Minggu, November 8, 2026
Google search engine

Ricuh Pengamanan Aset Pemkot Bukittinggi, Dosen hingga Security UFDK Alami Luka-luka

BUKITTINGGI – Sejumlah sivitas akademika Universitas Fort de Kock (UFDK) Bukittinggi menjadi korban kekerasan yang diduga dilakukan oleh oknum Satpol PP Bukittinggi, Rabu 22 Juli 2026.

Kekerasan itu menyasar beberapa dosen, sekuriti atau satpam dan mahasiswa, bahkan seorang satpam kampus mengalami luka-luka di bagian wajah.

Menurut Khairul Abbas, selaku dosen serta anggota tim kuasa hukum UFDK Bukittinggi, peristiwa ini terjadi sekitar pukul 09.00 WIB.

Abbas menjelaskan, saat kejadian tim SK4 Pemko Bukittinggi memasuki area kampus dengan cara melompati pagar bagian belakang.

Kemudian berusaha memasang plang yang berisikan klaim kepemilikan tanah oleh Pemko Bukittinggi.

Berita Lainnya  Heboh Jasad Bayi Berubah Jadi Bantal Guling Saat akan Dimakamkan

Namun pemasangan itu menuai protes dari pihak kampus dan membuat keributan tak terelakan dan membuat sejumlah orang dari pihak kampus menjadi korban.

Menurut Abbas, ini bukan persoalan eksekusi lagi, tapi sudah merupakan persoalan dugaan tindak penganiayaan berat.

“Ada yang dipukul kepalanya, ada yang disepak di punggungnya, ini bukan lagi tindak pidana ringan,” ujar Abbas.

Abbas meyakini, banyak yang menjadi korban kekerasan yang dilakukan oknum Satpol PP.

Namun pihaknya baru mendata 4 orang yang menjadi korban, dan 3 di antaranya mengalami kekerasan serius.

Berita Lainnya  Warga Lagi Asik Ngopi Tiba-tiba Ditampar, Kapolres Kapuas Hulu Sampaikan Permohonan Maaf

Sementara, Kasatpol PP Kota Bukittinggi Syanji Faredy juga mengatakan kegiatan tersebut merupakan operasi gabungan SK4 yang terdiri dari unsur Pemkot, Polisi Militer, TNI, dan Polri. Menurut Syanji, tujuan kedatangan petugas hanya untuk memasang plang pengamanan aset.

Syanji menyebut petugas justru mendapat provokasi dan didorong oleh pihak kampus. Pemkot juga mengeklaim terdapat anggota Satpol PP yang lebih dulu disikut dan diserang.

“Tujuan kami hanya memasang plang,” kata Syanji.

Namun, ia mengklaim situasi berubah setelah petugas mendapat provokasi dari pihak kampus.

Berita Lainnya  Kepsek SDN 15 Woja Dibacok Pemuda Saat Mengajar Dalam Kelas, Murid dan Guru Berhamburan Ketakutan

“Dimulai dari seorang pria berbaju kuning. Diteriaki kami maling,” ujarnya.

Syanji menyebut salah seorang anggota Satpol PP lebih dulu didorong dan disikut sehingga terjadi aksi saling dorong di lokasi.

“Itu provokasi awalnya. Anggota saya yang didorong duluan, lalu disikut,” katanya.

Atas kejadian ini, para korban dari pihak kampus telah melakukan visum dan melaporkan kejadiannya ke Reskrim Polresta Bukittinggi. (Dari berbagai sumber)

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Aksi Women’s March Jakarta Sampaikan 9 Tuntutan, Sempat Dorong-dorongan dengan Polisi

JAKARTA - Aksi unjuk rasa Women's March Jakarta (WMJ) 2026 yang digelar hari ini, Sabtu, 7 November 2026, sempat diwarnai ketegangan berupa aksi saling...

Terbakar Api Cemburu, Pria ini Injak-injak Kekasihnya hingga Meninggal Dunia

KARAWANG - Polresta Karawang telah menangkap seorang pemuda berinisial RHT atau RH (20) setelah diduga melakukan penganiayaan brutal terhadap kekasihnya, AAP (22), hingga meninggal...

Tahanan Perempuan Hamil di Dalam Sel, Kapolsek Dompu Dicopot, Anggotanya Diperiksa Propam Polda NTB

DOMPU - Kapolsek Dompu, Ipda Sarbani, mendadak dicopot dari jabatannya. Pencopotan terjadi ketika viral isu mengenai seorang tahanan perempuan yang dikabarkan hamil di dalam...

Jokowi Marah di Persidangan, Karena Dokter Tifa Sempat Datangi Makam Orang Tuanya

JAKARTA - Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) mengaku sangat tersinggung dan marah ketika hadir sebagai saksi pelapor dalam sidang kasus dugaan ijazah palsu...

Tiga Jari Putus Setelah Alami Kecelakaan Kerja, Karyawati di Bekasi Dipaksa Tetap Bekerja, Disodori Surat Perjanjian Tak Menuntut

BEKASI - Nasib pilu kasus kecelakaan kerja dialami oleh Rindi Natasya (22 tahun), karyawati PT Daehyun Bobbin Indonesia yang berlokasi di kawasan Industri Jababeka...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

Peristiwa

Kriminal

Politik

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan