Rabu, Oktober 28, 2026
Google search engine

Bukan Peserta Demo, Pedagang Cermin Tewas Dianiaya Sejumlah Orang Tak Dikenal

JAKARTA – Kerusuhan yang terjadi buntut aksi demonstrasi menuntut pengesahan RUU Perampasan Aset di sekitar DPR menelan korban jiwa. Bambang Setiyawan (59), warga Bendungan Hilir, Tanah Abang, Jakarta Pusat, tewas setelah terseret dalam kericuhan di kawasan Tanah Abang, Kamis (27/8/2027).

Detik-detik Bambang dianiaya sejumlah orang tidak dikenal viral di media sosial. Dalam video yang beredar, Bambang terlihat diseret beberapa orang ke tengah jalan. Ia kemudian tergeletak tak sadarkan diri setelah dipukuli.

Jumat (28/8/2026), bendera kuning terpasang di rumah Bambang di Tanah Abang kawasan Bendungan Hilir. Jenazah Bambang berada di dalam keranda yang ditutup kain hitam. Sejumlah warga tampak datang untuk mendoakan.

Berita Lainnya  Seorang Remaja di Bogor Tewas Dibacok Usai Laga Persib Bandung vs Garudayaksa

Bambang diketahui sehari-hari berjualan kaca atau cermin di pinggir Jalan Pejompongan Raya. Istrinya, Sudarsih (57), menceritakan detik-detik terakhir sebelum suaminya pergi dan akhirnya diketahui menjadi korban kericuhan.

Sudarsih mengatakan, pada Kamis sore, dirinya masih menemani Bambang berjualan. Biasanya, mereka menutup lapak sekitar pukul 18.00 WIB. Situasi saat itu di sekitar lokasi mulai dipenuhi massa.

Namun pukul 21.00, Bambang keluar untuk mengecek lapaknya, sayang Bambang tak kunjung kembali hingga larut malam. Sudarsih sempat mencari keberadaan suaminya dan menanyakan kepada sejumlah warga. Namun, Bambang tidak ditemukan.

Berita Lainnya  Bentrok Antarwaraga, Situasi di Cikampek Mencekam, Polisi Berjaga-jaga

“Saya ke situ anak saya sempat ngomong, ‘Mama tadi saya sudah dari situ tapi gak ada.’ Saya masih berharap ketemu kan. Ternyata saya ke situ gak ada,” ujar Sudarsih.

Sudarsih kemudian sempat tidur sekitar satu setengah jam sebelum terbangun sekitar pukul 03.00 WIB. Saat itu, keluarga mulai mencari Bambang setelah mendapat informasi bahwa dirinya masih tidak berada di rumah.

“Saya tahunya fix kalau dia benar-benar sudah jadi korban sekitar jam tigaan, jam empat lah, setengah empat itu saya baru fix tahu kalau dia udah gak ada. Itu kan anak saya langsung nyari,” kata Sudarsih.

Berita Lainnya  Rocky Gerung : ‎“Semua Pemain Bola Bagus dari Afrika karena MBG”

Keluarga kemudian mengetahui Bambang telah dibawa ke RS Polri. Bambang dinyatakan meninggal dunia setelah menjadi korban dalam kericuhan tersebut.***

Sumber : IDN Times

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Demo Sumpah Pemuda dan 2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, Mahasiswa Saling Dorong dengan Aparat

JAKARTA - Aksi saling dorong antara mahasiswa dan aparat gabungan TNI-Polri terjadi di depan Gedung UOB, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat, pada Rabu, 28...

Buka Rok Siswa dan Pegang Kemaluan, Guru Agama Nyaris Diamuk Wali Murid hingga Diamankan Polisi

DELI SERDANG - MJH (36), seorang guru honorer mata pelajaran Agama di SD Negeri 107407 Rimo Mungkur, Desa Bekukul, Kecamatan Namorambe, Kabupaten Deli Serdang,...

Sudaryono Usul MBG Jadi Mata Pelajaran Wajib di Sekolah Seperti Penjaskes

JAKARTA - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tak hanya diarahkan untuk memenuhi kebutuhan gizi siswa. Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono, mengusulkan agar program...

481 Siswa SMP di Dramaga – Bogor Alami Keracunan MBG

BOGOR - Sebanyak 481 siswa SMP di Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor, diduga mengalami keracunan menu Makan Bergizi Gratis (MBG). Atas peristiwa ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab)...

Polisi Sebut Pelaku Pembacokan Bobotoh di Bogor Bukan Suporter Sepak Bola

BOGOR - Polisi mengatakan MR sebagai pelaku utama pembacokan ARK (16), seorang bobotoh yang ditemukan tewas di di Jalan Raya Jakarta-Bogor. MR ditangkap pada Senin...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

Peristiwa

Kriminal

Politik

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan