Rabu, September 16, 2026
spot_img

Ratusan Pelajar di Cileungsi – Bogor Jadi Korban Konten Pornografi AI

BOGOR – Ratusan pelajar di salah satu sekolah swasta setingkat SMA di wilayah Cileungsi, Kabupaten Bogor, diduga menjadi korban penyalahgunaan teknologi artificial intelligence (AI) untuk membuat konten pornografi.

Kasus tersebut telah dilaporkan ke Polres Bogor melalui laporan polisi nomor LP/B/1143/V/2026/SPK/Polres Bogor/Polda Jawa Barat tertanggal 19 Mei 2026.

Kuasa hukum saksi, Muhammad Ari Pratomo, mengatakan pihaknya mendampingi dua orang saksi menjalani pemeriksaan di Polres Bogor pada Senin, 14 September 2026.

Menurut Ari, dugaan kasus tersebut bermula ketika foto sejumlah teman sekolah yang diambil dari media sosial diduga dimanipulasi menggunakan AI menjadi foto tanpa busana hingga video bermuatan pornografi.

“Korban ini ratusan. Dari keterangan saksi yang saya dampingi, mereka menyaksikan langsung dan menanyakan kepada pelaku dan pelaku mengakui saat ditanya,” kata Ari kepada wartawan pada Senin, 14 September 2026.

Berita Lainnya  Mobil Anggota DPRD Karawang Dirampas Debt Collector, Kok Bisa?

Ia menyebut, berdasarkan keterangan para saksi, telepon seluler yang diduga milik pelaku sempat diperiksa dan ditemukan ribuan foto serta video yang diduga merupakan hasil manipulasi menggunakan AI.

Foto-foto tersebut diduga diambil dari media sosial para korban, kemudian diedit menggunakan AI tanpa persetujuan pemilik foto.

Dalam perkara ini, terdapat dua orang yang dilaporkan dengan inisial KF dan DCN. Keduanya diduga memiliki peran berbeda, yakni salah satunya sebagai pihak yang menyuruh atau menjadi inisiator, sementara lainnya diduga sebagai pembuat konten.

Ari mengatakan, dugaan perbuatan tersebut diketahui setelah terjadi persoalan antara dua pihak yang diduga terlibat. Salah satu terduga pelaku kemudian membongkar dugaan pembuatan konten AI terhadap sejumlah teman sekolah.

Informasi tersebut kemudian disampaikan kepada korban dan sejumlah teman lainnya. Mereka lantas mengonfirmasi langsung kepada terduga pelaku hingga muncul pengakuan yang sempat direkam.

Berita Lainnya  Diduga Penyusup, Seorang Pria Membawa Golok Diamuk Massa

“Pengakuan itu pun divideokan dan diserahkan ke Polres untuk bahan laporan,” ujarnya.

Ari mengaku belum mengetahui secara pasti motif penyebarluasan konten tersebut. Namun, berdasarkan keterangan yang diperoleh dari terduga pelaku saat dikonfirmasi teman-temannya, konten tersebut disebut dibuat untuk konsumsi pribadi.

Kendati demikian, dari telepon seluler yang diperiksa para saksi, disebut terdapat sejumlah konten yang diduga telah diunggah ke beberapa situs internet hingga situs judi online.

“Tapi faktanya di dalam handphone itu sempat dilihat itu ada beberapa website yang sudah pernah di upload seperti website judol dan lain-lain,” jelasnya.

Kasus tersebut diduga telah berlangsung sejak 2025, ketika para pihak masih berstatus pelajar.

Saat ini, terduga pelaku disebut telah lulus, sementara sebagian korban juga telah melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi dan sebagian lainnya masih bersekolah.

Ari juga mengungkapkan adanya korban yang diduga mengalami tekanan psikologis setelah mengetahui dirinya menjadi korban manipulasi konten pornografi.

Berita Lainnya  Kejari Karawang Kembali Tetapkan 2 Tersangka Korupsi Penyaluran KPR

Ia berharap proses hukum terhadap perkara tersebut dapat berjalan cepat dan tidak berlarut-larut, sehingga para korban dapat kembali fokus menjalani pendidikan.

“Saya sebagai kuasa hukum saksi juga berharap segera diproses, tidak bertele-tele, agar mereka ini bisa segera kuliah dan fokus pada pendidikan,” katanya.

Ari juga mengimbau korban lain yang merasa mengalami hal serupa untuk berani melapor. Menurutnya, jumlah korban dalam perkara tersebut diduga belum seluruhnya terungkap.

“Harapannya dengan adanya berita ini, orang-orang yang merasa menjadi korban berani speak up. Supaya tidak terjadi lagi untuk kedua kalinya di Kabupaten Bogor,” pungkasnya.***

Sumber : metropolitan.id

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Diungkap KDM Terlibat Transportasi Truk Tambang PT. Jui Shin Indonesia, Anggota DPRD Jabar H. Jenal Arifin Sampaikan Klarifikasi

KARAWANG - Atas pernyataan yang disampaikan oleh Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi (KDM), soal keterlibatan perusahaan Cipagamas yang bekerja sama dengan PT. Jui...

KDM Ungkap 3 Perusahaan yang Kerjasama dengan PT. Jui Shin Indonesia, Salah Satunya Diduga Milik Anggota DPRD Jabar

KARAWANG - Atas dasar keterbukaan informasi publik, Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi (KDM) mengungkap penyebab kerusakan jalan Badami-Loji di Karawang Selatan yang menurutnya...

Ribuan Pelajar di Wamena Aksi Tolak MBG : “Kami Minta Sekolah Gratis”

WAMENA - Ribuan siswa-siswi yang tergabung dalam Solidaritas Pelajar West Papua (SPWP) menggelar aksi nasional penolakan program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Wamena, Selasa...

19 Orang Diamankan KPK, Orang Kepercayaan Nusron Wahid Keruk Puluhan Miliar dari Berbagai Proyek

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menemukan dugaan penerimaan lainnya atau gratifikasi yang dilakukan sejumlah oknum di lingkungan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan...

Berawal dari ‘Heureuy’, Pejabat Dishub Sukabumi Lecehkan Siswi PKL, Berakhir Dijemput Polisi

SUKABUMI - Seorang oknum pejabat Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Sukabumi berinisial TIP yang diduga melakukan pelecehan terhadap siswi Praktik Kerja Lapangan (PKL) telah dijemput...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan