Selasa, September 22, 2026
Google search engine

Polda Jabar Tangkap Pelaku Manipulasi Gambar Presiden Prabowo, Terancam 12 Tahun Penjara

BANDUNG – Direktorat Reserse Siber Polda Jabar mengungkap tindak pidana identity theft atau manipulasi data terhadap gambar Presiden Prabowo Subianto menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dan mengunggahnya ke media sosial dengan keterangan yang dinilai memprovokasi.

Adapun pelaku yang ditangkap berinisial FG warga Cimahi.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Jabar Kombes Hendra Rochmawan menjelaskan, peristiwa ini dilaporkan seorang warga berinisial FSS dengan nomor laporan LP/B/149/VIII/2026/Jabar tanggal 4 Agustus 2026. Awal mula pelaporan pada tanggal 3 Agustus sekitar pukul 13.00 WIB.

Pelapor membuka TikTok dan menemukan akun tersebut mengunggah video hasil manipulasi AI yang menampilkan Presiden Prabowo Subianto.

Di dalam video tersebut juga terdapat narasi yang menyebutkan bahwa apabila beliau menjadi presiden, negara akan kacau.

Laporan ini kemudian ditindaklanjuti dengan Surat Perintah Penyidikan (SPDP) Nomor 152/VIII/2026/Subdit Siber Polda Jabar. Setelah melakukan penyelidikan, polisi melakukan penangkapan dengan TKP di Kecamatan Cimahi, Kota Cimahi, Provinsi Jawa Barat.

Berita Lainnya  Febrie Adriansyah: "Presiden Dapat Masukan yang Salah soal Perkara Saya"

“Tersangkanya ini berinisial FG (38), seorang karyawan swasta. TKP-nya di Kecamatan Cimahi, Kota Cimahi,” kata Hendra saat konferensi pers di Mapolda Jabar, Kamis (6/8/2026).

Hendra menyebut bahwa modus operandi dari tindak pidana manipulasi data ini adalah pelaku melakukan manipulasi terhadap gambar Presiden Prabowo Subianto menggunakan teknologi AI. Hasil manipulasi tersebut kemudian dijadikan video, lalu diunggah ke media sosial TikTok dan Instagram.

Kasubdit 1 Siber Polda Jabar AKBP Ambarita menyebut bahwa konten yang diunggah pelaku dinilai memprovokasi. Adapun pelaku membuat konten untuk mencari viewers.

“Biar ramai akunnya biar FYP, jadi dari keterangannya tidak ada kepentingan tertentu dari keterangannya. Tapi, hal itu masih kami dalami terus,” ucapnya.

Berita Lainnya  Tunjukan Bukti Surat Penghentian Praktik Joki, Kuasa Hukum Tersangka VY Bantah 'Mensrea'

Dalam kasus ini, polisi telah memeriksa saksi dan ahli yang terdiri dari dua orang saksi dan empat saksi ahli. Dari tangan tersangka, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti satu unit ponsel iPhone 15 Pro Max, 2 akun media sosial (TikTok dan Instagram), serta 1 unit CPU berwarna hitam.

Atas perbuatannya, polisi menjerat pelaku dengan Pasal 45A ayat 2 juncto Pasal 28 ayat 2 dan atau Pasal 32 juncto Pasal 48 dan atau Pasal 35 juncto Pasal 51 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2024 tentang Perubahan kedua atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dan Atau Pasal 263 ayat 1 tahun 2023 tentang KUHP.

“Adapun ancaman hukuman terhadap tersangka dipidana penjara paling lama 12 tahun dan atau denda paling banyak 12 miliar,” kata Wadir Siber Polda Jabar AKBP Mujianto.

Berita Lainnya  Kuasa Hukum Tersangka VY Bantah Kliennya Miliki 'Mensrea' Rugikan Negara dalam Korupsi KPR

Dalam kasus ini, Polda Jabar mengimbau kepada seluruh masyarakat di seluruh Indonesia agar bijak dalam penggunaan media sosial.

“Harus ada tanggung jawab moral dan saling menghormati. Orang lain juga mempunyai hak untuk mendapatkan informasi yang jujur dan adil. Kebebasan penyampaian informasi di media sosial dipersilakan, tetapi harus didampingi dengan tanggung jawab,” katanya.

“Apabila ada postingan yang dianggap sebagai hoaks dan bisa kita buktikan, atau mengandung ujaran kebencian (hate speech), tentu saja ini harus dihentikan dan ditindak tegas karena merusak, melanggar hukum, serta dapat memecah belah persatuan bangsa dan negara,” ucapnya.***

Sumber : Kompas

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>
SourceSUMBER :

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Satir Tajam Ketika Guru Disuruh Mencium Bau MBG : “Guru Berubah Fungsi Jadi Anjing Pelacak”

Guru bernama Desy Idayanti viral setelah melontarkan satir tajam yang menyebut guru kini seperti anjing pelacak, karena harus mencium dan memeriksa makanan program Makan...

KPK Lakukan OTT Bupati Boltara, 13 Orang Lainnya juga Diamankan

KPK melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Bupati Bolaang Mongondow Utara (Boltara), Sirajudin Lasena. KPK menangkap Sirajudin di Jakarta. "Untuk Bupati diamankan di Jakarta," terang...

Cekcok Masalah Biaya Obat Anak, Wanita ini Tusuk Mantan Suaminya hingga Tewas

Seorang ASN berinisial AN (32) tewas ditusuk oleh mantan istrinya berinisial DK (28) atau DLA, di lingkungan Kantor Inspektorat Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI),...

Ratusan Gelondongan Kayu Berlabel Kemenhut Terdampar di Pesisir Pantai Sumenep

Ratusan gelondongan kayu berukuran besar berlabel Kementerian Kehutanan (Kemenhut) terdampar di pesisir Pantai Desa Bicabbi dan Desa Dungkek, Kecamatan Dungkek, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur,...

2 Pemuda Pemeran ‘A Day in My Life’ Ditetapkan Tersangka, Positif Mengidap HIV

Dua pria pemeran video asusila sesama jenis di Desa Purasari, Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor, kini telah resmi ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan oleh Polres...

Hukum

KPK Lakukan OTT Bupati Boltara, 13 Orang Lainnya juga Diamankan

KPK melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Bupati Bolaang Mongondow Utara (Boltara), Sirajudin Lasena. KPK menangkap Sirajudin di Jakarta. "Untuk Bupati diamankan di Jakarta," terang...

CAPTURE

Berita Pilihan

Peristiwa

Kriminal

Politik

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan