Senin, September 7, 2026
spot_img

Puluhan Massa Demo Tolak Kedatangan Jokowi di Jawa Barat

BANDUNG – Gelombang penolakan terhadap rencana safari politik mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Jawa Barat mulai bermunculan.

Puluhan massa yang tergabung dalam Gerakan Umat Melawan Kezoliman dan Gerakan Masyarakat Merebut Kedaulatan Rakyat (GAUM-K dan GMKR), mendatangi Gedung DPRD Jabar, Kota Bandung, Selasa (14/7/2026), untuk menyampaikan penolakan terbuka terhadap agenda yang dikaitkan dengan Partai Solidaritas Indonesia (PSI).

Aksi yang berlangsung di depan gerbang DPRD Jabar itu diwarnai orasi dan bentangan spanduk berisi kritik terhadap Jokowi. Massa menilai kunjungan politik mantan presiden ke berbagai daerah, termasuk Jawa Barat, berpotensi menjadi bagian dari konsolidasi kekuatan politik menjelang kontestasi nasional mendatang.

Koordinator aksi, Hari Nugraha menyebut, penolakan tersebut dilandasi berbagai persoalan yang menurut mereka hingga kini belum tuntas dijawab kepada publik.

“Mengapa kita melakukan aksi ini? Karena kita khawatir, dan kita tahu bahwa Bapak Jokowi sampai saat ini secara hukum tidak jelas. Karena ketika beliau menjadi Wali Kota, menjadi Gubernur, bahkan menjadi Presiden RI tidak bisa menunjukkan ijazahnya. Sehingga ini adalah membohongi rakyat,” ujar Hari.

Berita Lainnya  Nia Kurnia Siap Berkompetisi dalam Pemilihan Anggota BPD Desa Pucung

Ia mengatakan, masyarakat yang tergabung dalam GAUM-K dan GMKR menolak, apabila Jabar dijadikan panggung aktivitas politik yang melibatkan Jokowi, keluarga, maupun lingkaran pendukungnya.

“Sehingga kami dari masyarakat Jawa Barat, dan atas nama masyarakat Jawa Barat mewakili bahwa kami tidak sudi tanah Jawa Barat diinjak oleh Bapak Jokowi beserta anak-anaknya, beserta kroni-kroninya, apalagi mereka menjadi kembali penguasa di Indonesia,” ucapnya.

Meski belum mengetahui jadwal pasti kunjungan Jokowi ke Jawa Barat, Hari memastikan kelompoknya akan melakukan penolakan di setiap daerah yang menjadi tujuan safari politik tersebut.

Berita Lainnya  Apresiasi Kinerja Kasi Pidsus, Pengamat Desak Kejaksaan Bongkar Keterlibatan BTN

“Kami tentu saja akan menghadang, akan menolak. Di manapun Jokowi akan hadir, kami dari seluruh komponen masyarakat Jawa Barat, dari ujung timur dan barat Jawa Barat ini kami akan menolak,” katanya.

Tak hanya berorasi, perwakilan massa juga diterima Komisi I DPRD Jawa Barat untuk menyampaikan aspirasi secara resmi. Dalam audiensi tersebut, mereka menyerahkan sejumlah tuntutan yang ditujukan kepada DPRD maupun aparat penegak hukum.

Salah satu poin utama yang disuarakan adalah penolakan terhadap kehadiran Jokowi di Jabar, apabila kunjungan tersebut mengandung unsur kampanye politik dan memanfaatkan simbol maupun nilai budaya masyarakat Sunda.

Massa juga mendesak Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), serta Kejaksaan Agung menelusuri sumber pendanaan safari politik Jokowi bersama PSI yang dilakukan di berbagai daerah.

Berita Lainnya  Polda Metro Jaya akan Dalami Dugaan Keterlibatan GRIB Jaya dalam Kericuhan Demonstrasi

Selain itu, mereka meminta DPRD Jawa Barat mengeluarkan sikap resmi untuk menolak praktik kampanye dini maupun kampanye terselubung di wilayah Jawa Barat.

Dalam pernyataan sikap yang dibacakan di hadapan anggota dewan, massa turut mengajak masyarakat Jawa Barat mewaspadai potensi politik uang, penyebaran paham materialisme, serta dugaan pemanfaatan budaya lokal untuk kepentingan politik praktis.

Mereka juga mendesak aparat penegak hukum memproses Jokowi,atas berbagai kebijakan dan tindakan politik yang selama ini dipersoalkan kelompok tersebut.

Aksi berlangsung di bawah pengamanan aparat kepolisian dan berakhir, setelah seluruh aspirasi disampaikan kepada DPRD Jawa Barat.***

Sumber : inilahkoran.id

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Kuasa Hukum Tersangka VY Bantah Kliennya Miliki ‘Mensrea’ Rugikan Negara dalam Korupsi KPR

KARAWANG - Dr. M. Gary Gagarin Akbar, SH., MH., Kuasa Hukum Sdr. VY - mantan Direktur PT. Bumi Arta Sedayu (PT BAS) periode tahun...

Kejari Karawang Pamerkan Tumpukan Duit Sitaan Korupsi Penyaluran KPR PT. BAS

KARAWANG - Dalam perkembangan penyidikan kasus dugaan korupsi penyaluran Kredit Pemilikan Rumah (KPR) pada Bank Himbara Kantor Cabang Karawang yang melibatkan PT. Bumi Arta...

Kejari Karawang Tetapkan 4 Tersangka Korupsi KPR, Kerugian Negara Rp237 Miliar

KARAWANG - Kejaksaan Negeri (Kejari) Karawang, Jawa Barat, menetapkan 4 tersangka dalam kasus dugaan korupsi praktik manipulasi penyaluran Kredit Pemilikan Rumah (KPR) pada salah...

Dugaan Upaya Makar, Ketum Projo Budi Arie Setiadi Dipolisikan

JAKARTA - Ketua Umum Projo Budi Arie Setiadi kini berhadapan dengan proses hukum menyusul laporan dari Gerakan Cinta Prabowo (GCP). Grup tersebut mengadukannya relawan...

Korban Keracunan MBG Sudah Capai 43.838 Orang, JPPI : Seperti Kebal Hukum, Tak Ada Penyedia yang Diproses Hukum

JAKARTA - Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI) menyoroti maraknya kasus keracunan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang kembali terjadi setelah libur sekolah. Kejadian itu...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan