Sabtu, November 7, 2026
Google search engine

Sakit Hati karena Sering Di-bully, Siswa ini Ledakan Bom Rakitan di Lingkungan Sekolah

PADANG – Diduga menyimpan dendam karena sering mendapatkan perundungan atau bullying dari temannya, R (17) siswa MAN 3 Padang – Sumatera Barat, meledakan bom rakitan di lingkungan sekolahnya.

Diketahui, peristiwa ledakan bom rakitan yang disimpan dalam laci meja di salah satu ruang kelas bagian luar sekolah ini terjadi pada Selasa (14/7/2026), sekitar pukul 10.15 WIB.

Kapolresta Padang, Kombes Pol. Apri Wibowo mengatakan, siswa R diduga mempelajari cara membuat bom rakitan dari YouTobe.

Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, siswa berinisial R, yang duduk di kelas XII itu diduga nekat melakukan aksinya karena menyimpan dendam akibat menjadi korban perundungan atau bullying.

Hasil pemeriksaan mengarah pada dugaan bahwa aksi tersebut dipicu oleh rasa sakit hati yang telah lama dipendam pelaku.

Yaitu dimana bom rakitan itu diduga sengaja dibuat untuk melukai teman yang selama ini diduga melakukan perundungan terhadap dirinya.

Berita Lainnya  Prabowo Cari Dedi Mulyadi yang Tidak Hadir dalam Rakornas TPAKD

“Bom rakitan itu diduga sengaja diledakkan untuk mencelakai temannya yang sering membully dirinya,” ungkap Apri, dilansir dari Kumparan.

R mengaku telah mengalami perundungan sejak duduk di bangku kelas IX.

“Alhamdulillah, setelah kami lakukan pengecekan, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini,” kata Apri.

Dari hasil olah tempat kejadian perkara, polisi menemukan sejumlah barang bukti yang diduga berkaitan dengan rencana aksi pelaku. Di dalam tas milik R ditemukan sebuah ketapel, kelereng, serta bahan yang diduga merupakan bom rakitan.

Polisi menyebut satu bom rakitan telah meledak, sementara satu lainnya masih ditemukan dalam kondisi utuh dan kini diamankan sebagai barang bukti.

Sementara, pihak sekolah MAN 3 Padang mengungkapkan siswa berinisial R, terduga peledak bom rakitan, dikenal sebagai pribadi yang pendiam.

Belakangan muncul informasi bahwa R diduga menjadi korban perundungan hingga membuat dia nekat melakukan aksi peledakan bom rakitan itu.

Berita Lainnya  Hashim Sebut Seharusnya Tukang Cukur hingga Warteg Dikenai Pajak untuk Biayai MBG dan Kopdes

Pihak sekolah menyatakan tidak pernah menerima laporan bullying langsung dari yang bersangkutan.

Kepala MAN 3 Padang, Marliza, mengatakan selama ini R tidak pernah menyampaikan kepada guru maupun pihak sekolah bahwa dirinya mengalami bullying.

“Dia tidak pernah melapor kalau dirinya kena bully,” ujar Marliza kepada awak media, Selasa (14/7)

Menurutnya, permasalahan yang selama ini menjadi perhatian sekolah justru berkaitan dengan tingkat kehadiran R yang rendah.

Berdasarkan laporan wali kelas, R tercatat cukup sering tidak masuk sekolah sehingga pihak sekolah sempat memanggil orang tuanya.

“Anak ini dari laporan wali kelas memang sering tidak masuk sekolah. Orang tuanya pernah dipanggil dan diminta bersama-sama melakukan perbaikan, terutama terhadap nilai semester dua yang belum tuntas,” katanya.

Marliza menjelaskan, sekolah selama ini telah menjalankan berbagai upaya pencegahan dan penanganan perundungan melalui kegiatan Bimbingan dan Konseling (BK).

Berita Lainnya  Hercules Datangi Kementerian ATR/BPN, Desak Pemberantasan Mafia Tanah

Namun, R tidak pernah menyampaikan keluhan atau pun laporan bahwa dirinya menjadi korban bullying.

“Program BK tetap berjalan. Namun anak ini tidak pernah melapor kepada kami bahwa dirinya pernah mengalami bullying,” jelasnya.

Ia menambahkan, sebelum insiden yang terjadi pada hari ini, R tidak pernah tercatat melakukan pelanggaran disiplin maupun terlibat dalam kasus kenakalan lainnya di lingkungan sekolah.

“Kasus anak ini selama ini hanya terkait sering tidak masuk sekolah dan nilai yang belum tuntas. Sebelum kejadian hari ini, anak ini tidak pernah memiliki riwayat kenakalan atau kasus lainnya. Baru kali ini terjadi,” tuturnya.***

Sumber : Kumparan

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Tahanan Perempuan Hamil di Dalam Sel, Kapolsek Dompu Dicopot, Anggotanya Diperiksa Propam Polda NTB

DOMPU - Kapolsek Dompu, Ipda Sarbani, mendadak dicopot dari jabatannya. Pencopotan terjadi ketika viral isu mengenai seorang tahanan perempuan yang dikabarkan hamil di dalam...

Jokowi Marah di Persidangan, Karena Dokter Tifa Sempat Datangi Makam Orang Tuanya

JAKARTA - Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) mengaku sangat tersinggung dan marah ketika hadir sebagai saksi pelapor dalam sidang kasus dugaan ijazah palsu...

Tiga Jari Putus Setelah Alami Kecelakaan Kerja, Karyawati di Bekasi Dipaksa Tetap Bekerja, Disodori Surat Perjanjian Tak Menuntut

BEKASI - Nasib pilu kasus kecelakaan kerja dialami oleh Rindi Natasya (22 tahun), karyawati PT Daehyun Bobbin Indonesia yang berlokasi di kawasan Industri Jababeka...

Rp58,7 Miliar Dana CSR Bantu Pembangunan, Kang Jimmy : “Saya Akui Bupati Aep Visioner”

KARAWANG - Berdasarkan data laporan tahun 2025, sekitar Rp58,7 miliar dana bantuan perusahaan/industri melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan (TJSLP) atau Corporate Social...

Menghilang Setelah Penetapan Tersangka Listyo Sigit, Seskab Teddy Akhirnya Muncul Dampingi Prabowo

JAKARTA - Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya sempat menjadi perbincangan dan dicari publik karena tidak terlihat dalam beberapa agenda kepresidenan di tengah isu...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

Peristiwa

Kriminal

Politik

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan