Kamis, Agustus 20, 2026
spot_img

Pemkab Bekasi dan PMI Distribusikan Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan di Cibarusah

BEKASI – Pemerintah Kabupaten Bekasi melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) berkolaborasi dengan Palang Merah Indonesia (PMI) menyalurkan bantuan air bersih dan sarana penampungan air bagi masyarakat terdampak kekeringan di Kampung Cihanjuang, Desa Ridogalih, Kecamatan Cibarusah, Sabtu (18/07/2026).

Bantuan yang disalurkan meliputi 20.000 liter air bersih, dua tandon air berkapasitas 5.000 liter, dua tandon air berkapasitas 2.000 liter, 200 jerigen, serta 100 ember untuk membantu memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat.

Pada kegiatan tersebut, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bekasi Endin Samsudin turun langsung memimpin pendistribusian air bersih, bersama Camat Cibarusah, unsur TNI dan Polri, perwakilan PMI Pusat, PMI Kabupaten Bekasi, BPBD Kabupaten Bekasi, serta Pemerintah Desa Ridogalih.

Sekretaris Daerah Endin Samsudin, mengatakan bahwa kekeringan yang terjadi di Kabupaten Bekasi mulai dirasakan sejak akhir Juni 2026 dan hingga pertengahan Juli telah berdampak pada beberapa wilayah.

Berita Lainnya  MUI Haramkan Pria Memakai Pakaian Wanita Saat Karnaval Agustusan

“Dari 23 kecamatan di Kabupaten Bekasi, terdapat empat kecamatan yang terdampak kekeringan. Dampak paling dirasakan berada di wilayah selatan, yakni Kecamatan Cibarusah, Bojongmangu, dan Serang Baru, serta satu kecamatan di wilayah utara. Seluruh wilayah tersebut menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Bekasi,” ujarnya.

Menurut Endin, penanganan kekeringan dilakukan melalui kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Bekasi, PMI Pusat, PMI Kabupaten Bekasi, BPBD, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, serta berbagai pihak lainnya.

Ia mengapresiasi dukungan PMI Pusat yang turut menyalurkan bantuan berupa tandon air untuk ditempatkan di titik-titik strategis sehingga distribusi air bersih kepada masyarakat dapat berjalan lebih optimal.

Berita Lainnya  HMI Soroti Klaim Tunggakan BPJS Kesehatan ke Rumah Sakit

“Kami mengucapkan terima kasih kepada PMI Pusat yang telah memberikan bantuan. Untuk suplai air bersih, kami bekerja sama dengan Perumda Tirta Bhagasasi melalui PMI Kabupaten Bekasi sehingga penyaluran kepada masyarakat dapat dilakukan secara rutin, khususnya di wilayah yang terdampak kekeringan,” katanya.

Endin menjelaskan, Pemerintah Kabupaten Bekasi juga telah menyiapkan langkah jangka panjang dengan memperluas jaringan pipa Perumda Tirta Bhagasasi (PDAM)agar pelayanan air bersih dapat menjangkau seluruh masyarakat secara maksimal.

Ia menyebutkan, di Desa Ridogalih saat ini jaringan air bersih telah menjangkau Dusun I dan Dusun II, sedangkan Dusun III masih menjadi prioritas untuk pengembangan layanan.

“Ke depan kami berharap kebutuhan air bersih masyarakat dapat terpenuhi secara berkelanjutan melalui optimalisasi jaringan perpipaan sehingga persoalan kekeringan tidak lagi menjadi kendala setiap musim kemarau,” ungkapnya.

Berita Lainnya  Sengketa Catut Nama Apoteker Melasuka Karawang Berujung Laporan Pidana

Endin menambahkan, bantuan air bersih yang disalurkan saat ini sangat bermanfaat bagi masyarakat untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, seperti mandi, mencuci, memasak, dan keperluan rumah tangga lainnya.

“Pemerintah Kabupaten Bekasi akan terus memperkuat kolaborasi dengan PMI, BPBD, pemerintah desa, serta dunia usaha agar penanganan dampak kekeringan dapat dilakukan secara cepat, tepat, dan berkesinambungan demi memenuhi kebutuhan dasar masyarakat,” tutupnya.***

Sumber : bekasikab.go.id

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Jika Tidak Ditutup, Habib Bahar Ancam Bakar Pabrik Miras di Bogor

BOGOR - Ratusan massa yang terdiri dari organisasi masyarakat (ormas), ulama, warga, dan santri menggelar aksi demonstrasi di depan PT Intitirta Sarimakmur di Desa...

Kepala Inspektorat Banda Aceh Ditangkap Bareng Pasangan Sejenis

BANDA ACEH - Kepala Inspektorat Kota Banda Aceh, FD (52) ditangkap polisi syariah bersama pasangan sejenis di kantornya. FD sudah ditetapkan sebagai tersangka. Kasatpol PP-Wilayatul...

Tak Tembus Bundaran HI, Mahasiswa UI Ancam Bakal Demo Lagi Akhir Agustus

JAKARTA - Rencana massa mahasiswa menggelar aksi di Bundaran HI, Jakarta, Selasa (18/8/2026), berakhir tanpa mencapai titik tujuan. Setelah tertahan barikade kepolisian di depan...

Praperadilan Febrie Ardiansyah Minta Hakim Batalkan Status Tersangka dan Kembalikan Barang Sitaan

JAKARTA - Eks Jampidsus Febrie Ardiansyah melalui kuasa hukumnya, Muhammad Farizi, meminta Hakim Tunggal Richard Edwin mengabulkan seluruh permohonan praperadilan yang diajukannya. Dalam permohonan yang...

Karnaval Agustusan di Cicalengka Berujung Ricuh dan Adu Jotos

BANDUNG - Karnaval perayaan HUT ke-81 RI di Jalan Raya Cicalengka, Kabupaten Bandung, pada Senin (17/8/2026) berujung ricuh akibat sekelompok orang yang diduga mabuk...

Hukum

Kepala Inspektorat Banda Aceh Ditangkap Bareng Pasangan Sejenis

BANDA ACEH - Kepala Inspektorat Kota Banda Aceh, FD (52) ditangkap polisi syariah bersama pasangan sejenis di kantornya. FD sudah ditetapkan sebagai tersangka. Kasatpol PP-Wilayatul...

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan