Rabu, Oktober 21, 2026
Google search engine

Ratusan Santri Manbaul Hikam – Sidoarjo Keracunan Usai Santap Menu MBG

SIDOARJO – Ratusan santri Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Desa Putat, Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo mengalami keracunan usai menyantap Makan Bergizi Gratis (MBG), Senin (1/9/2026) siang. Korban hingga kini masih terus bertambah.

Informasi yang dihimpun, keracunan ini bermula saat pembagian MBG kepada santri sekitar pukul 12.00 WIB. Saat itu, sebanyak 1.010 porsi makanan MBG dari SPPG Kalitengah dikonsumsi siswa-siswi di Madrasah Aliyah (MA) dan MTs Manbaul Hikam.

Para santri dan siswi kemudian makan siang bersama dengan menu MBG yang telah dibagikan. Pada pukul 16.00 WIB beberapa jam setelah makan siang, sejumlah santri mulai mengeluhkan gejala kesehatan.

Mereka mengalami pusing, mual, muntah, diare, hingga sesak napas. Pihak pengurus ponpes lantas membawa para korban awal ini ke bidan terdekat di Desa Putat untuk mendapatkan penanganan pertama.

Sekitar pukul 16.30 WIB, jumlah santri yang mengalami gejala mual dan muntah terus bertambah hingga mencapai puluhan santri. Melihat kondisi yang semakin mendesak, pengurus pesantren berinisiatif menghubungi layanan ambulans untuk mengevakuasi para santri ke RS Pusura dan RSUD Sidoarjo.

Setelah insiden keracunan ini, puluhan personel TNI dan Banser diterjunkan menjaga ketat Pondok Pesantren Manbaul Hikam. Mereka membantu mengatur lalu lintas puluhan ambulans yang keluar-masuk area pesantren.

Berita Lainnya  Cekcok dan Perkelahian Anak Punk di Karawang Berakhir 2 Orang Dikabarkan Hilang Tenggelam

Pantauan di lokasi, di luar area ponpes tampak wali santri atau orang tua mulai berdatangan ke ponpes. Namun mereka tak bisa masuk ke dalam karena gerbang ponpes dijaga ketat apara TNI dan Banser. Tak hanya orang tua, para jurnalis juga tak bisa masuk.

Bupati Sidoarjo, Subandi memastikan seluruh santri dan santriwati sudah ditangani medis dengan baik. Subandi menegaskan bahwa pihak pemerintah daerah bergerak cepat menanggulangi kejadian ini dan mengimbau para orang tua santri agar tidak panik.

“Insyaallah tinggal pemulihan. Semua sudah didata oleh pondok, jadi tidak ada kekhawatiran terhadap orang tua,” ujar Subandi dikutip detikJatim saat mengudara di Suara Surabaya, Selasa (1/9/2026).

Terkait dugaan penyuplai makanan dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tanggulangin, Subandi menyatakan akan melakukan evaluasi dan peninjauan langsung ke lokasi besok.

“Besok kita akan cek ke lokasi SPPG yang ada di Tanggulangin, kenapa sampai terjadi seperti ini. Tugas kita sebagai kepala daerah adalah pengawasan,” tandas Subandi.

Berita Lainnya  KIIC Masih Bungkam, Klaim Sertifikat HGB Kawasan Industri Tidak Ada Masalah

Menurut Subandi gejala ratusan santri hampir sama, yakni mual dan diare. Saat ini ratusan santri yang telah dibawa ke rumah sakit tinggal pemulihan.

“Persoalannya hanya diare-diare saja. Insyaallah tinggal pemulihan. Semua sudah didata oleh pondok, jadi tidak ada kekhawatiran terhadap orang tua,” ujar Subandi.

Subandi juga membantah tegas terkait adanya kabar santri yang meninggal dunia. Kabar ini beredar luas di media sosial yang menyebutkan 12 santri meninggal dunia akibat keracunan.

“Semuanya anak-anak kita yang tiba di rumah sakit semua sudah termonitor semua, ya. Ini tadi yang sudah sembuh-sembuh tak suruh pulangkan. Berarti tidak ada bahasa yang meninggal itu tidak ada, ya. Tidak ada yang meninggal,” kata Subandi.

Meski demikian, jumlah santri yang mengalami keracunan terus berdatangan ke rumah sakit. Tercatat hingga pukul 22.40 WIB, jumlah santri yang menjadi korban keracunan telah mencapai 293 orang yang dirawat di delapan rumah sakit.

“Sementara 293 santri dirawat di delapan rumah sakit,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo dr Lakhsmie Herawati Yuwantina.

Berita Lainnya  2 Jasad Anak Punk yang Dikabarkan Hilang Tenggelam Sudah Ditemukan, Tersangkut di Eceng Gondok

Sementara itu, RSUD Notopuro Sidoarjo menjadi salah satu rumah sakit yang menerima pasien dari Ponpes Manbaul Hikam. Pantauan pada Selasa (1/9/2026) malam, area poliklinik rumah sakit tampak dipadati pasien dan keluarga.

Terpisah, anggota TNI selaku pendamping SPPG setempat membeberkan daftar menu MBG yang dikonsumsi para santri. Ia menyebut MBG tersebut didistribusikan ke ponpes sekitar pukul 10.00 WIB dan dibagikan kepada para santri pukul 12.00 WIB.

“Menu hari ini nasi putih, telur orak-arik, tumis buncis baby corn, tempe bumbu Bali, dan buah apel,” kata Serka Andik, pendamping SPPG di lokasi ponpes.

Senada, salah satu santriwati, Syaza (15) membenarkan menu yang dimakan adalah nasi putih dan telur orak-arik. Namun ia menyebut sayurnya yang terasa tidak biasa rasanya.

“Yang dimakan nasi putih, telur orak-arik, tempe kayak bali, gak pedes. Sayur gak habis, yang kecut dari sayurnya,” tutur Syaza.***

Sumber : Detikcom

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Rocky Gerung : ‎“Semua Pemain Bola Bagus dari Afrika karena MBG”

JAKARTA - Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres), Rocky Gerung, menegaskan program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak semestinya dibatalkan pemerintah. Ia menilai pemenuhan gizi anak...

KPK Bantah Video Penangkapan Nusron Wahid, Upaya Jemput Paksa Masih Dipertimbangkan

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membantah unggahan video yang memperlihatkan penangkapan Menteri ATR/BPN, Nusron Wahid oleh penyidik. Dalam sebuah video yang diunggah akun infociseeng.id...

Polisi Imbau Masyarakat Tidak Berspekulasi, GCI Desak Hasil Uji Forensik Kebakaran Kantor ATR/BPN Karawang Dibuka ke Publik

KARAWANG - Polresta Karawang menyatakan penyebab kebakaran Kantor ATR/BPN Karawang pada 14 Oktober 2026 masih dalam penyelidikan. Polisi melalui Kasi Humas IPDA Muh Asim...

Ricuh Demo di Bandung, Massa Berpakaian Serba Hitam Serang Armada Polisi, 11 Personel Terluka

BANDUNG - Sebanyak 11 personel kepolisian menderita luka berat hingga luka ringan akibat serangan sekelompok massa berpakaian serba hitam pada penutupan aksi unjuk rasa...

Geger Penemuan Benda Logam Misterius di Perkebunan Kelapa Sawit, Diduga Serpihan Roket Pembawa Satelit Milik China

KOTIM - Sebuah benda logam misterius berukuran cukup besar ditemukan di tengah perkebunan kelapa sawit di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah (Kalteng) pekan...

Hukum

KPK Bantah Video Penangkapan Nusron Wahid, Upaya Jemput Paksa Masih Dipertimbangkan

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membantah unggahan video yang memperlihatkan penangkapan Menteri ATR/BPN, Nusron Wahid oleh penyidik. Dalam sebuah video yang diunggah akun infociseeng.id...

CAPTURE

Berita Pilihan

Peristiwa

Kriminal

Politik

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan