Sabtu, November 7, 2026
Google search engine

Pemkot Bekasi Desak Pemkab Bogor Tindak 5 Perusahaan Diduga Cemari Aliran Sungai

KOTA BEKASI – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bekasi mendesak Pemerintah Kabupaten Bogor menindak lima perusahaan diduga mencemari air sungai atau Kali Bekasi berubah menjadi hitam pekat, berbusa, dan mengeluarkan bau menyengat.

Desakan itu disampaikan setelah hasil penelusuran lapangan dan uji laboratorium DLH Kota Bekasi mengarah pada dugaan bahwa sumber pencemaran berasal dari wilayah Kabupaten Bogor.

“Mereka (Pemkab Bogor) sudah menemukan indikasi lima perusahaan yang melakukan pencemaran di sepanjang aliran sungai,” ujar Kepala DLH Kota Bekasi Kiswatiningsih kepada awak media, Rabu (5/8/2026).

Namun Kiswatiningsih tidak menjelaskan identitas lima perusahaan dan sektor yang dijalankan.

Kiswatiningsih berharap temuan tersebut segera ditindaklanjuti sesuai kewenangan Pemerintah Kabupaten Bogor agar sumber pencemaran dapat dipastikan dan ditangani.

“Kami berharap penelusuran itu segera ditindaklanjuti oleh Kabupaten Bogor sesuai dengan kewenangannya,” katanya.

Berita Lainnya  Heboh Jasad Bayi Berubah Jadi Bantal Guling Saat akan Dimakamkan

Ia menjelaskan, penelusuran dilakukan setelah tim Pengawas Lingkungan Hidup (PPLH), UPTD Laboratorium, dan Pasukan Katak menerima laporan perubahan warna air Sungai Cileungsi dan Kali Bekasi pada 19 Juli 2026.

Sejak 20 Juli 2026, tim mengambil sampel air di sejumlah titik di Kota Bekasi hingga wilayah Kabupaten Bogor untuk memastikan asal pencemaran.

Berdasarkan hasil uji laboratorium, karakteristik pencemar pada sampel air di Kabupaten Bogor identik dengan sampel yang diambil di Kali Bekasi.

Temuan tersebut memperkuat dugaan bahwa sumber pencemaran berasal dari wilayah hulu. “Artinya, sumber pencemaran berasal dari Kabupaten Bogor,” kata Kiswatiningsih.

Meski telah mengetahui karakteristik pencemar, DLH Kota Bekasi belum dapat memastikan perusahaan yang menjadi penyebab pencemaran. Menurut Kiswatiningsih, penelusuran terhadap pelaku pencemaran merupakan kewenangan Pemerintah Kabupaten Bogor.

Berita Lainnya  Gagal Dapat Pinjaman Rp3,4 Triliun, Dedi Mulyadi Siapkan Opsi Tunda Bayar Proyek Pembangunan

“Kami hanya tahu parameternya yang melebihi baku mutu. Tapi parameter itu dihasilkan oleh perusahaan yang mana, kami tidak bisa menelusuri lebih lanjut karena itu terjadi di Kabupaten Bogor,” ujarnya.

Karena itu, Pemerintah Kota Bekasi terus berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Bogor agar penelusuran terhadap sumber pencemaran dapat segera dilakukan.

Koordinasi tersebut, kata Kiswatiningsih, rutin dilakukan setiap kali fenomena air Kali Bekasi menghitam kembali terjadi saat musim kemarau. Sementara itu, hasil pemantauan terbaru di titik pertemuan Sungai Cikeas dan Sungai Cileungsi menunjukkan kondisi air kedua sungai berbeda.

Air Sungai Cikeas tampak berwarna cokelat akibat sedimen, sedangkan air Sungai Cileungsi masih berwarna hitam keabu-abuan.

Berita Lainnya  Dikonfrontir di RDP Komisi I, KIIC 'Malu-malu Kucing' untuk Akui Pelanggaran Tumpang Tindih Ratusan Hektar Lahan Industri dengan Kawasan Hutan

Menurut Kiswatiningsih, kondisi tersebut menunjukkan aliran limbah dari wilayah hulu masih terus mengalir hingga memasuki Kota Bekasi.

“Ini menunjukkan perjalanan limbah masih terus terjadi dari Kabupaten Bogor menuju Kota Bekasi,” ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, kondisi Kali Bekasi dan Kali Medan Satria kembali menjadi sorotan setelah air di kedua aliran sungai tersebut berubah menjadi hitam pekat, dipenuhi busa putih, dan mengeluarkan bau menyengat.

Selain dikeluhkan warga karena mengganggu aktivitas sehari-hari, pencemaran tersebut juga berdampak terhadap proses produksi air baku Perumda Tirta Patriot Kota Bekasi yang memanfaatkan Kali Bekasi sebagai salah satu sumber air bersih.***

Sumber : Kompas.com

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>
SourceSUMBER :

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Tahanan Perempuan Hamil di Dalam Sel, Kapolsek Dompu Dicopot, Anggotanya Diperiksa Propam Polda NTB

DOMPU - Kapolsek Dompu, Ipda Sarbani, mendadak dicopot dari jabatannya. Pencopotan terjadi ketika viral isu mengenai seorang tahanan perempuan yang dikabarkan hamil di dalam...

Jokowi Marah di Persidangan, Karena Dokter Tifa Sempat Datangi Makam Orang Tuanya

JAKARTA - Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) mengaku sangat tersinggung dan marah ketika hadir sebagai saksi pelapor dalam sidang kasus dugaan ijazah palsu...

Tiga Jari Putus Setelah Alami Kecelakaan Kerja, Karyawati di Bekasi Dipaksa Tetap Bekerja, Disodori Surat Perjanjian Tak Menuntut

BEKASI - Nasib pilu kasus kecelakaan kerja dialami oleh Rindi Natasya (22 tahun), karyawati PT Daehyun Bobbin Indonesia yang berlokasi di kawasan Industri Jababeka...

Rp58,7 Miliar Dana CSR Bantu Pembangunan, Kang Jimmy : “Saya Akui Bupati Aep Visioner”

KARAWANG - Berdasarkan data laporan tahun 2025, sekitar Rp58,7 miliar dana bantuan perusahaan/industri melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan (TJSLP) atau Corporate Social...

Menghilang Setelah Penetapan Tersangka Listyo Sigit, Seskab Teddy Akhirnya Muncul Dampingi Prabowo

JAKARTA - Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya sempat menjadi perbincangan dan dicari publik karena tidak terlihat dalam beberapa agenda kepresidenan di tengah isu...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

Peristiwa

Kriminal

Politik

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan