Sabtu, Juli 18, 2026
spot_img

GMNI Ungkap 5 Kejanggalan Pelaksanaan SPMB di Kota Bekasi

KOTA BEKASI – Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kota Bekasi mengungkapkan sejumlah dugaan kejanggalan dan manipulasi data dalam pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Kota Bekasi Tahun Ajaran 2026/2027.

Orator aksi GMNI Kota Bekasi, Hernanda, menyebut pihaknya menemukan sejumlah indikasi kejanggalan dalam pelaksanaan SPMB tahun ini, mulai dari dugaan pelanggaran sistem hingga persoalan kuota jalur mutasi.

Dugaan tersebut disampaikan saat GMNI menggelar aksi damai di depan Kantor Wali Kota Bekasi bersama sejumlah orang tua siswa yang mengaku dirugikan dalam pelaksanaan SPMB, Kamis (16/7) sore.

Berikut lima dugaan kejanggalan yang disampaikan GMNI dalam aksi tersebut:

1. Dugaan Pelanggaran Sistem SPMB

Hernanda mempertanyakan mekanisme verifikasi dalam pelaksanaan SPMB yang seluruh proses pendaftarannya dilakukan secara daring.

Menurutnya, terdapat seorang calon peserta didik dari luar Kota Bekasi yang dinyatakan lolos verifikasi meski tidak mengunggah satu pun dokumen persyaratan saat mendaftar.

Berita Lainnya  Tuai Banyak Pujian, Luna Maya Bangun Gedung Taman Kanak-kanak di NTT

“Peserta didik dalam SPMB itu harus mengunggah file-nya ya? Biodata diri, berkas-berkasnya, benar tidak? Kalau orang ingin mendaftar ke suatu sekolah, itu harus mengunggah berkas identitas diri kan? Dan ini dilakukan secara online,” ujar Hernanda dalam orasinya.

“Bukti yang saya punya adalah ada siswa, bukan dari Kota Bekasi, dia daftar SPMB tapi tidak mengunggah berkas satu pun dan diverifikasi lolos oleh verifikator. Ini bukti satu,” lanjutnya.

2. Dugaan Manipulasi Data Domisili (Kartu Keluarga)

Hernanda menuturkan dugaan kejanggalan lain dalam proses verifikasi SPMB, yaitu terdapat data pendaftar yang tercatat sebagai warga Kota Bekasi, namun dokumen Kartu Keluarga (KK) yang diunggah justru berasal dari Kota Bogor.

“Lalu ada data lagi. Di sini jenis pendaftarnya itu dalam kota, artinya dia masyarakat Kota Bekasi. Tapi, dia mengunggah kartu keluarga, dan kartu keluarganya itu dari Kota Bogor,” ungkapnya.

Berita Lainnya  Pihak Sekolah Terima Pesan Ancaman Bom, MPLS di SDN Srengseng Sawah - Jaksel Dibubarkan

3. Kejanggalan Kuota Jalur Mutasi

Selain itu, ia juga menyoroti dugaan adanya perbedaan antara kuota mutasi. Ia menjelaskan, salah satu sekolah SMP sebenarnya tidak membuka kuota mutasi bagi calon siswa dari luar daerah, namun data yang dimilikinya menunjukkan, terdapat delapan peserta didik dari luar Kota Bekasi yang diterima.

“Di salah satu SMP Kota Bekasi itu kuota mutasinya nol untuk yang luar kota, berarti SMPN itu tidak menerima siswa mutasi dari luar kota. Namun pada praktiknya, pendaftaran dari luar kota itu ada 8 orang,” tuturnya.

“Siapa 8 orang ini? Kok tidak ada kuotanya untuk menduduki bangku melalui jalur mutasi, kok bisa duduk? Bisa duduk, Teman-teman,” tegasnya.

4. Dugaan Kemunculan Jalur “Offline”

Tak berhenti di situ Hernanda menegaskan adanya dugaan penerimaan peserta didik yang dilakukan di luar mekanisme SPMB. Ia mengaku mendapat temuan belasan nama yang diduga diterima melalui mekanisme di luar sistem SPMB atau secara offline.

Berita Lainnya  Dedi Mulyadi Siapkan Beasiswa Pelatihan ke Inggris bagi Siswa dan Guru Berprestasi di 'Sekolah Maung'

“Perintah jelas harus melalui SPMB agar data pelajar terintegrasi ke dalam satu sistem. Terus kenapa ada yang di luar perintah? Ada 14 nama yang masuk melalui Offline,” ucapnya.

5. Website SPMB Sempat Error

Lebih lanjut, ia mengingatkan situs SPMB Kota Bekasi sebelumnya sempat mengalami gangguan (down), sehingga kondisi itu dinilai perlu mendapat perhatian dalam proses evaluasi pelaksanaan penerimaan peserta didik baru.

“Sementara data-data yang tiga tadi, ini ada datanya di SPMB, tapi website SPMB-nya sudah tidak ada, sudah hilang. Dan jangan lupa, website SPMB itu sempat down. Kalau kemarin sempat down, sekarang hilang website-nya,” pungkasnya. (zak)

Sumber : Radar Bekasi

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Perkuat Ekosistem Keamanan, Kapolda Jabar Luncurkan Gerakan ‘Jaga Rawat Jawa Barat’

BANDUNG - Kapolda Jawa Barat Irjen Pol. Pipit Rismanto, resmi meluncurkan gerakan 'Jaga Rawat Jawa Barat' sebagai implementasi dan penguatan transformasi Polri presisi di...

Soal Rumah Febrie di Sentul, Hotman Paris : “Sudah Dihibahkan ke Cucu dari Mertuanya”

JAKARTA - Kuasa hukum mantan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah, Hotman Paris Hutapea, menjelaskan rumah milik kliennya di kawasan...

Febrie Ardiansyah Belum Ditahan, Kejagung : “Itu Kewenangan Penyidik”

JAKARTA - Kejaksaan Agung (Kejagung) menjelaskan alasan belum melakukan penahanan terhadap mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Febrie Adriansyah, yang telah berstatus...

Ditangkap di Jakarta, Anggota DPRD Banjar Jadi Tersangka Penipuan Investasi Dapur MBG

BANJAR - Seorang anggota DPRD Kota Banjar, Jawa Barat, periode 2024–2029 berinisial ARM ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan penipuan dan penggelapan dengan modus investasi...

Penuhi Janji Kampanye Pilkada, Aep – Maslani Bersiap Bagikan LKS Gratis

KARAWANG - Program buku LKS gratis untuk siswa SD dan SMP segera diluncurkan Pemkab Karawang dibawah kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati, H. Aep Syaepuloh...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan