Selasa, September 15, 2026
spot_img

Kawal Program Presiden Prabowo, PKB Deklarasi ‘Satgas Prabowonomics’

JAKARTA – PKB melalui organisasi sayapnya, Panji Bangsa, membentuk Satuan Tugas (Satgas) Prabowonomics Panji Bangsa. Satgas tersebut didirikan Panji Bangsa sebagai tindak lanjut dari arahan Ketum PKB Muhaimin Iskandar atau Cak Imin untuk mengawal kebijakan ekonomi Presiden Prabowo Subianto.

“Kami menyatakan pada hari ini, Kamis tanggal 13 Agustus 2026 Dewan Komando Pusat Panji Bangsa mendeklarasikan Satuan Tugas (Satgas) Prabowonomics Panji Bangsa,” kata Ketum DKP Panji Bangsa PKB, Rivqy Abdul Halim, dalam deklarasinya di kantor DPP PKB, Jakarta Pusat, Kamis (13/8/2026).

Rivqy mengatakan Satgas Prabowonomics Panji Bangsa akan mengawal program Prabowo agar masyarakat dapat merasakan manfaat secara langsung. Satgas juga disebut akan memastikan pelaksanaan program strategis Prabowo terlaksana secara transparan dan akuntabel.

“Oleh sebab itu, sebagai Satuan Tugas Prabowonomics Panji Bangsa akan melaksanakan tugas sebagai berikut, mendukung secara utuh arah kebijakan dan program strategis Presiden Prabowo Subianto dalam bidang ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Mengawal program strategis Presiden Prabowo Subianto agar masyarakat dapat merasakan dampak dan manfaat secara langsung. Memastikan pelaksanaan program strategis Presiden Prabowo Subianto terlaksana,” ujarnya.

Berita Lainnya  Sempat Didemo Siswa, 'Guru Cabul' di SMAN 1 Pamanukan Ditetapkan Tersangka

Rivqy menunjuk Ahmad Riyadi sebagai Ketua Satgas dan Ragil Setyo Cahyono sebagai Sekretaris Satgas. Dalam paparannya, Ahmad Riyadi menjelaskan pihaknya akan melakukan dua agenda.

“Yang pertama, menjelaskan dari hulu substansi program dan kebijakan strategis Prabowonomics dalam sektor ekonomi. Yang kedua adalah memastikan implementasi program populis yang selama ini dijalankan oleh Presiden Prabowo itu dapat terlaksana dengan baik, tepat sasaran, dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, dan terhindar dari praktik-praktik yang berpotensi terjadi penyalahgunaan kewenangan,” kata Riyadi.

Riyadi mengatakan masyarakat masih banyak yang belum mengetahui kebijakan ekonomi Prabowo. Dia mencontohkan salah satu program yang banyak warga belum tahu adalah pembentukan PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI), yang dinilai mengurangi kebocoran ekspor.

Berita Lainnya  Kejari Karawang Pamerkan Tumpukan Duit Sitaan Korupsi Penyaluran KPR PT. BAS

“Presiden Prabowo juga menginisiatif terbentuknya PT DSI. PT DSI ini diharapkan mampu menjadi solusi atas kebocoran-kebocoran fiskal yang selama ini terjadi dari proses ekspor-impor. Kami punya data di tahun 2024, itu ada 29 negara yang selama ini menjadi mitra ekspor-impor Indonesia memiliki selisih dari kebocoran negara hampir sekitar 7 juta US dollar,” katanya.

“Seandainya anggaran ini kemudian dipakai untuk kesejahteraan masyarakat, maka akan berdampak signifikan terhadap pembangunan baik infrastruktur, sumber daya, sektor pendidikan, kesehatan, dan lain sebagainya,” imbuhnya.

Riyadi menyebut Satgas Prabowonomics Panji Bangsa juga akan mengawal program Makan Bergizi Gratis (MBG). Satgas tersebut, kata Riyadi, akan membantu memantau aktivitas penyelenggaraan MBG di lapangan.

Berita Lainnya  Apa Kabar Kasus Dugaan Pelecehan Sekpri Wabup Sumedang, PERADI : "Ini Bisa Jadi Presenden Buruk Kepemimpinan Dedi Mulyadi"

“Saya contoh misalkan ada program MBG. Fakta yang terjadi selama ini kita juga simak, evaluasi dari program ini adalah soal tata kelola. Tapi soal kemanfaatan program ini dampaknya sangat signifikan. Kekurangan lapangan pekerjaan yang selama ini dialami oleh masyarakat kita juga terjawab atas hadirnya program ini,” kata dia.

“Makanan bergizi yang hari ini menjadi salah satu faktor terjadinya stunting, itu juga mendapat efek dengan adanya atau hadirnya program-program ini. Terkait soal tata kelola, dengan adanya satuan tugas ini akan membantu untuk mensupervisi, memantau pelaksanaan aktivitas ini di lapangan,” lanjutnya.***

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Ramai Fenomena Planet Venus Berdekatan dengan Bulan Sabit, ini Penjelasan BRIN

JAKARTA - Fenomena langit malam berupa bulan sabit yang tampak berdampingan dengan sebuah titik cahaya terang di langit pada Senin (14/9/2026) malam, akhirnya terjawab....

Purbaya Dicopot dari Jabatannya Saat Rapat Bersama Komite IV DPD RI, Digantikan Suahasil Nazara

JAKARTA - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mendapat panggilan telepon penting dari Istana dan meninggalkan ruang rapat gabungan di Kompleks Parlemen pada Senin, 14...

KPK Tangkap 17 Orang Terkait Pengurusan HGB di Kabupaten Bogor

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap 17 orang dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) di wilayah Jabodetabek, pada Senin (14/9/2026). Beberapa di antaranya ada Direktur...

Mantan Bupati Bekasi Divonis 6 Tahun Penjara, Bayar Rp 10,4 Miliar, Hak Politik Dicabut 10 Tahun

BANDUNG - Bupati Bekasi nonaktif Ade Kuswara Kunang divonis enam tahun penjara dalam perkara tindak pidana korupsi. Putusan dibacakan Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Bandung...

Setelah Aksi Tanam Pohon Pisang di Jalan Badami-Loji, Warga Karawang Selatan Demo Dedi Mulyadi

KARAWANG - Setelah sebelumnya melakukan aksi tanam pohon pisang di Jalan Badami-Loji, kini warga Karawang Selatan melakukan aksi demonstrasi terhadap Gubernur Jawa Barat, Kang...

Hukum

KPK Tangkap 17 Orang Terkait Pengurusan HGB di Kabupaten Bogor

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap 17 orang dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) di wilayah Jabodetabek, pada Senin (14/9/2026). Beberapa di antaranya ada Direktur...

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan