Rabu, September 9, 2026
spot_img

Apa Kabar Kasus Dugaan Pelecehan Sekpri Wabup Sumedang, PERADI : “Ini Bisa Jadi Presenden Buruk Kepemimpinan Dedi Mulyadi”

BANDUNG – Sepekan lebih ‘Tim Investigasi’ telah dibentuk Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi (KDM), dalam menyikapi dugaan kasus pelecehan seksual terhadap RY yang dikabarkan menjerat Wakil Bupati Sumedang, M. Fajar Aldila.

Belum ada informasi spesifik siapa kuasa hukum yang mendampingi korban RY yang diketahui merupakan Sekretaris Pribadi Wabup Sumedang tersebut. Tetapi sebanyak 22 Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PERADI se-Jabar mengaku siap memberikan dukungan kepada korban untuk memastikan prinsip equality before the law (persamaan di hadapan hukum).

Termasuk yang disampaikan Ketua DPC PERADI Karawang, Asep Agustian SH., MH., yang mengaku siap memberikan dukungan moril dan hukum kepada korban RY lewat jalur PBH PERADI (Pusat Bantuan Hukum Perhimpunan Advokat Indonesia).

Disampaikan Asep Agustian (Askun), ia memberikan apresiasi kepada KDM yang sudah ‘gerak cepat’ dalam menyikapi kasus ini dengan langsung membentuk tim investigasi. Namun demikian, ia berpendapat jika kasus ini bisa menjadi preseden buruk bagi kepemimpinan KDM, apabila penanganannya tidak mendapat keadilan di mata hukum.

Berita Lainnya  'Motekar Preneur' Dimulai, Omzet UMKM Ditarget Tembus Rp 1 Miliar

“Makanya sekarang kita pertanyakan, mana hasil dari tim investigasi?. Ini sudah sepekan lebih dan publik masih menantikan kabarnya. Ini bisa jadi presenden buruk kepemimpinan KDM, jika kasusnya tidak mendapatkan keadilan dan kepastian hukum,” tutur Askun, Rabu (9/9/2026).

Atas persoalan ini, Askun juga meminta para wakil rakyat di DPRD Sumedang tidak hanya berdiam diri. Karena kasusnya melibatkan oknum pejabat, maka harus ada intervensi dari legislatif untuk memberikan dukungan moril terhadap proses yang sedang berjalan, baik itu di internal kepolisian maupun di internal pemerintahan Sumedang.

“Ini kasus amoral yang sedang disorot publik dan sudah menjadi isu nasional. Ada tanggungjawab moral wakil rakyat di sana. Saya minta DPRD Sumedang lebih pro aktif dalam menyikapinya. Masa ada rakyatnya ‘digituin’ mau diam saja!. Ini pertaruhannya marwah lembaga loh!,” kata Askun.

Berita Lainnya  Pelajar ini juga Jadi Korban Pengeroyokan Sejumlah Orang Tak Dikenal Pascademo

Sementara dari sisi hukum, Askun menilai penanganan kasus ini tidak berjalan sebagaimana mestinya.

“Sepertinya hukum sedang tidak berjalan sebagaimana mestinya. Ada apa dengan pihak kepolisian?. Jika penanganan kasus ini mandek, PERADI akan kirim surat ke Propam Mabes Polri dan Kapolri. Jangan sampai karena gara-gara terduga pelaku adalah pejabat, penanganannya jadi mandek. Padahal hukum tidak mengenal jabatan, hukum adalah perbuatan,” tegas Askun.

“Ingat, kasus ini bukan opini loh!, karena ada korban dan kejadiannya. Tinggal bagaimana pihak kepolisian bisa bekerja profesional dan independen dalam penyelidikannya,” timpal Askun.

Diberitakan, Wakil Bupati Sumedang, M. Fajar Aldila tengah menghadapi dugaan kasus pelecehan seksual dan penganiayaan terhadap mantan sekretaris pribadinya berinisial RY.

Berita Lainnya  Mobil Anggota DPRD Karawang Dirampas Debt Collector, Kok Bisa?

Peristiwa tersebut dilaporkan terjadi pada 17 Agustus 2026 di rumah dinas Wakil Bupati Sumedang.

Selain Wabup Fajar Aldila, laporan juga menyeret nama istri dan sepupunya yang merupakan anggota DPR RI.

Korban RY dikabarkan mengalami luka-luka serta trauma, dan telah melaporkan kejadian ini ke Polda Jabar.

Sementara, Wabup Sumedang M. Fajar Aldila dengan tegas membantah seluruh tuduhan pelecehan seksual dan penganiayaan tersebut, serta menyebutnya tidak berdasar.

Sementara Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi telah membentuk tim khusus, guna mengusut tuntas peristiwa ini secara objektif dan transparan.***

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Kini Giliran Ratusan Siswa di 2 Sekolah di Pati Keracunan MBG

PATI - Keracunan makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) terjadi di dua sekolah di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, Rabu (9/9/2026). Ratusan korban merupakan siswa...

Sempat Didemo Siswa, ‘Guru Cabul’ di SMAN 1 Pamanukan Ditetapkan Tersangka

SUBANG - Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Subang menetapkan AT, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMAN 1 Pamanukan sebagai tersangka atas...

Sempat Mangkir, Tersangka HJ Akhirnya Penuhi Panggilan Penyidik, Langsung Dijebloskan ke Jeruji Besi

KARAWANG - Setelah sebelumnya sempat Mangkir dari panggilan penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Karawang, HJ - salah seorang tersangka dugaan kasus korupsi penyaluran Kredit Pemilikan...

Giliran Ratusan Siswa dan Guru di MAN 2 Rembang yang Keracunan MBG

REMBANG - Sebanyak 271 siswa dan tujuh guru Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Rembang, Kecamatan Lasem, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, mendadak mengalami gejala ketacunan...

5 Jurnalis Dilaporkan Hilang Kontak Saat Liput Erupsi Gunung Anak Krakatau

Kapal cepat Arupadhatu 1 yang membawa rombongan jurnalis dilaporkan hilang kontak di perairan Selat Sunda, Kabupaten Pandeglang, Banten. Kapal tersebut bertolak dari Dermaga Pagedongan, Carita,...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan