Kamis, Oktober 29, 2026
Google search engine

Tunjukan Bukti Surat Penghentian Praktik Joki, Kuasa Hukum Tersangka VY Bantah ‘Mensrea’

KARAWANG – Tim Penasihat Hukum tersangka VY, mantan Direktur Utama PT BAS, mengapresiasi langkah Kejaksaan Negeri Karawang yang kembali menetapkan dua tersangka baru dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi yang tengah ditangani. Dengan penetapan tersebut, jumlah tersangka dalam perkara ini disebut telah mencapai tujuh orang.

Penasihat Hukum VY, Dr. M. Gary Gagarin Akbar, S.H., M.H., mengatakan pihaknya menghormati proses hukum yang sedang berjalan. Namun, menurutnya, seluruh rangkaian perkara harus dibuka secara terang dan setiap pihak harus ditempatkan sesuai dengan peran serta fakta hukum yang sebenarnya.

“Kami berharap dengan semakin terang rangkaian perkaranya, penegak hukum dapat melihat secara utuh peran masing-masing pihak dan menerapkan hukum secara objektif,” ujar Gary, Jumat (11/9/2026).

Menurut Gary, terdapat sejumlah fakta yang menurut pihaknya penting untuk diuji dalam proses hukum, termasuk dugaan adanya dokumen yang dimanipulasi atau dipalsukan.

Ia juga menyinggung adanya surat peringatan yang pernah dikeluarkan VY kepada tersangka HJ pada Juni 2023, terkait dugaan praktik jual beli berkas. Selain itu, manajemen PT BAS juga disebut telah membuat laporan kepada kepolisian terhadap OH atas dugaan tindak pidana penipuan dan/atau penggelapan dalam jabatan.

“Fakta-fakta tersebut tentu akan kami ajukan dan uji dalam proses pembuktian. Ini penting untuk melihat apakah benar VY memiliki niat jahat atau mensrea sebagaimana yang dipersangkakan,” kata Gary.

Berita Lainnya  Cuma Sakit Perut Dibilang Kerasukan Jin, Dukun Palsu di Lebak Cabuli Pasien Gadis 16 Tahun hingga Hamil

Gary menegaskan, pihaknya meyakini VY bukanlah pihak yang menjadi otak atau intellectuele dader dalam perkara tersebut. Menurutnya, konstruksi perkara harus melihat siapa yang melakukan, siapa yang mengetahui, siapa yang memperoleh manfaat, serta siapa yang justru mengalami kerugian.

Pertanyakan Kerugian Negara Rp237 Miliar

Selain mengenai konstruksi peran para pihak, Tim Penasihat Hukum VY juga mempertanyakan dasar perhitungan kerugian negara yang disebut mencapai sekitar Rp237 miliar.

Gary mengatakan, dalam objek perkara tersebut telah terdapat banyak unit rumah yang secara fisik sudah dibangun, termasuk berbagai infrastruktur penunjangnya seperti jalan, drainase, jaringan air, dan sarana lainnya.

Karena itu, menurutnya, perlu dijelaskan secara terang bagaimana angka kerugian negara yang disebut mencapai sekitar Rp237 miliar tersebut dihitung, termasuk bagaimana memperhitungkan keberadaan aset dan infrastruktur yang secara nyata telah terbangun di lapangan serta komponen apa saja yang menjadi dasar perhitungan kerugian tersebut.

“Pertanyaan kami sederhana, dasar perhitungan kerugian negara sebesar Rp237 miliar itu seperti apa? Kalau secara faktual terdapat rumah yang dibangun dan objeknya ada, tentu harus dijelaskan secara transparan bagaimana kerugian tersebut dihitung, termasuk metode dan komponen yang digunakan,” ujarnya.

Berita Lainnya  Buka Rok Siswa dan Pegang Kemaluan, Guru Agama Nyaris Diamuk Wali Murid hingga Diamankan Polisi

PT BAS Justru Disebut Ikut Mengalami Kerugian

Sementara itu, Penasihat Hukum VY lainnya, Dian Suryana, S.P., S.H., M.H., menyoroti posisi PT BAS dalam rangkaian perkara tersebut.

Menurut Dian, apabila rangkaian peristiwa dilihat secara utuh, PT BAS justru merupakan pihak yang turut mengalami kerugian atau menjadi korban, baik karena terseret dalam persoalan hukum maupun akibat beban finansial yang timbul dari rangkaian peristiwa tersebut.

“Kalau kita melihat rangkaian peristiwanya secara utuh, PT BAS justru merupakan pihak yang ikut mengalami kerugian. Ketika konsumen yang diajukan kemudian mengalami tunggakan atau kredit macet, konsekuensinya tidak berhenti pada konsumen maupun pihak yang melakukan proses tersebut, tetapi berdampak langsung kepada PT BAS melalui kewajiban kepada Bank BTN dan mekanisme buyback,” ujar Dian.

Dian menjelaskan, dalam mekanisme pembiayaan yang berjalan terdapat DBRM (Debitur Baru Realisasi Menunggak) atau Setoran/Talangan (Standby Amount), yaitu kondisi ketika developer terlebih dahulu menalangi tunggakan cicilan debitur baru yang telah direalisasikan agar status kredit di bank tidak langsung menjadi macet.

Apabila tetap tidak terselesaikan, kredit dapat berlanjut ke mekanisme pembelian kembali (buyback), sehingga kewajiban kembali ditanggung oleh developer.

Menurut Dian, rangkaian tersebut penting karena PT BAS justru turut menanggung beban finansial, baik melalui DBRM maupun buyback. Karena itu, posisi VY sebagai Direktur Utama harus dilihat berdasarkan kewenangan, peran, dan keputusan yang benar-benar dilakukannya, bukan semata-mata karena jabatannya.

Berita Lainnya  Istri dan Anak Asal Bogor Dibunuh Suami Siri, Dicekik - Dibakar hingga Dimasukan ke Penggilingan Daging

“Jadi harus dilihat secara utuh, siapa yang memperoleh manfaat dan siapa yang justru menanggung beban. Jangan karena VY menjabat sebagai Direktur Utama, lalu otomatis dibebani tanggung jawab atas seluruh peristiwa yang terjadi,” tegas Dian.

Ia menambahkan, dugaan adanya praktik “joki” atau “konsumen topengan” juga harus ditelusuri secara menyeluruh, termasuk siapa yang menginisiasi, siapa yang mengatur, bagaimana prosesnya dilakukan, serta siapa yang memperoleh keuntungan dari praktik tersebut.

“Yang harus dibuktikan adalah siapa melakukan apa. Jangan hanya melihat posisi seseorang dalam struktur perusahaan, lalu kemudian menarik kesimpulan bahwa yang bersangkutan otomatis bertanggung jawab terhadap seluruh peristiwa. Kami akan membuktikan fakta-fakta tersebut dengan alat bukti yang akan kami hadirkan dalam proses persidangan,” kata Dian.***

Ket foto : Tim Kuasa Hukum Tersangka VY, saat menunjukan surat peringatan dari manajemen kepada TSK HJ untuk menghentikan praktik joki dan ada LP kepada OH yang merupakan bawahan dari HJ.

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Lagi, Gas Kaustik PT. Pindo Deli 2 Bocor, Puluhan Warga Dilarikan ke Rumah Sakit

KARAWANG - Dugaan insiden kebocoran gas atau bahan kimia dari PT Pindo Deli 2 kembali terjadi dan menyebabkan puluhan warga Desa Kutamekar, Kecamatan Ciampel,...

Musda Golkar Karawang Digelar 1 November, Pertarungan Mulyono vs Azis

KARAWANG - Pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) ke-XI DPD Partai Golkar Kabupaten Karawang, dikabarkan akan digelar 1 November 2026 di Kabupaten Karawang. Informasi ini berdasarkan 'surat...

Demo Sumpah Pemuda dan 2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, Mahasiswa Saling Dorong dengan Aparat

JAKARTA - Aksi saling dorong antara mahasiswa dan aparat gabungan TNI-Polri terjadi di depan Gedung UOB, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat, pada Rabu, 28...

Buka Rok Siswa dan Pegang Kemaluan, Guru Agama Nyaris Diamuk Wali Murid hingga Diamankan Polisi

DELI SERDANG - MJH (36), seorang guru honorer mata pelajaran Agama di SD Negeri 107407 Rimo Mungkur, Desa Bekukul, Kecamatan Namorambe, Kabupaten Deli Serdang,...

Sudaryono Usul MBG Jadi Mata Pelajaran Wajib di Sekolah Seperti Penjaskes

JAKARTA - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tak hanya diarahkan untuk memenuhi kebutuhan gizi siswa. Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono, mengusulkan agar program...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

Peristiwa

Kriminal

Politik

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan