Minggu, Juli 12, 2026
spot_img

Gegara Program MBG, Sudah 2 Kali Prabowo-Gibran Disantet Mahasiswa

GEGARA program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang banyak dikecam mahasiswa, Presiden dan Wakik Presiden, Prabowo – Gibran sudah dua kali disantet mahasiswa.

Ini bukanlah ritual santet beneran. Melainkan dua aksi teatikal mahasiswa yang mengecam keras terhadap program yang disinyalir menjadi ‘bancakan anggaran’ sekelompok elit.

Pertama, aksi teatikal santet Prabowo-Gibran dilakukan mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gadjah Mada (FIB UGM), pada Kamis (11/6/2026).

Dalam teatikal ini, mahasiswa menampilkan monolog dukun yang mengecam kondisi negara saat ini. Mahasiswa melakukan  penyembelihan ayam cemani di atas poster bergambar Prabowo-Gibran.

Berita Lainnya  Sekda Bekasi Akui Kasus Ade Kunang Berpengaruh Terhadap Administrasi Pemerintahan dan Psikologis ASN

Jack, salah satu massa aksi menjelaskan bahwa ayam cemani dipilih karena melambangkan situasi negara saat ini yang sedang suram, seperti warnanya yang hitam. Selain itu, terdapat pula sesajen berupa tujuh telur ayam yang kemudian dipecahkan.
Kedua, aksi teatikal santet Prabowo-Gibran juga dilakukan mahasiswa saat aksi demonstrasi aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Purwokerto, di halaman kantor Bupati Banyumas, Jawa Tengah, pada Rabu (24/6/2026).

Dalam teatrikal ini terdapat beberapa mahasiswa yang mengenakan topeng Prabowo-Gibran, beberapa diantaranya berperan sebagai rakyat yang tertindas, serta ada juga yang berperan sebagai dukun dengan membawa berbagai macam kembang dan foto Prabowo-Gibran.

Berita Lainnya  Pertama, Presiden Prabowo Luncurkan Biodiesel B50 di KM 57A Karawang

Mahasiswa yang berperan sebagai dukun sempat memperagakan aksi 54nt3t. Mahasiswa yang berperan sebagai Prabowo-Gibran pun akhirnya seolah tumbang setelah didoakan oleh dukun.

Dalam aksi demonstrasi ini, mahasiswa menyampaikan beberapa tuntutan yang salah satunya adalah desakan agar program Makan Bergizi Gratis (MBG) memiliki dasar hukum berupa Undang-undang, bukan hanya sekadar Peraturan Presiden (Perpres).***

Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Belum Ada Urgensi Perubahan Nama Jawa Barat Jadi Tatar Sunda

KARAWANG - Wakil Ketua DPR RI, Cucun Ahmad Sjamsurijal menilai belum ada urgensi terkait perubahan nama Provinsi Jawa Barat menjadi Tatar Sunda. Cucun pun meminta...

Bejat! Anak Sendiri kok Dicabuli, Si Gondrong Kini Sudah Diringkus Polisi

KARAWANG - DH (46), seorang ayah asal Kecamatan Karawang Timur, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, ini terpaksa diringkus polisi, setelah kedapatan memperkosa anak kandungnya sendiri. Ironisnya,...

Bikin Bingung! Dedi Mulyadi Sebut Jalan Bergelombang Interchange Karawang Barat Kewenangan Jasa Marga

KARAWANG - Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi (KDM) merespon keluhan masyarakat mengenai banyaknya kecelakaan lalu lintas yang disebabkan jalan bergelombang di Jalan Interchange...

Ono Surono dan Dedi Mulyadi Sependapat Tak Perlu Ada Perubahan Nama Jawa Barat Menjadi Tatar Sunda

BANDUNG - Wakil Ketua DPRD Jawa Barat, Ono Surono hingga Gubernur Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi alias KDM secara terpisah mengutarakan pendapat senada bahwa...

Pertama, Presiden Prabowo Luncurkan Biodiesel B50 di KM 57A Karawang

KARAWANG - Presiden Prabowo meluncurkan Biodiesel B50 di Rest Area KM 57A, Tol Jakarta - Cikampek, Kecamatan Klari, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, pada Kamis...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan