Kamis, Oktober 29, 2026
Google search engine

Kebakaran Rumah Panggung di Sukabumi Akibat Lilin Saat Mati Lampu, 3 Anak Tewas

SUKABUMI – Sebuah rumah panggung sederhana yang dihuni satu keluarga di Sukabumi, Jawa Barat, rata dengan tanah setelah dilalap si jago merah.

Tiga anak yang tengah terlelap di dalam satu kamar tewas akibat terjebak kobaran api yang membesar dengan cepat.

Kebakaran rumah itu terjadi Kampung Babakan Bandung, Desa Wangunreja, Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi pada Kamis (23/7) malam sekitar pukul 19.30 WIB.

Mereka yang menjadi korban tewas adalah Aljenar Malik Saputro yang masih duduk di bangku Sekolah Dasar, Saka Asadek yang merupakan siswa PAUD, dan Shakila Almahira Quenza yang masih balita.

Kapolsek Nyalindung, Iptu M. Yanuar Fajar, menjelaskan peristiwa bermula dari pemadaman aliran listrik yang melanda wilayah tersebut sejak pukul 18.00 WIB. Dalam kondisi gelap gulita, Aljenar sempat menyalakan lilin di ruang tamu sebagai penerangan darurat sebelum akhirnya beranjak tidur.

Berita Lainnya  Taklukan TC Viettel 1- 0, Maung Bandung Bertengger di Puncak Klasemen Grup E

“Tadi kejadian kurang lebih pukul 19.30, di mana kronologi anak pertama menyalakan lilin di ruang tamu karena kondisi lagi mati lampu. Nah, setelah menyalakan lilin, kemudian tidur dan terjadilah kebakaran,” ungkap Fajar kepada detikJabar di lokasi kejadian.

Fajar mengungkapkan bahwa korban merupakan saudara kandung yang selama ini tinggal bersama neneknya, Nia Kurniasih (59), di wilayah Wangunreja, Nyalindung. Ketiganya ditemukan meninggal dunia dalam satu ruangan setelah sempat tertimbun material kayu bangunan yang terbakar.

“Betul tadi jadi semuanya itu tidur di satu kamar. (Terkunci atau tidak?) itu masih kita dalami karena kita sementara ini fokus ke penanganan korban. Luka bakar yang dialami korban hampir 100 persen ya malah ada beberapa bagian organ tubuh yang hilang,” ungkapnya.

Berita Lainnya  Memilukan! Seorang Ibu Meninggal di Atas Sepeda Motor Saat Antarkan Anaknya Berobat

Sementara itu, Kepala Desa Wangunreja, Ganda Permana, yang berada di lokasi setelah sebelumnya berjibaku memadamkan kebakaran lahan di tempat terpisah, menyebutkan bahwa material rumah panggung yang terbuat dari kayu membuat api dengan cepat menjalar. Tiupan angin malam yang kencang kian memperparah situasi hingga membuat warga sekitar kewalahan.

“Rumahnya itu panggung ya, jadi gampang terbakar. Itu mungkin angin menghembus gede, sehingga ya mungkin tidak tertolong istilahnya. Anak-anak yang tiga itu lagi tidur makanya nggak ketolong karena luar biasa itu kebakaran,” tutur Ganda.

Nenek korban yang berada di dalam rumah sempat berupaya memadamkan api dan meminta pertolongan warga sekitar dalam kondisi panik. Namun, besarnya kobaran api serta cepatnya bangunan runtuh membuat upaya penyelamatan terhadap ketiga anak tersebut tidak membuahkan hasil.

Berita Lainnya  Nusron Wahid Mangkir dari Panggilan Pemeriksaan KPK

Tim gabungan dari kepolisian, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), dan Dinas Pemadam Kebakaran yang tiba di lokasi langsung bergerak cepat melokalisasi api agar tidak merembet ke permukiman warga lainnya. Dalam waktu sekitar 30 menit, api berhasil dipadamkan sepenuhnya.

Saat ini, garis polisi telah terbentang di sekeliling puing-puing bangunan yang hangus terbakar. Jenazah ketiga korban telah dievakuasi untuk disalatkan dan langsung dimakamkan malam ini di tempat pemakaman umum setempat, sementara pihak kepolisian masih mendalami lebih lanjut insiden maut ini.***

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Lagi, Gas Kaustik PT. Pindo Deli 2 Bocor, Puluhan Warga Dilarikan ke Rumah Sakit

KARAWANG - Dugaan insiden kebocoran gas atau bahan kimia dari PT Pindo Deli 2 kembali terjadi dan menyebabkan puluhan warga Desa Kutamekar, Kecamatan Ciampel,...

Musda Golkar Karawang Digelar 1 November, Pertarungan Mulyono vs Azis

KARAWANG - Pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) ke-XI DPD Partai Golkar Kabupaten Karawang, dikabarkan akan digelar 1 November 2026 di Kabupaten Karawang. Informasi ini berdasarkan 'surat...

Demo Sumpah Pemuda dan 2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, Mahasiswa Saling Dorong dengan Aparat

JAKARTA - Aksi saling dorong antara mahasiswa dan aparat gabungan TNI-Polri terjadi di depan Gedung UOB, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat, pada Rabu, 28...

Buka Rok Siswa dan Pegang Kemaluan, Guru Agama Nyaris Diamuk Wali Murid hingga Diamankan Polisi

DELI SERDANG - MJH (36), seorang guru honorer mata pelajaran Agama di SD Negeri 107407 Rimo Mungkur, Desa Bekukul, Kecamatan Namorambe, Kabupaten Deli Serdang,...

Sudaryono Usul MBG Jadi Mata Pelajaran Wajib di Sekolah Seperti Penjaskes

JAKARTA - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tak hanya diarahkan untuk memenuhi kebutuhan gizi siswa. Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono, mengusulkan agar program...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

Peristiwa

Kriminal

Politik

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan