelam di Saluran Irigasi...

Loncat dari Lantai 3 Gedung, Aksi Heroik Seorang Ibu Saat Selamatkan Bocah dari Kebakaran

JAKARTA - Kebakaran melanda sebuah rumah makan (RM) Padang di Rawamangun, Pulogadung, Jakarta Timur (Jaktim). Saat kebakaran terjadi, ada aksi heroik seorang wanita yang...

Diduga Jadi Markas Peredaran Narkoba, Polisi Gerebek Eks Prostitusi Saritem, 21 Orang Positif

BANDUNG - Eks lokalisasi prostitusi di Kota Bandung, Saritem digerebek jajaran Satuan Reserse Narkoba Polrestabes Bandung, karena diduga menjadi markas peredaran narkoba. Dalam penggerebekan itu...

Nusron Wahid Mangkir dari Panggilan Pemeriksaan KPK

Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid, mangkir atau tidak memenuhi panggilan pemeriksaan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Rabu, 7...

Hukum

Nusron Wahid Mangkir dari Panggilan Pemeriksaan KPK

Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid, mangkir atau tidak memenuhi panggilan pemeriksaan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Rabu, 7...

CAPTURE

Berita Pilihan

Peristiwa

Kriminal

Politik

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan