Kamis, September 24, 2026
Google search engine

Soal Duit Rp20 Juta ke Ketua BEM FH, Kombes Pol Budi Hermanto : ‘Beneran Polisi atau Orang yang Ngaku Polisi’

JAKARTA – Polda Metro Jaya buka suara mengenai aliran dana yang diterima mahasiswa Universitas Bung Karno (UBK) sebesar Rp 20 juta. Uang itu disebut berasal dari polisi dan diberikan sebelum melakukan aksi di kawasan Patung Kuda pada pekan lalu.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, mengaku belum bisa memastikan kebenaran informasi tersebut. Ia justru mempertanyakan polisi yang dimaksud oleh mahasiswa UBK.

“Pastikan dulu agar tidak simpang siur. Bisa jadi beneran polisi atau orang yang mengaku atau mengatasnamakan polisi kan,” kata dia saat dikonfirmasi wartawan, dilansir dari Republika, Rabu (24/6/2026).

Sebelumnya, Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Hukum (FH) UBK, Muhammad Abdimaludin, mengaku menerima uang sebesar Rp 20 juta sebelum melakukan aksi di kawasan Patung Kuda, pekan lalu. Pengakuan itu disampaikan Abdi saat diklarifikasi oleh sejumlah mahasiswa pada Senin (22/6/2026).

Berita Lainnya  FC Seoul Vs Persib 0-1, Gol Tunggal Julio Cesar Bawa Maung Bandung Curi Tiga Poin

Wakil Rektor III UBK, Daniel Panda, mengaku telah memanggil mahasiswa yang bersangkutan untuk dimintai keterangan. Menurut dia, mahasiswa itu telah membuat pengakuan secara resmi kepada pihak universitas telah menerima uang itu dari pihak kepolisian.

“Dia sudah membuat pengakuan secara resmi kepada pihak universitas bahwa dirinya menerima uang sebesar Rp 20 juta melalui seorang oknum senior alumni Fakultas Hukum UBK yang diserahkan oleh oknum aparat kepolisian,” kata dia saat konferensi pers di Gedung Rektorat UBK, Selasa (23/6/2026).

Berita Lainnya  2 Anggota TNI Aniaya Warga di Depan Istri dan Anak Korban

Berdasarkan pengakuan Abdi, Daniel mengatakan, uang tersebut diserahkan pada Senin (15/6/2026) dini hari, sebelum aksi dilakukan pada siang harinya. Uang itu diserahkan agar mahasiswa dari beberapa BEM di UBK tidak menggelar aksi di Istana Negara.

“Dari pengakuan yang bersangkutan, uang tersebut diserahkan pada Senin dini hari menjelang aksi mahasiswa dari beberapa BEM di UBK dengan catatan agar mereka tidak melakukan demonstrasi ke Istana. Mereka disarankan oleh oknum alumni tersebut untuk melakukan demonstrasi di DPR RI,” kata dia.

Meski begitu, permintaan untuk berpindah titik aksi itu ditolak oleh mahasiswa. Alhasil, mahasiswa tetap bergerak ke Istana Negara, tapi diadang aparat, sehingga melakukan aksi di kawasan Patung Kuda, Jalan Medan Merdeka Selatan, pada Senin siang. “Jadi mahasiswa tetap pergi ke Istana, meskipun mereka menerima uang tersebut. Itu merupakan pengakuan langsung dari Ketua BEM,” ujar Daniel.

Berita Lainnya  Askun : "BTN Tak Perlu Kebakaran Jenggot, karena yang Diburu Kejaksaan Adalah Oknum yang Rugikan Negara"

Menurut dia, uang yang diterima Ketua BEM FH UBK itu dibagikan ke sejumlah mahasiswa dan senior kampus. Ia menyebutkan bahwa informasi itu juga telah tersebar di media sosial. “Namun kami juga akan melakukan cross-check kembali. Kami akan memanggil saksi-saksi maupun oknum-oknum yang terlibat dalam proses ini,” kata dia.***

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>
SourceRepublika

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

4 Guru SDN 58 Lengkese Alami Gatal-gatal Mulut Setelah Cicipi MBG Sebelum Dibagikan ke Siswa, Terbukti Mengantuk Boraks

Menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dikirim ke UPT SD Negeri 58 Lengkese, Kecamatan Mangarabombang, Kabupaten Takalar, batal dibagikan kepada siswa setelah sejumlah guru...

Gak Terima Diputusin, Pria ini Ancam Pacarnya Pakai Badik, Bakal Terima Diputusin Kalau Si Cewek Ngasih Duit Rp 200 Ribu

Pemuda berinisial F (22) di Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), diamankan polisi setelah diduga mengancam mantan pacarnya, AR (19), menggunakan senjata tajam jenis badik. Pelaku...

Pimpinan Ponpes Abul Barokat Bantah Pelecehan Santriwati, Bakal Laporkan Media BBC Indonesia

Pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes) Abul Barokat Wannafahat, Kecamatan Jonggat, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), Ahmad Imanuddin Sumar alias AIS atau Abah, menyatakan mundur...

Tanggapi Pernyataan Prabowo, Mahfud MD : “Banyak juga Presiden yang Goblok”

Mahfud MD menilai pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menyebut pakar atau profesor "saking pintarnya jadi goblok" tidak etis disampaikan oleh seorang kepala negara. Mahfud MD...

Ustaz Das’ad Latif Kritik Keras Buku Islam Ala Prabowo : “Penjilat Luar Biasa itu”

Ustaz Das'ad Latif secara blak-blakan memberikan kritik keras terhadap buku berjudul "Islam Ala Prabowo" yang sempat memicu kontroversi di masyarakat. Dalam salah satu tausiyahnya yang...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

Peristiwa

Kriminal

Politik

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan