Kamis, September 10, 2026
spot_img

Menko Zulhas Akui MBG Gagal: Anggaran Besar, Dua Tahun Berjalan, Banyak Masalah!

LAMPUNG – Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan atau Zulhas secara terbuka mengakui bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi salah satu program andalan Presiden Prabowo Subianto mengalami kegagalan dalam pelaksanaannya.

Pengakuan tersebut disampaikan Zulhas dalam Seminar Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Bandar Lampung, Jumat (4/9/2026).

“Apa yang gagal, MBG. MBG kita akui gagal,” kata Zulhas dalam pidatonya.

Zulhas menyoroti besarnya anggaran yang telah digelontorkan pemerintah untuk program tersebut. Namun, menurutnya, besarnya anggaran belum mampu menghilangkan berbagai persoalan yang muncul dalam pelaksanaan MBG.

Berita Lainnya  Viral Pengunjung Taman Safari Nekat Buka Kaca Mobil, Langsung Dihampiri Harimau

“Anggaran besar, sudah hampir dua tahun masalah tidak berhenti, termasuk yang terakhir (keracunan massal),” ujarnya.

Menurut Zulhas, kondisi tersebut menunjukkan bahwa program dengan dukungan anggaran besar sekalipun tetap berpotensi gagal apabila tidak dibarengi dengan pengawasan dan manajemen yang memadai.

Ia mengakui berbagai persoalan dalam pelaksanaan MBG hingga kini belum sepenuhnya terselesaikan, meskipun program tersebut telah berjalan hampir dua tahun.

Persoalan dalam pelaksanaan MBG juga mendorong Presiden Prabowo untuk melakukan pembenahan dari sisi manajemen. Zulhas mengatakan sejumlah pihak yang dinilai bermasalah dalam pengelolaan program telah diproses.

Berita Lainnya  RUU Perampasan Aset Disahkan Paling Lambat Desember 2026

“Manajemen yang bermasalah sudah diproses. Pak Presiden nunjuk yang baru, anak muda, fresh, pintar, hebat,” kata Zulhas.

Meski demikian, pemerintah belum menjanjikan penyelesaian secara instan. Zulhas meminta masyarakat memberikan waktu kepada pemerintah untuk melakukan pembenahan terhadap program tersebut.

Ia berharap persoalan MBG dapat diperbaiki secara bertahap dalam satu hingga dua bulan ke depan.

“Berikan kami waktu satu atau dua bulan agar kami, pemerintah membereskan persoalan ini dan melakukan pembenahan secara bertahap,” tegasnya.

Berita Lainnya  Askun : "BTN Tak Perlu Kebakaran Jenggot, karena yang Diburu Kejaksaan Adalah Oknum yang Rugikan Negara"

Sumber : Suara.com

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

2 Anggota TNI Aniaya Warga di Depan Istri dan Anak Korban

MANGGARAI BARAT - Warga Kampung Rangko, Desa Tanjung Boleng, Kecamatan Boleng, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), bernama Syarif dianiaya dua prajurit Tentara Nasional...

Pria ini Diamuk Warga karena Ketahuan Merekam Bagian Dalam Rok Wanita yang Sedang Nonton Voli

BREBES - Seorang pria kepergok sedang merekam bagian dalam rok wanita yang sedang menonton turnamen voli di Desa Pamulihan, Kecamatan Larangan, Brebes, Jawa Tengah...

8 Pendaki Ilegal Gunung Semeru Ditemukan Selamat, 1 Sempat Hilang, Dipastikan Sanksi Blacklist

SEBANYAK delapan orang nekat melakukan pendakian ilegal ke Gunung Semeru, Jawa Timur, di tengah penutupan kawasan akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta aktivitas...

Kini Giliran Ratusan Siswa di 2 Sekolah di Pati Keracunan MBG

PATI - Keracunan makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) terjadi di dua sekolah di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, Rabu (9/9/2026). Ratusan korban merupakan siswa...

Apa Kabar Kasus Dugaan Pelecehan Sekpri Wabup Sumedang, PERADI : “Ini Bisa Jadi Presenden Buruk Kepemimpinan Dedi Mulyadi”

BANDUNG - Sepekan lebih 'Tim Investigasi' telah dibentuk Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi (KDM), dalam menyikapi dugaan kasus pelecehan seksual terhadap RY yang...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan