Rabu, Oktober 28, 2026
Google search engine

Massa Pendemo Lempar Tikus ke Gedung Kejagung

JAKARTA – Massa demo di Gedung Kejaksaan Agung (Kejagung), Jakarta Selatan (Jaksel), melakukan aksi lempar tikus pada Jumat (24/7). Tindakan itu dilakukan sebagai bentuk kritik terhadap mantan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah yang diduga terlibat kasus dugaan korupsi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU).

Aksi demo dilakukan oleh sejumlah pendemo yang tergabung dalam Koalisi Masyarakat Sipil Antikorupsi. Mereka datang ke Kantor Kejagung sekitar pukul 14.05 WIB.

Di tengah aksi massa dengan tuntutan adili Febrie Adriansyah tersebut, massa aksi melemparkan tikus ke kantor Kejagung. Tikus-tikus itu dilemparkan sebagai simbol kritik.

“Febrie Adriansyah terduga korupsi dan tindak pidana pencucian uang, kawan-kawan. Lempar tikusnya ke Kantor Kejagung, kawan-kawan,” pekik seorang orator dari atas mobil komando.

Berita Lainnya  Anak Durhaka Aniaya Ibu Kandung Berakhir Diciduk Polisi, Menangis Saat Ditangkap di Kandang Ayam

Beberapa pendemo langsung merangsak mendekati Gerbang Utama Kejagung. Mereka kemudian melemparkan beberapa ekor tikus berukuran kecil. Tikus-tikus itu masuk melalui celah-celah kecil di antara gerbang yang tertutup.

Orator pun menegaskan bahwa aksi lempar tikus dilakukan sebagai pengingat, bahwa Kejagung harus memberantas setiap tikus yang diasosiasikan kepada koruptor.

“Supaya Kejaksaan Agung memberantas tikus-tikus yang hari ini masih berkeliaran, termasuk Febrie Adriansyah,” kata orator.

Sebelumnya, beberapa orator bergantian menyampaikan tuntutan. Mereka menyatakan bahwa kedatangan ke Kejagung bukan tanpa alasan.

Melainkan karena kasus Febrie yang sudah berminggu-minggu ditangani tidak kunjung jelas arahnya. Padahal sejumlah barang bukti sudah ditemukan oleh penyidik dan diserahkan kepada Kejagung.

Berita Lainnya  Polisi Amankan Pelaku Pembacokan Remaja Bobotoh Bogor

”Perkara ini sudah berminggu-minggu, tidak ada kejelasan dari Kejagung,” ucap orator tersebut.

Dengan barang bukti sejumlah uang tunai dalam pecahan USD, SGD, dan mata uang asing lainnya, Febrie seharusnya sudah diseret oleh Kejagung untuk mempertanggungjawabkan temuan tersebut. Apalagi, temuan emas batangan dengan berat mencapai 74 kilogram juga sudah disita dari rumah Febrie di Sentul, Bogor, Jawa Barat (Jabar).

”Febrie harus ditetapkan sebagai tersangka. Jangan sampai jaksa agung melindungi anak buahnya,” kata dia.

Sampai  berita ini dibuat, aksi demo masih berlangsung. Selain berorasi, beberapa pendemo membawa spanduk dengan tuntutan yang sama. Yakni menuntut kasus Febrie ditangani sesuai aturan yang berlaku.

Berita Lainnya  Prabowo : "Saya Tidak Mau Jadi Presiden, Rakyat Saya Miskin Terus, Malu Saya"

Mengingat barang bukti dan temuan-temuan penyidik dari rangkaian penggeledahan yang dilakukan sudah terang-benderang.

Terpisah, Kejagung telah menjadwalkan pemeriksaan Febrie Adriansyah sebagai saksi dalam kasus dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU) hari ini. Namun, mantan jampidsus tersebut belum tampak terlihat oleh awak media. Opsi jemput paksa pun terbuka.

Upaya paksa itu bakal dilakukan oleh Kejagung bila Febrie kembali mangkir. Sebelumnya, Febrie dijadwalkan untuk diperiksa pada Rabu (22/7). Dia beralasan kondisi kesehatan atau sakit. Sehingga tidak memenuhi panggilan penyidik 2 hari lalu.***

Sumber : Jawa Pos

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Sudaryono Usul MBG Jadi Mata Pelajaran Wajib di Sekolah Seperti Penjaskes

JAKARTA - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tak hanya diarahkan untuk memenuhi kebutuhan gizi siswa. Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono, mengusulkan agar program...

481 Siswa SMP di Dramaga – Bogor Alami Keracunan MBG

BOGOR - Sebanyak 481 siswa SMP di Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor, diduga mengalami keracunan menu Makan Bergizi Gratis (MBG). Atas peristiwa ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab)...

Polisi Sebut Pelaku Pembacokan Bobotoh di Bogor Bukan Suporter Sepak Bola

BOGOR - Polisi mengatakan MR sebagai pelaku utama pembacokan ARK (16), seorang bobotoh yang ditemukan tewas di di Jalan Raya Jakarta-Bogor. MR ditangkap pada Senin...

Korupsi hingga TPPU, Mantan Bupati Gowa Resmi Ditahan

GOWA - Mantan Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang, resmi ditahan oleh penyidik Subdit III Tipidkor Polda Sulawesi Selatan pada Senin, 26 Oktober 2026. Setelah menjalani...

PSSI Kecam Keras Penyerangan yang Tewaskan Bobotoh di Bogor, Minta Polisi Tindak Tegas Pelaku

JAKARTA - Ketua Umum PSSI sekaligus Menpora, Erick Thohir, mengecam keras insiden penyerangan yang menewaskan seorang suporter Persib Bandung (Bobotoh) berinisial ARK (16 tahun)...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

Peristiwa

Kriminal

Politik

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan