SUMBA BARAT – Sejumlah ruangan kerja di Makopolres Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), dirusak oleh massa saat memprotes insiden polisi menembak mati warga bernama Jowa Tana (39), Selasa (15/9/2026) pagi.
Selain itu, mobil patroli milik Polri juga ludes dibakar massa.
“Ada ruang kerja Kabag SDM Polres Sumba Barat dan Wakapolres, serta ruangan SPKT dan beberapa ruangan lainnya itu dirusaki massa,” ujar Kabid Humas Polda NTT Kombes Henry Novika Chandra di kantornya, Rabu (16/8/2026).
Henry menjelaskan kejadian itu bermula dari adanya beberapa laporan polisi terkait sindikat pencurian ternak kuda dan kerbau di Sumba Barat dan Sumba Tengah yang diungkap polisi.
Dalam proses penegakan hukum kasus tersebut, polisi mendapat perlawanan dari Jowa Tana. Korban disebut menyerang polisi menggunakan parang sehingga petugas melepaskan tembakan.
“Hal itu memicu reaksi dari pada keluarga korban sehingga terjadi penyerangan di Polres Sumba Barat yang berujung pengerusakan fasilitas,” jelas Henry.
Menurut Henry, saat ini situasi kamtibmas di Sumba Barat sudah berangsur kondusif dan tak ada lagi aksi penyerangan. Polisi juga membersihkan kaca yang pecah serta batu dan kayu yang digunakan untuk merusak fasilitas tersebut.
Meski demikian, sejumlah personel gabungan TNI-Polri juga masih bersiaga di lokasi. Selain itu, Kapolda NTT Irjen Rudi Darmoko telah menerjunkan Irwasda Polda NTT Kombes Andi Anugrah bersama sejumlah pejabat ke Sumba Barat untuk mengusut tuntas kasus tersebut.
“Kami berharap bisa diusut secara terang benderang. Untuk kejadiannya sampai saat ini sudah relatif kondusif dan anggota sedang membersihkan kaca-kaca yang pecah serta batu dan kayu,” imbuh Henry.
Polda NTT memastikan tak ada rumah warga yang dirusak maupun dibakar massa.
“Sementara yang dilaporkan itu tidak ada ya. Hanya fasilitas Polri saja yang dirusaki dan dibakar massa,” pungkasnya.***
Sumber : Detikcom










