Sabtu, November 7, 2026
Google search engine

Sidang Kasus Ade Kunang, Ono Surono Bantah Dugaan Aliran Dana untuk Konferda PDIP Jabar

BANDUNG – Dihadirkan bersama istrinya, Setyowati Anggraini Saputro, dalam kasus suap ijon proyek mantan Bupati Bekasi, Ade Kuswara Kunang, Ketua PDI Perjuangan Jawa Barat sekaligus Wakil Ketua DPRD Jabar, Ono Surono, membantah soal dugaan aliran dana untuk Konferda PDIP Jabar.

Ono Surono dan istrinya diperiksa sebagai saksi. Dia kemudian dicecar oleh JPU KPK soal aliran dana Rp 150 juta.

Ono diperiksa di Pengadilan Negeri Bandung, Jl LLRE Martadinata, Senin (29/6/2026). JPU KPK mencecarnya soal dugaan aliran uang yang disinyalir disiapkan Ade Kuswara untuk kebutuhan Konferda PDIP Jabar.

Berita Lainnya  Demo Sumpah Pemuda dan 2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, Mahasiswa Saling Dorong dengan Aparat

Namun di hadapan majelis hakim, Ono Surono membantah tuduhan tersebut. Ono menegaskan tidak pernah menerima uang dari Ade Kuswara untuk dugaan yang dituduhkan.

“Tidak, pak. Tidak ada,” kata Ono tegas saat memberikan kesaksian di persidangan, dilansir dari Detikcom.

“Saya masih dengan jawaban seperti pada saat di-BAP yang ada penyidik. Tidak ada (penerimaan uang),” ungkapnya.

Ono kembali dicecar soal kemungkinan uang tersebut disinyalir diserahkan Ade Kuswara melalui bawahnya di PDIP Jabar. Namun di momen itu, Ono kembali menegaskan tidak tahu menahu soal hal tersebut.

Berita Lainnya  Diduga Sengaja Bakar Lahan untuk Tanam Sawit, Anggota DPRD Mempawah Resmi Ditahan Polisi

“Saya tidak tahu,” ucapnya.

Lantas, Ono menjelaskan bahwa sesuai aturan di Undang-undang, seseorang bisa menyumbang uang untuk keperluan partai. Nominalnya pun dibatasi hingga Rp 1 miliar.

“Secara aturan di undang-undang bisa, pak. Tapi ada batasan. Setiap orang per orang itu dia bisa menyumbang sampai batasan Rp1 miliar. Tapi saya tidak mengetahui terkait dengan itu,” ungkapnya.

Di persidangan, JPU KPK juga menghadirkan istri Ono, Setyowati Anggraini Saputro. Meski sempat dicecar, Setyowati kemudian membeberkan soal uang ratusan juta yang disita KPK dari rumahnya.

Setyowati mengatakan uang tersebut yaitu uang sisa hasil penjualan mobil Rp 50 juta, uang arisan yang dititipkan oleh temannya, hingga uang titipan dari keponakannya. KPK sendiri menggeledah dan menyita uang tersebut dari rumah Ono Surono pada April 2026.

Berita Lainnya  Bawa 23 Rekomendasi Dukungan PK, Abdul Azis Resmi Daftar Bakal Calon Ketua Golkar Karawang

“Seperti yang sudah saya sampaikan ke penyidik waktu di KPK, buku kasnya juga sudah saya perlihatkan. di situ penerimaan setiap bulan beda-beda,” pungkasnya.***

Sumber : Detikcom (source di bawah)

https://www.detik.com/jabar/hukum-dan-kriminal/d-8552160/jadi-saksi-sidang-ade-kuswara-ono-surono-dicecar-soal-rp-150-juta

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Aksi Women’s March Jakarta Sampaikan 9 Tuntutan, Sempat Dorong-dorongan dengan Polisi

JAKARTA - Aksi unjuk rasa Women's March Jakarta (WMJ) 2026 yang digelar hari ini, Sabtu, 7 November 2026, sempat diwarnai ketegangan berupa aksi saling...

Terbakar Api Cemburu, Pria ini Injak-injak Kekasihnya hingga Meninggal Dunia

KARAWANG - Polresta Karawang telah menangkap seorang pemuda berinisial RHT atau RH (20) setelah diduga melakukan penganiayaan brutal terhadap kekasihnya, AAP (22), hingga meninggal...

Tahanan Perempuan Hamil di Dalam Sel, Kapolsek Dompu Dicopot, Anggotanya Diperiksa Propam Polda NTB

DOMPU - Kapolsek Dompu, Ipda Sarbani, mendadak dicopot dari jabatannya. Pencopotan terjadi ketika viral isu mengenai seorang tahanan perempuan yang dikabarkan hamil di dalam...

Jokowi Marah di Persidangan, Karena Dokter Tifa Sempat Datangi Makam Orang Tuanya

JAKARTA - Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) mengaku sangat tersinggung dan marah ketika hadir sebagai saksi pelapor dalam sidang kasus dugaan ijazah palsu...

Tiga Jari Putus Setelah Alami Kecelakaan Kerja, Karyawati di Bekasi Dipaksa Tetap Bekerja, Disodori Surat Perjanjian Tak Menuntut

BEKASI - Nasib pilu kasus kecelakaan kerja dialami oleh Rindi Natasya (22 tahun), karyawati PT Daehyun Bobbin Indonesia yang berlokasi di kawasan Industri Jababeka...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

Peristiwa

Kriminal

Politik

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan