Minggu, September 20, 2026
spot_img

Pemkot Bekasi Desak Pemkab Bogor Tindak 5 Perusahaan Diduga Cemari Aliran Sungai

KOTA BEKASI – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bekasi mendesak Pemerintah Kabupaten Bogor menindak lima perusahaan diduga mencemari air sungai atau Kali Bekasi berubah menjadi hitam pekat, berbusa, dan mengeluarkan bau menyengat.

Desakan itu disampaikan setelah hasil penelusuran lapangan dan uji laboratorium DLH Kota Bekasi mengarah pada dugaan bahwa sumber pencemaran berasal dari wilayah Kabupaten Bogor.

“Mereka (Pemkab Bogor) sudah menemukan indikasi lima perusahaan yang melakukan pencemaran di sepanjang aliran sungai,” ujar Kepala DLH Kota Bekasi Kiswatiningsih kepada awak media, Rabu (5/8/2026).

Namun Kiswatiningsih tidak menjelaskan identitas lima perusahaan dan sektor yang dijalankan.

Kiswatiningsih berharap temuan tersebut segera ditindaklanjuti sesuai kewenangan Pemerintah Kabupaten Bogor agar sumber pencemaran dapat dipastikan dan ditangani.

“Kami berharap penelusuran itu segera ditindaklanjuti oleh Kabupaten Bogor sesuai dengan kewenangannya,” katanya.

Berita Lainnya  Pemkab Bekasi Matangkan Persiapan Pilkades Digital, Bimtek KPPS Digelar Sertak

Ia menjelaskan, penelusuran dilakukan setelah tim Pengawas Lingkungan Hidup (PPLH), UPTD Laboratorium, dan Pasukan Katak menerima laporan perubahan warna air Sungai Cileungsi dan Kali Bekasi pada 19 Juli 2026.

Sejak 20 Juli 2026, tim mengambil sampel air di sejumlah titik di Kota Bekasi hingga wilayah Kabupaten Bogor untuk memastikan asal pencemaran.

Berdasarkan hasil uji laboratorium, karakteristik pencemar pada sampel air di Kabupaten Bogor identik dengan sampel yang diambil di Kali Bekasi.

Temuan tersebut memperkuat dugaan bahwa sumber pencemaran berasal dari wilayah hulu. “Artinya, sumber pencemaran berasal dari Kabupaten Bogor,” kata Kiswatiningsih.

Meski telah mengetahui karakteristik pencemar, DLH Kota Bekasi belum dapat memastikan perusahaan yang menjadi penyebab pencemaran. Menurut Kiswatiningsih, penelusuran terhadap pelaku pencemaran merupakan kewenangan Pemerintah Kabupaten Bogor.

Berita Lainnya  Berawal dari 'Heureuy', Pejabat Dishub Sukabumi Lecehkan Siswi PKL, Berakhir Dijemput Polisi

“Kami hanya tahu parameternya yang melebihi baku mutu. Tapi parameter itu dihasilkan oleh perusahaan yang mana, kami tidak bisa menelusuri lebih lanjut karena itu terjadi di Kabupaten Bogor,” ujarnya.

Karena itu, Pemerintah Kota Bekasi terus berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Bogor agar penelusuran terhadap sumber pencemaran dapat segera dilakukan.

Koordinasi tersebut, kata Kiswatiningsih, rutin dilakukan setiap kali fenomena air Kali Bekasi menghitam kembali terjadi saat musim kemarau. Sementara itu, hasil pemantauan terbaru di titik pertemuan Sungai Cikeas dan Sungai Cileungsi menunjukkan kondisi air kedua sungai berbeda.

Air Sungai Cikeas tampak berwarna cokelat akibat sedimen, sedangkan air Sungai Cileungsi masih berwarna hitam keabu-abuan.

Berita Lainnya  Menko Zulhas Akui MBG Gagal: Anggaran Besar, Dua Tahun Berjalan, Banyak Masalah!

Menurut Kiswatiningsih, kondisi tersebut menunjukkan aliran limbah dari wilayah hulu masih terus mengalir hingga memasuki Kota Bekasi.

“Ini menunjukkan perjalanan limbah masih terus terjadi dari Kabupaten Bogor menuju Kota Bekasi,” ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, kondisi Kali Bekasi dan Kali Medan Satria kembali menjadi sorotan setelah air di kedua aliran sungai tersebut berubah menjadi hitam pekat, dipenuhi busa putih, dan mengeluarkan bau menyengat.

Selain dikeluhkan warga karena mengganggu aktivitas sehari-hari, pencemaran tersebut juga berdampak terhadap proses produksi air baku Perumda Tirta Patriot Kota Bekasi yang memanfaatkan Kali Bekasi sebagai salah satu sumber air bersih.***

Sumber : Kompas.com

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>
SourceSUMBER :

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Diduga Peras 21 Kepala Sekolah, Dua Staf Dinas Pendidikan Banyuasin Kena OTT di Hotel

Polda Sumatera Selatan melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap dua staf Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuasin berinisial RB dan...

Pejabat Dishub Sukabumi Lecehkan 3 Siswi Magang dengan Modus Karaoke Bersama

SUKABUMI - Sekretaris Dinas Perhubungan (Sekdis) Kabupaten Sukabumi berinisial TIP (54) ditetapkan jadi tersangka atas kasus tindak asusila terhadap tiga siswi magang. Aksi pencabulan...

Pria ini Dilaporkan ke Polisi Setelah Mengaku Bertemu dengan Allah dan Rasulullah

Seorang pria di Jember bernama Abdullah Arrosy dilaporkan ke Polres Jember pada Kamis, 17 September 2026, karena membuat konten TikTok yang mengaku pernah bertemu...

Video Call dan Julukan Lidah Saat Rapat, Sikap Anggota DPR RI Fraksi Gerindra ini Jadi Sorotan

Anggota DPR RI Fraksi Partai Gerindra, Moreno Soeprapto, viral di media sosial setelah tertangkap kamera melakukan video call dan menjulurkan lidah saat mengikuti rapat...

Prabowo : “Saya Bisa Diundang di Acara Tidak Terlalu Besar, Kalau Perlu Tidak Ada Wartawan”

Presiden RI Prabowo Subianto menyatakan kesiapannya untuk menghadiri berbagai agenda kegiatan di seluruh wilayah Indonesia, termasuk ketika diundang Pondok Modern Darussalam Gontor. Pernyataan tersebut disampaikan...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan