BANDUNG – Kasus dugaan pelecehan seksual yang dilakukan Wakil Bupati Sumedang, Muhammad Fajar Aldila terhadap sekretaris pribadinya berinisial RY dinyatakan ‘clear’ oleh Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi (KDM).
Melalui postingan video di akun instagram pribadinya, KDM menyatakan jika kasus ini hanya kesalahpahaman yang berawal dari rasa cemburu istri Wakil Bupati Sumedang terhadap RY yang didekati suaminya.
Di hadapan KDM, terduga korban RY yang sempat melaporkan kasusnya ke Polda Jawa Barat mengaku tidak ada pelecehan seksual yang terjadi.
Alhasil, kasus ini berakhir dengan damai dan RY dikabarkan telah mencabut laporan di Polda Jabar.
Namun demikian, sebagian netizen yang berkomentar di postingan KDM tersebut mengaku tidak percaya. Terlebih, netizen mengaku sudah mengetahui kronologis laporan di Polda Jabar.
“SOAK EUY BERCANDA NEPO POLDA”
“Apakah isi laporan yang beredar ke polda seluruhnya benar? Kita serahkan ke pengadilan Allah”
Demikian tulis netizen dalam komentar postingan di akun instagram KDM. Dan ada juga netizen yang mencoba membaca gestur RY yang dinilai ‘tertekan’ saat ditanya KDM.
“Ekspresi tidak bisa berbohong”
“Kok saya jd kasian liat wajah Sekretarisnya. Kayak tertekan”
Diberitakan sebelumnya, kasus dugaan pelecehan ini telah yang terjadi pada 17 Agustus 2026 di rumah dinas Wakil Bupati Sumedang ini, disikapi langsung KDM dengan cara membuat ‘Tim Investigasi’. Bahkan saat ini DPRD Sumedang juga sampai-sampai menggelar rapat khusus.
Bahkan pada Kamis 3 September 2026, warga melakukan aksi demonstrasi untuk memberikan dukungan moril terhadap RY. Dan pendemo juga menuntut transparansi penanganan kasus dugaan pelecehan seksual dan penganiayaan yang menyeret nama Wakil Bupati Sumedang, M. Fajar Aldila tersebut.***










