Rabu, Agustus 26, 2026
spot_img

Viral Anak 5 Tahun Meninggal di Tenda Darurat, Kemenkes Bilang Bukan karena Trauma Akibat Gempa

Viral di media sosial seorang ibu yang menangis histeris melihat putrinya yang berusia 5 tahun meninggal dunia di RSUD Aeramo, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT) beberapa hari lalu.

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menjelaskan penyebab pasien meninggal dunia di RSUD Aeramo tersebut.

Direktur Surveilans dan Karantina Kesehatan (SKK) Kemenkes, Dr. Sumarjaya, mengatakan pasien tersebut meninggal bukan karena trauma akibat gempa maupun keterlambatan penanganan petugas medis.

“Saya pastikan pasien ini meninggal bukan karena trauma, bukan tidak ditolong. Tapi memang sudah punya riwayat sebelumnya seperti kejang-kejang, demam kompleks dan hipoglikemia. Kami langsung dapat informasi dari dokter yang menanganinya,” kata Sumarjaya dikonfirmasi IDN Times, Selasa (25/8/2026).

Berita Lainnya  Ketum Laskar NKRI Soroti Masih Menjamurnya Praktik Korupsi yang Berdampak pada 'Kemiskinan Ekstrem'

Berdasarkan laporan medis dari tim dokter RSUD Aeramo yang menangani, pasien sudah dalam kondisi kaku, kejang-kejang dan demam tinggi yang telah berlangsung selama dua hari. Berdasarkan keterangan orangtua pasien, anaknya sudah demam tinggi selama dua hari.

“Jadi makan minumnya juga berkurang ditambah lagi muntah, diare empat kali sejak pukul 18.00 itu. Informasi yang saya dapatkan dari rumah sakit, pasien dengan keluhan kejang berulang sejak pukul 18.00. Datangnya sudah dalam kondisi kaku, kejang-kejang dan langsung ditangani petugas medis,” jelasnya.

Sebenarnya, kata Sumarjaya, pasien memiliki riwayat lahir cukup bulan, berat badan lahir normal, serta mendapatkan ASI eksklusif dengan baik. Pasien tidak mengalami batuk maupun pilek. Begitu tiba di rumah sakit, tim medis langsung melakukan penanganan darurat, termasuk pemeriksaan fisik komprehensif dan pengambilan sampel darah di laboratorium.

Berita Lainnya  BNN Gerebek Kampung Bahari, Warga Melawan Lempar Batu hingga Petasan

“Pasien diperiksa secara fisik oleh dokter di sana tapi memang keadaannya sudah sakit berat ketika sampai di rumah sakit. Jadi memang posisinya sudah datang kritis. Tapi tetap dilakukan pengecekan semuanya termasuk pemeriksaan darah di laboratorium,” kata dia.

Sumarjaya menjelaskan bahwa pasien mengalami beberapa kondisi komplikasi serius. Hasil diagnosis, pasien dalam status epileptikus, sepsis, demam kompleks, dehidrasi berat akibat diare, serta hipoglikemia.

​Kondisi pasien yang sudah terlanjur kritis dan terlambat dibawa ke fasilitas kesehatan membuat nyawanya tidak dapat diselamatkan. Meskipun tindakan medis darurat telah dilakukan secara maksimal oleh tim medis RSUD Aeramo.

Berita Lainnya  Polda Jabar Tangkap 2 Orang Terduga Penghasutan di Medsos, Pernyataan Presiden Prabowo Soal Nuklir Iran

​Dia mengimbau masyarakat untuk segera membawa anggota keluarga terutama anak-anak ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat jika mengalami demam tinggi dan kejang berulang agar mendapat penanganan sedini mungkin.

“Jadi penyebabnya bukan karena faktor trauma, bukan karena tidak dilayani, tapi terlambat datang dan orangtuanya baru memberitahu. Setelah ada kejang dibawa ke rumah saki cuma datangnya itu sudah posisi kritis, akhirnya nggak sempat tertolong lagi,” tandasnya.***

Sumber : IDN Times

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Ceceran Oil Spill Cemari Pantai Cemara Jaya, PHE ONWJ Sebut Tidak Ada Kebocoran Fasilitas Operasi

KARAWANG - Pencemaran oil spill diduga kembali di pesisir Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Kali ini, ceceran material hitam kecokelatan berbentuk butiran ditemukan membentang di...

‘Ikan Kiamat’ Ditemukan Terdampar di Pantai Lombok Timur

LOMBOK - Seekor ikan oarfish yang dikenal sebagai ikan 'kiamat' ditemukan terdampar dalam kondisi mati di Pantai Pink, Desa Sekaroh, Kecamatan Jerowaru, Lombok Timur,...

DPO Narkoba Tewas Usai Baku Tembak dengan Polisi

LAMPUNG - Polda Lampung membenarkan adanya baku tembak antara personel kepolisian dan seorang bandar narkoba di Muara Jaya, Kelurahan Kotabumi Udik, Kecamatan Kotabumi, Kabupaten...

RUU Perampasan Aset Disahkan Paling Lambat Desember 2026

JAKARTA - Komisi III DPR RI bakal mempercepat penyusunan dan pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset, agar bisa disahkan paling lambat Desember 2026. Ketua Komisi...

Jabatan Dinonaktifkan Bupati, Kadishub Gowa Ngamuk Bubarkan Apel ASN

GOWA - Apel aparatur sipil negara (ASN) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa, Sulawesi Selatan, Senin (24/8/2026), diwarnai ketegangan setelah Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Gowa Agus...

Hukum

RUU Perampasan Aset Disahkan Paling Lambat Desember 2026

JAKARTA - Komisi III DPR RI bakal mempercepat penyusunan dan pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset, agar bisa disahkan paling lambat Desember 2026. Ketua Komisi...

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan