JAKARTA – Masih ingatkan dengan peristiwa seorang anggota kepolisian yang mengaku telah mengalami patah kaki, karena didorong pendemo saat mengamankan jalannya aksi demonstrasi massa Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII) di depan DPR RI, pada Senin (22/6/2026) lalu.
Bermunculan postingan narasi di media sosial bahwa apa yang dialami Kepala Bagian Perencanaan Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP Adri Desas Furyanto tersebut bukan karena didorong pendemo. Melainkan karena jatuh sendiri. Bahkan sebagian netizen mencurigai bahwa insiden tersebut hanya sekedar akting.
Menyikapi isu ini, Kasi Humas Polres Metro Jakarta Pusat, Iptu Erlyn Sumantri memastikan bahwa AKBP Adri Desas Furyanto benar-benar jatuh karena didorong pendemo, bukan karena sedang melakukan akting.
Dijelaskannya, saat itu AKBP Adri sedang membantu memadamkan api yang sudah membara di depan gerbang utama DPR/MPR RI, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Pusat.
Adri juga tampak meraih sebilah kayu di dekat kobaran api agar tidak ikut terbakar. Ia pun mengayun-ayunkan kayu itu agar massa tidak mendekati api.
Namun, tiba-tiba seorang pria berkaos putih maju menabrak Adri hingga ia tersungkur. Setelahnya polisi memadamkan bara api menggunakan alat pemadam api ringan (APAR) yang membuat lokasi demo dipenuhi asap putih.
Ia pun memastikan AKBP Adri benar-benar terjatuh dan bukan melakukan akting sebagaimana komentar warganet pada video yang beredar di media sosial.
“Benar-benar terjatuh dan ada sebabnya. Didorong yang pakai baju putih,” tutur Erlyn, dilansir dari Kompas.
Erlyn juga menyampaikan bahwa Adri terjatuh dua kali. Pertama, saat setelah didorong pria berkaos putih. Kemudian kedua, saat Adri hendak menasihati massa PMII.
“Betul kalau jatuh dua kali. Yang pertama karena beliau didorong terjatuh tumpuan kaki kanan. Kalau dilihat dari videonya, jatuh yang kedua beliau jatuh karena sudah merasakan sakit di kakinya,” kata dia.
Adri didiagnosa menderita fraktur patella dextra (patah tulang lutut kanan). Saat ini Adri masih dirawat di RS Polri.***
Sumber : Kompas.com










