Sabtu, Oktober 17, 2026
Google search engine

Menko Zulhas Akui MBG Gagal: Anggaran Besar, Dua Tahun Berjalan, Banyak Masalah!

LAMPUNG – Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan atau Zulhas secara terbuka mengakui bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi salah satu program andalan Presiden Prabowo Subianto mengalami kegagalan dalam pelaksanaannya.

Pengakuan tersebut disampaikan Zulhas dalam Seminar Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Bandar Lampung, Jumat (4/9/2026).

“Apa yang gagal, MBG. MBG kita akui gagal,” kata Zulhas dalam pidatonya.

Zulhas menyoroti besarnya anggaran yang telah digelontorkan pemerintah untuk program tersebut. Namun, menurutnya, besarnya anggaran belum mampu menghilangkan berbagai persoalan yang muncul dalam pelaksanaan MBG.

Berita Lainnya  Diduga Cabuli 2 Anak Kandung, Mantan Kepala KUA Ditangkap Polisi Setelah Selesai Jadi Imam Salat Berjamaah

“Anggaran besar, sudah hampir dua tahun masalah tidak berhenti, termasuk yang terakhir (keracunan massal),” ujarnya.

Menurut Zulhas, kondisi tersebut menunjukkan bahwa program dengan dukungan anggaran besar sekalipun tetap berpotensi gagal apabila tidak dibarengi dengan pengawasan dan manajemen yang memadai.

Ia mengakui berbagai persoalan dalam pelaksanaan MBG hingga kini belum sepenuhnya terselesaikan, meskipun program tersebut telah berjalan hampir dua tahun.

Persoalan dalam pelaksanaan MBG juga mendorong Presiden Prabowo untuk melakukan pembenahan dari sisi manajemen. Zulhas mengatakan sejumlah pihak yang dinilai bermasalah dalam pengelolaan program telah diproses.

Berita Lainnya  Ombudsman RI : Asal Bayar Rp250 Juta, Warga Binaan Bisa Gunakan HP di Rutan

“Manajemen yang bermasalah sudah diproses. Pak Presiden nunjuk yang baru, anak muda, fresh, pintar, hebat,” kata Zulhas.

Meski demikian, pemerintah belum menjanjikan penyelesaian secara instan. Zulhas meminta masyarakat memberikan waktu kepada pemerintah untuk melakukan pembenahan terhadap program tersebut.

Ia berharap persoalan MBG dapat diperbaiki secara bertahap dalam satu hingga dua bulan ke depan.

“Berikan kami waktu satu atau dua bulan agar kami, pemerintah membereskan persoalan ini dan melakukan pembenahan secara bertahap,” tegasnya.

Berita Lainnya  Emosi karena Cemburu Ibu Korban Chat Pria Lain, Ayah Tiri Aniaya Balita 1 Tahun hingga Tewas

Sumber : Suara.com

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Produksi Capai 160 Ton per Hari, Menteri ESDM Bahlil Resmikan Kilang LPG Cilamaya

KARAWANG - Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi/Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Dr. Bahlil Lahadalia, S.E., M.Si., meresmikan Kilang LPG Cilamaya...

KPK Terima Pengembalian Uang Rp 800 Juta dari Hercules, Terkait Korupsi Kementerian ATR/BPN – PT. Summarecon

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyiya uang senilai Rp800 juta dari Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Rakyat Indonesia Baru (GRIB) Jaya Hercules...

Diduga Cabuli 2 Anak Kandung, Mantan Kepala KUA Ditangkap Polisi Setelah Selesai Jadi Imam Salat Berjamaah

SOLOK - Seorang pria berinisial AH (66 tahun) yang merupakan pensiunan PNS Kementerian Agama (mantan Kepala KUA) sekaligus imam masjid ditangkap oleh Satreskrim Polres...

Viral Video Pria Dicambuk Meringis Kesakitan di KPPG Bogor, Polisi Lakukan Penyelidikan

BOGOR - Pihak kepolisian melakukan penyelidikan terkait rekaman video yang memperlihatkan pria dicambuk yang dinarasikan terjadi di Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Bogor. "Ya kita...

RDP Soroti Kebakaran Kantor ATR/BPN Karawang, Murni Konsleting atau Sabotase Data Tanah Rakyat

KARAWANG - Anggota Komisi XIII DPR RI, Rieke Diah Pitaloka (RDP) mengaku kaget atas insiden kebakaran kantor ATR/BPN Karawang yang terjadi pada Rabu (14/10/2026),...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

Peristiwa

Kriminal

Politik

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan